
Di sebuah butik yang baru beberapa hari buka tapi sudah terlihat ramai oleh pembeli, di butik itu terlihat banyak baju atau gaun kekinian yang di pasang di patung maneken. Mutia Butik, dan tepatnya di ruangan kerja terlihat seorang wanita yang terlihat sangat serius menggambar sesuatu di atas kertas, jari lintiknya yang memegang pensil terlihat lihai menggambar sebuah gaun cantik, tapi terlihat dari sorot matanya tersimpan banyak kesedihan yang sudah lama ia pendam sendiri..
Sazkia atau Mama Kia meletakkan pensil yang ia pegang tadi lalu menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya dan menghela nafas dengan kasar.
Dia lalu membuka laci dan mengambil sebuah bingkai foto kecil, dia telihat memandangi foto itu dengan tatapan sendu..
"Apa kabar?" ucap mama Kia terus Mandang bingkai foto itu.. " Apa kamu masih ingat dengan Ku? Apa kamu tau kalau kamu meninggalkan aku dengan seribu luka yang mendalam tersimpan di hati ini" ucap mama Kia lagi dengan suara yang bergetar..
"Apa kau tau di saat kau pergi di situ aku tau kalau aku lagi mengandung, pantas saja kau sering bilang kalau aku agak gemukan, dan porsi makanku memang lebih banyak dari biasanya tapi kamu bilang kamu suka dan kamu tidak masalah dengan itu" dengan tersenyum pahit Mama Kia menghapus air matanya..
" Apa kau tau dia sudah besar sekarang, tidak pernah kah kamu mencari kami, apakah aku sudah tidak berarti lagi untukmu".. air mata Mama Kia makin mengalir di pipi putihnya tapi cepat2 dia hapus saat ada yang mengetok pintu ruangannya..
..tok..tok..tok..
"Masuk" teriak mama Kia dengan suara yang terdengar masih bergetar karena habis menangis..
Tidak lama pintu terbuka dari luar lalu masuklah Nita asisten mama Kia..
" Ada apa Nita?" Tanya mama Kia ke pada Nita asisten barunya karena asisten yang lama ia tugaskan mengelola butik yang ada di Singapura....
"Itu Bu di bawah ada pembeli yang ingin bertemu dengan ibu secara langsung" jawab Nita dengan sopan
" Ya sudah saya akan segera turun, kamu di Luan saja" tambah mama Kia ..
__ADS_1
"Baik Bu" Nita lalu berjalan keluar dan tak lupa ia menutup pintu..
Setelah sang asisten keluar, Mama Kia menghela nafas panjang lalu merapikan penampilannya dan berjalan keluar dari ruangannya...
Di kelas 12 B Tiara yang duduk dengan Nana sedang serius mengerjakan sesuatu di bukunya, Bu Dian tidak terlihat di kursinya karena sudah keluar dari kelas dan hanya memberikan tugas saja ke pada anak muridnya..
Nana yang sedari tadi sudah penasaran dengan Tiara dan ingin bertanya mengurungkan niatnya melihat Tiara yang serius mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya tadi..
15 menit berlalu terlihat Tiara menutup bukunya dan menyimpannya di dalam tas, melihat itu Nana segera bertanya pada Tiara..
" Sudah selesai?" Tanya Nana
" Ehh... Udah" Tiara agak kaget dengan suara Nana yang tiba2..
"Gue Tiara" Tiara menerima uluran tangan Nana, lalu berpindah ke Ajeng..
" Tiara"
"Ajeng" dengan tersenyum Ajeng menerima uluran tangan Tiara..
"Fiks kita jadi teman lebih tepatnya kita bertiga sekarang bersahabat oke" Nana berkata dengan semangat sambil merangkul Tiara sahabat barunya..
Terlihat di bangku sudut ruangan seorang menatap mereka bertiga lebih tepatnya menatap Tiara, dengan senyuman tipis, tipis banget Sakin tipisnya tidak ada yang tau kalau dia lagi senyum..
__ADS_1
"Lo lagi liatin siapa bro?" Dani yang menoleh kesamping tidak sengaja melihat sahabatnya lagi memperhatikan seseorang.
Dani yang Tidak mendapat jawaban dari sahabatnya pun mengikuti arah tatapan temannya itu, setelah melihat Dani jadi heboh sendiri..
"Ciee.. teman gue yang cueknya ngalahin cueknya bebek lagi meratiin anak baru ni,
Sana samperin dari pada Lo penasaran kan" seloroh Dani sambil menaik turun kan alisnya menggoda sahabatnya itu..
...cek..Rafa hanya berdecak kesal mendengar perkataan Dani, lalu dia mengalihkan pandangan ke ponselnya dan melanjutkan game nya yang sempat tertunda tadi karena tidak sengaja melihat Tiara yang mengobrol dengan 2 gadis teman kelasnya yang di tau bernama Nana dan Ajeng..
Dani yang merasa di cuekin dengan Rafa pun tak tinggal diam dia berdiri dari duduknya dan langsung berjalan ke depan dan duduk di bangku kosong samping Ajeng karena itu tempat duduk Kevin sedangkan Kevin berada di bangku belakang tepatnya bangku samping Rafa, dia sedang main game bersama dengan Rafa..
Nana yang melihat Dani duduk di samping Ajeng langsung menatapnya malas, Nana sudah tahu tabiat teman kelasnya itu, Pasti dia mau godain ni anak baru, fikir Nana..
"Mau ngapain Lo di sini" Nana melihat Dani yang hanya diam sambil menatap Tiara dengan senyuman aneh pun tambah kesal..
"Pergi Lo sana kembali ke bangku Lo, bikin mood gue rusak aja gara2 lihat muka buaya buntung Lo itu"..usir Nana pada Dani dengan ketusnya..
"Kenapa sih Lo beb marah2 Mulu nanti cepat tua Lo, kan jadi nggak cantik lagi" Dani yang melihat Nana memonyongkan bibirnya kembali menggoda Nana " kenapa tu bibir lo? Ngode ya minta di cium?.. dengan senyuman tengilnya Dani terus menggoda Nana dengan kata2 yang bisa bikin nana kesal, dan itu yang membuat Dani makin ingin menggoda Nana...
#sampai sini di dulu ya..
Terima kasih yang sudah baca❤️
__ADS_1