
Tiara menghela nafas mencoba mengusir kegugupannya.
"Raf kamu tau aku punya kisah cinta yang menyakitkan".
Tiara mengingat kisah cintanya dengan mantannya dulu meski tidak terlalu dalam perasaannya terhadap mantannya itu tapi tetap saja mengisahkan luka karena penghianatan pacar dan juga sahabatnya.
Tiara pun menceritakan semua penghianatan Mantan Pacarnya dan juga sahabatnya Rafa mendengarnya sangat marah dan mengumpat dalam hati.
"Bodoh sekali laki-laki itu mengkhianati gadis baik dan cantik kayak Tiara"
"Ra dengarkan aku, aku tidak sama dengan mantan bod0h mu itu, aku tidak mungkin pernah nyakitin kamu apalagi selingkuhi kamu, bisa-bisa aku kena cincang sama mami" ujar Rafa terkekeh
Tiara juga ikut tersenyum, melihat itu Rafa jadi bahagia karena melihat senyuman di bibir seksoy milik Tiara
"Ra plis izinkan aku jadi laki-laki pertama yang bahagiain kamu Ra, aku tidak mau banyak janji tapi aku akan buktikan kalau kamu akan jadi wantiku yang pertama dan terakhir, apalagi Mami dan Nia sangat sayang sama kamu".
"Kasih aku kesempatan Ra" Rafa masih memohon sambil menggenggam jemari lentik milik Tiara
Tiara tersenyum dan menganggukkan kepalanya, baginya Rafa berhak mendapatkan kesempatan melihat tadi bagaimana ketulusan Rafa dan Maminya membelanya dari hinaan Yura.
Rafa membulatkan matanya dan tersenyum Lebar.
"Kamu serius Ra kamu terima cintaku" Rafa seolah tak percaya
"Iya Rafa tapi tolong jangan pernah kamu sakiti aku"
"Iya Ra aku tidak akan pernah sakiti kamu, dan lepasin kamu, apalagi aku sudah lama menantikan momen ini momen di mana kamu terima aku".
"Aku bahagia Ra, aku bahagia" Rafa memeluk Tiara saking bahagianya.
Tiara juga merasa bahagia, dia mencoba melupakan kesedihannya meski dia tidak akan lupa kejadian yang terjadi tadi di pesta orang tua Rafa.
Rafa melepas pelukannya lalu mengusap pipi Tiara dengan lembut.
Rafa menatap manik mata indah milik Tiara meski terlihat sembab tapi Rafa bisa melihat ada kebahagiaan di sana
Rafa mendekatkan wajahnya ke wajahnya Tiara lalu
__ADS_1
Cup
Jantung Tiara seperti mau lepas dari tempatnya karena Rafa mengecup keningnya.
Tiara bengong dengan muka yang lucu hal itu membuat Rafa jadi gemas.
Cup
Tiara benar-benar kaget kali ini Rafa mengecup Bibir seksoynya.
Mata Tiara berkedip-kedip lucu.
Lama Rafa mengecup bibir Tiara, hanya kecupan saja.
Rafa melepas bibirnya dari bibir Tiara, tapi Tiara masih tidak sadar.
"Hey sayang kamu kenapa, kamu baik-baik saja kan?" Rafa menepuk pelan bahu Tiara, menyadarkan Tiara dari bengongnya.
"Eh.ehh itu iya aku baik-baik saja" Tiara gugup dan salah tingkah apalagi Rafa memanggilnya sayang
Rafa tersenyum memandang muka merah Tiara, dia merasa sangat bahagia sekarang akhirnya Tiara menjadi miliknya.
" I LOVE YOU "
"I LOVE YOU TOO" balas Tiara pelan tapi masih bisa di dengar oleh Rafa.
Rafa kembali menarik Tiara masuk ke dalam pelukannya, Rafa dan Tiara merasakan kenyamanan.
Rafa seperti ingin menghentikan waktu, dia tidak mau momen ini berlalu dengan cepat.
"Sayang aku antar kamu pulang ya, malam sudah sangat larut"
"Tapi Mama kamu tidak ada di rumah kan" tanya Rafa Tiara hanya mengangguk pelan
"Lalu di rumah kamu sama siapa?".
"Ada Bi Ria ko Raf " Tiara dengan pelan jujur saja dia sangat lelah sekarang
__ADS_1
"Lebih baik kamu nginap di Hotel saja" mata Tiara membulat mendengar Rafa yang menyuruhnya nginap di hotel.
"Ih Rafa baru juga jadi pacar sudah ngajak nginap di Hotel, bagaimana sih tadi aja kamu sudah nyuri cium*n pertamaku dan sekarang kamu mau ajak aku nginap di hotel".
"Nggak..nggak..nggak Raf aku nggak mau, aku memang cinta sama kamu tapi aku nggak mau kelewatan batas Raf"
"Aku nggak ma.."
Cup
Belum Tiara menyelesaikan ucapannya Rafa langsung membungkam mulut cerewet Tiara dengan bibirnya, Rafa sedikit menggigit kecil Bibir Tiara, Tiara kaget dan langsung mendorong Rafa.
"Ihh Rafa nyebelin" Tiara cemberut lalu membuang mukanya ke samping karena malu.
"Siapa suruh nyerecos terus tanpa henti" Rafa menyentil pelan jidat Tiara.
"Auw,.. sakit tau Raf" ujar Tiara manja sifat lalodnya Kambu lagi, dia sekarang juga sudah mulai lupa kesedihannya.
" Maaf maaf sayang sakit ya?" Rafa mengusap-usap pelan
"Siapa suruh punya pikiran aneh-aneh, pasti kamu tadi berpikir kalau aku ngajak kamu nginap di hotel, kita satu kamar" tanya Rafa Tiara pun mengangguk
"Is kamu ini pikirannya, tidak mungkin aku ngelakuin hal itu sama kamu gadis yang paling aku cinta, aku ngajak kamu nginap di hotel berbeda kamar sama aku karena orang tuaku juga nginap di hotel itu" Rafa menjelaskan.
"Hehehehe..aku kira, maaf ya Raf" Tiara terkekeh dan malu sendiri karena sampat berpikir hal yang tidak-tidak.
"Iya nggak papa, tapi kalau mau satu kamar sama aku juga tidak apa-apa" Rafa menaik turunkan alisnya menggoda Tiara.
Tiara cemberut, lalu menatap tajam Rafa tapi tidak lama merekapun saling tertawa Rafa bersyukur karena Tiara kembali ceria dan manja seperti biasanya.
Begitupun Tiara, Tiara merasa bersyukur karena Rafa selalu ada di saat dia sedang sedih.
Rafa pun mengajak Tiara kembali masuk ke dalam hotel dia yakin maminya akan menunggunya..
(Tiara memang begitu ya sifatnya kadang manja kadang barbar kadang juga tegas dan galak, tergantung keadaan dan situasinya)
.
__ADS_1
#Jangan Lupa Like dan komen ya agar author tambah semangat nulisnya.