Mengejar Cinta Mutiara

Mengejar Cinta Mutiara
32. Dani dan Nana


__ADS_3

Ajeng dan Tiara merasa takjub dengan Dani, yang bisa suka sahabatnya sedari lama.


"Tapi Dan Lo kenapa baru bilang sekarang?"tanya Nana


Dani menatap lembut Nana dia juga masih menggenggam tangan mungil Nana..


"Lo tau semenjak hari itu gue berusaha cari lo, tapi gue nggak tau di mana Lo tinggal dan sekolah di mana karena waktu itu Lo nggak paket seragam sekolah, saat gue sudah lulus SMP gue berharap banget bisa satu SMA sama Lo".


"Dan betapa bahagianya gue saat melihat Lo untuk yang pertama kalinya setelah Lo nolongin gue, gue merasa bahagia biasa satu sekolah sama Lo, gue sudah susun rencana supaya gue bisa deketin Lo, tapi gue harus kecewa lagi karena banyak yang deketin Lo, gue terlalu takut untuk Lo tolak dan membuat Lo jadi menjauh dari gue Na"


"Setelah kita mau naik kelas 11 gue merasa sudah cukup untuk ngumpulin keberanian gue tapi lagi-lagi gue harus kecewa karena gue dengar dari banyak siswa kalau Lo dan Tian saling suka".


"Gue sakit hati Na, gue kecewa sama diri gue sendiri yang lamban untuk deketin Lo, makanya selama ini gue suka gombali cewek-cewek tanpa memacarinya, karena itu salah satu cara gue lampiaskan rasa kecewa gue" Dani menundukkan kepalanya dia merasa lega sudah ungkapkan perasaan nya yang telah lama dia pendam.


Nana menatap Dani dengan mata berkaca-kaca, bukan hanya Nana tapi Tiara dan Ajeng juga ikut terharu..


Nana balik menggenggam tangan Dani.


"Gue salut sama Lo Dan, tapi gue juga kecewa sama Lo, kenapa Lo harus lampiaskan rasa kecewa Lo dengan membuat cewek-cewek jadi baper dengan gombalan Lo" Nana menatap Wajah tampan Dani terlihat sekali kalau Dani ada Rasa menyesal.


"Maafin gue Na, gue janji akan berubah, tapi kasih gue kesempatan buat jagain dan bahagiain Lo Na, cukup Tian saja yang nyakitin Lo, setelahnya gue akan buat Lo menjadi wanita yang paling bahagia" ujar Dani Bersungguh-sungguh


Nana tersenyum manis, dia bahagia baginya setelah mendengar ungkapan hati Dani dan alasan mengapa di suka gombalin cewek-cewek, bagi Nana tidak ada alasan lagi untuk menolak.


"Gue kasih Lo kesempatan Dan, tapi Lo harus janji sama gue tidak akan lagi gombalin cewek sana sini, jangan lagi suka tebar pesona" ujar Nana yang membuat Dani jadi bersorak bahagia


"Yes gue punya pacar, gue punya pacar" girang Dani sambil berjoget-joget heboh, hal itu membuat teman temannya jadi geleng-geleng kepala dan Nana yang menjadi malu


"Aku janji Na, Aku akan berubah, tapi semenjak kita dekat beberapa hari ini aku jadi tidak pernah tebar pesona lagi apalagi gombalin cewek-cewek" semua membernarkan perkataan Dani karena memang akhir-akhir ini mereka sudah tidak pernah melihat Dani dekat dan gombalin cewek-cewek lagi..


Nana hanya tersenyum, dia juga sangat bahagia..


"Boleh peluk nggak beb?" Tanya Dani, karena masih takut kalau Nana meninjunya walau sekarang status mereka sudah pacaran tapi tetap saja Dani merasa masih agak takut.


Tanpa menjawab Nana langsung memeluk tubuh kekar kekasihnya itu, dia gemas dengan Dani sekarang kalau dulu dia kesal sekarang sudah berubah Menjadi cinta..

__ADS_1


Dani membulatkan matanya kaget Nana yang langsung memeluknya Dani juga membalas pelukan Nana, lalu mencium kening Nana agak lama..


"Aku cinta sama kamu" ujar Dani bersungguh-sungguh


"Aku juga Dan" Balas Nana dengan tersenyum mereka saling tetap sejenak sampai deheman teman temannya mengagetkannya.


..EHEMM..


deheman berjamaah mereka mengganggu ke romantisan ala Dani dan Nana..


"Dunia terasa milik berdua".


"Kita kita ini cuma ngontrak saja"..


Begitulah godaan-godaan sahabat Nana yang membuat Nana jadi tersipu..


"Selamat ya Na, gue turut bahagia lihat lo bahagia" Ujar Tiara membuat Nana jadi terharu


"Iya Na semoga kalian langgeng ya, dan sahabat kita yang satu ini cepat nyusul" Ajeng melirik Tiara, Tiara pun yang di lirik pura-pura saja tidak tau


Mereka makan dengan tenang sesekali Dani menyuapi Nana atau mengelap bekas makanan yang ada di bibir Nana.. (Duh pasangan baru ini buat kita jadi baper aja)


"Kita kapan kayak Gitu Ra" tanya Rafa tapi Tiarap tidak menjawab dia hanya tersenyum,


Rafa tidak masalah dengan Tiara yang tidak menjawab, dia juga tidak mau memaksa dia yakin Tiara punya alasan kenapa dia belum mau menerima dirinya, Rafa juga sudah bertekad kalau dia akan pelan-pelan megambil hati Tiara..


.


.


.


Di parkiran kafe terlihat mereka sudah mau pulang tapi sebelum itu Rafa mengehentikan teman temannya dan memberikan sebuah undangan ke pada sahabat-sahabatnya..


"Acaranya malam Minggu ini ya Fa?" Tanya Tiara

__ADS_1


"Iya Ra kamu harus datang, karena kamu akan menjadi tamu spesial ku" jawab Rafa sambil tersenyum tipis


"Em.. bagaimana ya Fa aku sudah terlanjur janji ada acara malam minggu nanti aku tidak mau buat beliau kecewa" Tiara menundukkan kepalanya merasa nggak enak ke Rafa.


"Emangnya Lo ada acara apa si Ra, dan acaranya bareng siapa?" Tanya Nana penasaran


"Lo masih ingat nggak cerita gue tempo hari kalau gue ketemu tante-tante baik, yang gue tolongin dari jambret" Nana dan Ajeng mengingat-ingat cerita Tiara beberapa hari yang lalu


"Emangnya nggak bisa di tunda Ra, Lo tega lihat muka kecewa Rafa" bisik Nana ke Tiara


Tiara mengalihkan tatapannya ke Rafa dia bisa melihat muka kecewa Rafa meski di tutupi dengan ekspresi datarnya


"Emm gini aja deh, aku datang ke Acara orang tua kamu dulu baru aku akan datang ke acara Tante itu, aku akan hubungi dia kalau aku agak terlambat" perkataan Tiara membuat Rafa yang tadinya kecewa berubah menjadi bahagia.


"Terima kasih ya Ra" tulus Rafa yang di angguki Tiara sambil tersenyum..


Merasa sudah terselesaikan semua, mereka pun bergegas pulang meninggalkan parkiran kafe dengan berboncengan seperti tadi saat mereka berangkat ke kafe..


.


.


.


Tinggal Rafa ni yang harus terus berjuang dapatin Tiara..


Semangat Rafa..


.


.


.


#Terimakasih🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2