
Tidak lama setelah Rafa dan Kevin duduk datanglah Nana yang membawa nampang yang berisikan minuman pesanan mereka tadi, di ikuti dengan mbak Uti di belakangnya dengan membawa nampang juga yang berisikan bakso pesanan Nana dan teman temannya..
Nana heran melihat ada orang yang lain yang duduk di mejanya tapi sebelum bertanya dia lebih dulu berterima kasih sama mbak Uti..
"Makasih ya mbak Uti" tulus Nana dengan senyuman manisnya
"Sama-sama neng.. kalau begitu sayapermisi neng, Aden" pamit mbak Uti ke pada mereka berempat..
Nana duduk di samping Tiara, Nana terus menatap Rafa dan Kevin dengan tatapan yang sulit di artikan tidak mau ambil pusing Nana langsung saja memakan makanannya, baru beberapa suap bakso yang ia makan Nana melihat orang yang paling dia benci berjalan membawa nampang dan dengan santai duduk tepat di depannya..
Nana meletakkan sendoknya dengan kasar lalu menatap Dani dengan sewot..
"Ngapain sih Lo duduk sini, ngerusak pemandangan tau nggak" ketus Nana sambil cemberut..
"Udahlah Na makan aja, tidak baik tau marah marah di depan makan" tegur Tiara yang membuat Nana tambah mencebikkan bibirnya..
"Tapi Ra.."
"Makan Na" potong Tiara tidak mau di banta
"Iya..iya Ra" jawab Nana lesu
Dani dan Ajeng heran, ternyata Tiara orangnya tidak sependiam yang mereka pikirkan, sedangkan Rafa dan Kevin tidak peduli dengan mereka berempat mereka tetap makan dengan khusyuk tidak terganggu sama sekali dengan suara Nana dan Tiara..
Di sela sela makannya Ajeng bertanya ke Tiara tentang sekolah lama Tiara Ajeng juga bertanya mengapa dia pindah ke HH School..
"Ra" panggil Ajeng
__ADS_1
Tiara yang merasa namanya di panggil oleh Ajeng langsung berbalik ke sebelah kirinya, Tiara duduk di tengah Ajeng dan Nana, ajeng di sebelah kirinya sedangkan Nana di sebelah kanan Tiara..
"Iya jeng, kenapa? Tanya Tiara
"Gue denger Lo pindahan dari Singapura ya, terus kenapa Lo tiba tiba pindah ke Indonesia, memangnya Lo orang indonesia?" Pertanyaan Ajeng membuat Tiara tertawa kecil, tawa yang membuat detak jantung seseorang bergetar hebat yang ternyata sejak tadi diam diam selalu curi2 pandang ke dia..
"Iya jeng gue pindahan dari Singapura, dan kenapa gue pindah ke sini ya karena gue ikut nyokap yang pindah juga ke sini, gue asli Indonesia kali jeng, Lo nggak bisa dengar nada bicara gue Indonesia banget" terang Tiara dengan kekehan kecil yang keluar dari bibir seksinya
"Tapi Lo nggak ada muka muka Indonesianya lebih mirip orang barat malah" bukan Ajeng yang ngomong tapi setengil Dani yang bersuara, membuat Nana jadi malas dan melirik sinis Dani..
"Gue belasteran Korea, nenek gue asli orang Korea tapi gue lahir di Indonesia setelah umur gue 3 tahun nyokap gue pindah ke Singapura, mengenai wajah gue yang ke barat baratan mungkin ini gen dari bokap gue" Tiara mengangkat bahunya saat mengatakan gen dari bokapnya seolah olah menandakan bahwa iya tidak tau dari mana wajah baratnya itu..
Mendengar itu temannya makin penasaran dengan kisah hidup Tiara, bahkan Kevin yang dingin pun ikut mendengar dan penasaran dengan sosok gadis cantik di depannya begitu pun dengan Rafa yang tak kalah penasaran dari yang lainnya..
"Terus Ra bokap Lo Di mana sekarang? dari cerita yang gue dengar dari Lo tadi cuma nyebut kalau ikut nyokap Lo, bukan nyokap bokap" kali ini pertanyaan dari Nana, akhirnya Nana bersuara juga yang sedari tadi hanya diam karena malas dengan Dani..
"Duh Ra maafin gue ya gue nggak bermaksud bikin Lo sedih" Nana jadi merasa bersalah dia langsung merangkul sahabat barunya itu di ikuti dengan Ajeng yang ikut merangkul Tiara..
"It's oke girls gue nggak papa ko" Tiara menenangkan teman tidak mau temannya merasa bersalah, menurutnya wajar kalau teman barunya bertanya soal itu..
Melihat 3 gadis cantik itu saling rangkul merangkul, Kevin dan Rafa langsung menghela nafas apa semua wanita kalau sedih seperti ini saling merangkul seperti Teletubbies? Begitu pikir mereka berdua..
Tapi berbeda dari Dani, setengil itu justru merusak suasana dengan ucapannya yang asal..
"Boleh ikutan rangkul kalian nggak" Dani berdiri sambil merentangkan tangannya seolah olah dia juga ingin merangkul ketiga gadis cantik itu..
Nana melepaskan rangkulan lalu menatap tajam Dani, Dani yang di tatap seperti itu hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar..
__ADS_1
..glekkk..
"Apa kata Lo tadi? Mau ikut ngerangkul? Ni rangkul ni" Nana dengan mengepalkan tangannya seperti ingin meninju Dani
Melihat itu Ajeng langsung berdiri dan menarik tangan Nana jangan sampai terulang lagi di mana Nana meninju perut Dani dengan keras..
" Udah Na sebaiknya kita balik ke kelas sebentar lagi mau bel, yuk Ra" Ajeng menarik tangan Nana Lalu di ikuti dengan Taira, begitu pun dengan Rafa Kevin dan Dani, mereka juga ikut berjalan keluar dari kantin tapi tidak ke arah kelas melainkan ke arah rooftop sekolah..
.
.
.
.
.
#*Mau bolos lagi kah Raf? Hati hati nanti berurusan lagi sama si ketos Dimas*#
.
.
.
#Terima kasih sudah baca!🙏🏻
__ADS_1