Mengejar Cinta Mutiara

Mengejar Cinta Mutiara
11. Pulang Bersama


__ADS_3

Mendengar namanya di sebut, Rafa langsung menatap tajam Dani, Dani yang di tatap Rafa hanya memasang watadosnya lalu berjalan menghampiri temannya dengan cengirannya membuat Kevin dan Rafa jadi kesal..


"Udah Raf anterin aja tu Tiara, gue tau Lo penasaran kan sama dia cuma Lo nggak berani deketin, ini kesempatan bagus buat Lo biar bisa tau di mana rumahnya, kali aja nanti Lo mau datang lamar dia, hehehe" bisik Dani ke Rafa sambil terkekeh pelan, lalu Dani beralih menatap Kevin..


"Vin anterin Ajeng ya, Lo kan udah kenal dia, sembangku lagi saat di sekolah jadi Lo tidak ada alasan buat nolak" mendengar itu Kevin hanya mendengus, Kevin lalu berjalan ke arah Ajeng mengajaknya pulang tanpa berbasa basi..


"Ayo" ajak Kevin


Ajeng kaget karena Kevin menarik tangannya, membuat jantung Ajeng dag dig Dug ser serta pipinya yang merona merah..


"Ehh emang nggak papa kalau Lo yang anter gue balik?" Tanya Ajeng gugup


"Udah jeng ikut aja" mendengar Dani yang menyuruhnya ikut, Ajeng pun menganggukkan kepalanya pelan..


Rafa yang melihat Kevin sudah berjalan ke motornya yang ada di parkiran kafe, Rafa menatap Tiara dengan dalam tatapan yang sulit di artikan oleh Tiara


"Ayo Ra kita bareng aja ke parkirannya, Buaya darat ini kunci mobil gue" Nana menyerahkan kunci mobilnya ke Dani lalu berjalan bersama Tiara sambil bergandengan tangan.


Dani yang mendengar Tiara memanggilnya dengan sebutan buaya darat berkata dalam hati..


" buaya darat inilah Na yang akan membahagiakan Lo sampai Lo lupa kalau Lo pernah panggil gue dengan sebutan itu" Dani tersenyum semangat lalu menarik tangan Rafa untuk segera ke parkiran..


"Na Ra, gue di Luan yang, sampai ketemu besok di sekolah" pamit Ajeng sambil melambaikan tangannya karena motor yang di kendarainya bersama Kevin sudah berjalan meninggalkan parkiran kafe..


Tinggallah mereka berempat..


"Ra gue juga pulang ya, jangan lupa kabarin gue kalau Lo udah nyampai di rumah Lo" pamit Nana ke Tiara yang di angguki pelan oleh Tiara..


"Pelan-pelan aja bawa motornya Raf, awas aja kalau sampai teman gue lecet, gue tonjok tu muka ganteng Lo" Nana menasehati Rafa sambil menunjukan kepalan tangan mungilnya..


Mendengar ancaman Nana tidak membuatnya takut justru dia hanya cuek saja dan berbicara ke Tiara


" Ni pakei hlemnya " Rafa menyerahkan hlemnya untuk di pakei Tiara, Tiara mengambil hlem itu tidak lupa berterima kasih..


" Makasih"..


"Ya udah Ra gue di Luan ya bay".. pamit Nana lagi..


"Bay Na hati-hati" Tiara membalas melambaikan tangannya ke arah mobil yang membawa Nana dan Dani..

__ADS_1


"Ayo naik" ajak Rafa


"Iya" Tiara memegang pundak Rafa lalu naik di atas moge mahal milik Rafa..


20 menit berlalu, motor yang di tumpangi Rafa dan Tiara akhirnya sampai di depan gerbang rumah cat putih yang tidak terlalu besar tapi memiliki halaman yang luas..


Tiara turun dari moge nya Rafa tidak lupa mengucapkan terima kasih


"Terima kasih Raf, maaf ya gue nggak nawarin Lo mampir soalnya udah malam banget ni" ujar Tiara sambil nyengir..


Rafa hanya tersenyum tipis sambil menggeleng


"Gue memang nggak ma mampir, gue mau langsung cabut aja" Rafa memasang helmnya siapa2 meninggalkan Tiara tapi sebelum itu Tiara lebih dulu menahannya


"Tunggu Raf" cegah Tiara, Rafa menatap Tiara dengan bingung


"Ni helm Lo ketinggalan" Tiara lalu menyerahkan helm milik Rafa tapi Rafa tidak langsung mengambilnya, justru dia memandang wajah cantik Tiara..


"Nggak usah Lo simpan aja" tolak Rafa


"Tapi ini milik Lo Raf lagi pula buat apa ini helm gue kan nggak punya motor" ujar Tiara sambil menyerahkan helm milik Rafa..


" Simpan aja, supaya kalau gue jemput Lo gue nggak usah bawa dua helm".


"Haa?" Cengo Tiara yang masih belum mengerti maksud dari ucapan Rafa barusan


"Simpan tu helm besok Gue akan jemput Lo" perkataan itu tambah membuat Tiara jadi bengong..


"Udah masuk gih, gue cabut dulu" setelah mengetakan itu Rafa langsung tancap gas meniggalkan Tiara yang masih bengong..


Mendengar suara motor Rafa yang makin lama makin tidak kedengaran barulah Tiara sadar


"Apa.. Dia mau jemput gue besok" tanya Tiara pada dirinya sendiri di berfikir kalau Rafa tidak serius dengan ucapannya..


Tiara mengangkat bahunya lalu berbalik masuk ke dalam rumahnya..


"Assalamualaikum.. Ma Tiara pulang" salam Tiara setelah membuka pintu lalu berjalan ke arah ruang tamu karena dia mendengar suara mamanya yang berasal dari ruang tamu..


"Waalaikumsalam, ko jam segini baru pulang sayang" tanya mama Kia ke pada Putri sematawayangnya itu..

__ADS_1


"Iya ma soalnya Tadi pas dari Mall kita ke salon dulu terus lanjut ke kafe" terang Tiara sambil menyalami tangan sang mama..


"Kalian pasti bersenang senang tadi?" Tanya mama Kia sambil menggeser duduknya dan menarik pelan tangan Tiara untuk duduk di sampingnya..


"Iya ma Tiara seneng banget" Tiara duduk di kursi samping mamanya, Tiara tersenyum manis senyuman yang membuat mama Kia jadi bahagia..


"Semoga senyuman bahagia itu tidak hilang dari bibirmu Nak, walaupun kita cuma hidup berdua tapi mama usahakan selalu buat kamu tersenyum bahagia seperti sekarang" gumam mama Kia dalam hati, dia terus mengusap rambut panjang Tiara dengan penuh kasih sayang..


"Ya udah ma Tiara capek, Tiara istirahat dulu ya ma" Tiara berdiri dan mencium pipi sang mama


"Ya sudah selamat istirahat ya sayang" mama kia juga ikut berdiri dan mencium kening Tiara "Semoga mimpi indah sayang"..


"Iya ma, mama juga sebaiknya istirahat pasti mama capek seharian sudah kerja keras untuk memenuhi kebutan Tiara" ucapan Tiara yang di iyakan oleh mama Kia


"Iya sayang"


Setelah mendengar jawaban sang mama Tiara pun langsung menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua...


Mama Tiara terus menatap Tiara, melihat anaknya yang sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik pun berkata dalam hati.


"Maafka Mama sayang mama belum bisa kasih tau kamu tentang papamu" mama Kia pun berjalan menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Tiara..


.


.


.


.


.


.


.


.


"Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2