Mengejar Cinta Mutiara

Mengejar Cinta Mutiara
Video Call


__ADS_3

Di sebuah kamar bernuansa biru muda, seorang gadis terlihat sedang senyum-senyum sendiri sambil melihat ponselnya.


Tiara sedang berbaring di atas kasur kesayangannya sambil membalas chat sang kekasih dan juga sahabat-sahabatnya.


My Cool Rafa❤️


"Sayang besok aku jemput ya".


"Aku berangkat sendiri saja ya Raf"


My Cool Rafa❤️


"Nggak Mau tau pokoknya besok aku jemput ya"


"Ya sudah terserah kamu saja asal jangan telat ya"


My Cool Rafa❤️


"Iya sayang besok subuh-subuh aku berangkatnya dari rumah agar tidak telat 😁"


"Ahh bisa aja kamu😀"


Tiara hanya bisa terkekeh melihat pesan chat dari Rafa dia juga membalas pesan Nana dan Ajeng mereka janjian akan bertemu besok di parkiran sekolah.


Karena Tiara lama membalas pesan dari Rafa, Rafa pun menelpon Tiara.


My Cool Rafa❤️


Video Calling


Sebelum mengangkat telpon dari Rafa, Tiara lebih dulu merapikan penampilannya.


"Iya Raf"


"Kok balasnya Lama sih"


Tiara tersenyum menatap muka cemberut cowok tampan yang ada di layar ponselnya.



"Kok cemberut sih"


"Bagaimana aku tidak cemberut kamu balas pesanku lama sekali".


"Oh maaf sayangku aku lagi balas pesan Nana dan Ajeng tadi".


"Jadi gara-gara ceweknya Dani dan Kevin itu kamu jadi cuekin aku".


"Bukan cuekin Raf tapi kan nggak enak kalau nggak balas walau bagaimanapun Ajeng dan Nana itu sahabat aku".

__ADS_1


"Iya-iya, tapikan.."..


"Tapi apa, jangan kayak anak kecil deh Raf kamu masa ngambek cuma gara-gara hal sepele sih".


Tiara membuang muka ke samping dan pura-pura marah, Rafa jadi gelagapan melihatnya.


"Nggak sayang nggak ngambek ko aku".. " sayang udah makan?"Rafa mengalihkan topik pembicaraannya karena takut kalau Tiara beneran ngambek.


"Udah kok tadi" Tiara masih memasang muka cemberut ke arah Rafa


"Kok kamu yang ngambek sih sayang"


"Aku nggak ngambek ko"


"Kalau tidak ngambek sayang senyum dong biar tambah cantik"


Tiara tersenyum tertahan, dia tidak habis pikir kalau Rafa yang terkenal cuek bisa gombal juga.


Rafa jadi gemas melihat ekspresi muka Tiara, Rafa jadi ini mencubit dan mencium pipi Cabi Tiara.


"Pipinya Cabi banget sih kan jadi gemes".


"Kamu ngatain aku gendut ya" Tiara melotot di balik layar ponsel Rafa, Rafa jadi salah tingkah dan takut, takut kalau Tiara jadi salah paham, dia tau kalau perempuan paling tidak suka kalau di sungguh tentang berat badan.


"Nggak kok sayang, siapa bilang aku ngatain kamu gendut, body kamu bohay kok sayang aku suka".


"Ihh dasar Rafa" Tiara memutar bola matanya malas


"Iya Raf"


"Senyum dong sayang"


Tiara tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya yang Rapi.


"Nah gitu dong kan tambah cantik, ya sudah aku tutup telponnya, selamat malam sayang semoga mimpi indah😘".


"Selamat malam juga sayang😘"


Setelah sambungan telepon terputus, tiara tersenyum-senyum sendiri tidak menyangka kalau dia sebahagia ini dengan Rafa.


Begitupun Rafa, Rafa juga terlihat sangat bahagia sampai tidak sadar kalau Mami dan Papinya sedari tadi memperhatikan tingkah konyolnya yang tersenyum sendiri sambil memeluk guling nya.


"Kamu sehat kan nak" tanya mami Dina mengangetkan Rafa


"Astaga Mami papi, bikin kaget saja , kalau masuk kamar Rafa ketuk dulu pintunya".


"Hei son kamu nyuruh papi dan mami ketuk pintu sedangkan pintu kamar saja ke buka".


Mendengar perkataan sang papi Rafa jadi tersenyum malu dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Coba deh Mami tebak pasti kamu Habis telponan dengan Tiara? Iya kan?".


Rafa hanya tersenyum tipis.


"Duh Papi putra kita sudah gede sekarang".


"Iya Mi dia sekarang sudah punya pacar".


Mami dan papi Rafa terus-terusan meledak Rafa membuat Rafa jadi malu sendiri.


"Jangan suka senyum-senyum sendiri Son Papi takut kamu nanti kesurupan setan"


"Setan apa tuh Pi" tanya Mami Dina.


"Setan Cinta Mi" Hahahaha Mami Dan Papi Rafa tertawa, mereka juga puas karena berhasil menggoda anak cueknya itu.


"Sudahlah Pi jangan ganggu anak kita yang lagi kasmaran ini".


"Iya Mi sebaiknya kita ke kamar saja".


Papi Rafa mengajak Mami Rafa ke kamar tapi sebelum itu Mami Dina berbalik.


"Jangan begadang ya sayang tidak baik untuk kesehatan, lebih baik kamu cepat tidur biar bisa cepat ketemu sama pacar" Mami Dina mengedipkan sebelah matanya.


Rafa mengikuti langkah orang tuanya, sebelum menutup pintu kamarnya Rafa meneriaki Mami dan Papinya.


"Mami sama Papi jangan sering-sering melakukannya takut aku dan Nia akan punya adik lagi".


Setelah mengatakan itu Rafa cepat-cepat menutup pintu kamarnya takut Maminya akan kembali masuk ke kamarnya dan menjitak kepalanya.


"RAFA..." Rafa yang mendengar teriakan maminya hanya tertawa di dalam kamar.


"Hus Mami Jangan Teriak-teriak takutnya Nia akan bangun dan pindah ke kamar kita, kita jadi tidak bisa main hiya-hiya"


"Is Papi, ingat umur".


"Kenapa dengan umur Papi Mi? Papi masih bisa kok, masih kuat buat Mami merem melek sampai pagi, bahkan bisa kasi adik Rafa dan Nia 3 lagi".


"Dasar Papi mesyum, enak aja mau tambah anak lagi, nggak ada dua aja sudah cukup, dan tidak ada jatah untuk malam ini". Mami Dina berjalan dengan cepat menuju kamarnya meninggalkan Papi Reza yang masih kaget mendengar Mami Dina mengatakan bahwa malam ini Dia tidak mendapatkan Jatah.


"Loh..loh Mi kok gitu sih.. Mami tungguin Papi" papi Reza menyusul Mami Dina ke kamarnya


"Duh gawat kalau tidak dapat saluran energi malam ini bisa-bisa besok lemas nggak ada tenaga" Batin Papi Reza.


.


.


#TerimaKasih🙏🏻

__ADS_1


Jangan Lupa Like,koment and tambakan ke Favorit! ❤️


__ADS_2