
"Gio kenapa aku jadi grogi seperti ini sih".
Nyonya Nat sangat grogi, takut dan cemas.
Hari ini memang rencana Tuan Gio ingin menemui Mama Kia, pertemuannya sudah atur dengan bawahannya, Tuan Gio tidak ingin menunda lebih lama lagi, dia juga sudah sangat merindukan wanita yang sangat ia cintai itu.
"Kau tak perlu cemas Nat aku yakin dia akan mau mendengar penjelasan dan alasan kita yang selama ini pergi tanpa pesan".
"Aku juga berharap seperti itu Gi, dia wanita yang dewasa pasti dia akan memberi kita kesempatan untuk memperbaiki kesalahan kita".
"Iya Nat kau rileks saja, jangan sampai kau tertekan dan membuat kesehatan kamu jadi menurun".
Nyonya Nat hanya mengangguk saja, akhirnya Mobil yang di tumpangi Tuan Gio membelah jalanan menuju Butik Mama Kia.
.
.
.
"Bu hari ada jadwal pertemuan dengan salah satu pengusaha yang mau memakai rancangan kita untuk di peragakan di acara Fashion show di perusahaannya". Nita memberitahu Mama Kia tentang janji temu dengan salah satu pengusaha sukses.
"Iya Nit saya tidak lupa, dan ini kesempatan bagus buat perkembangan Butik kita".
"Iya Bu saya yakin banyak pengusaha, model, geng sosialita bahkan sampai artis yang akan datang di acara tersebut".
"Iya Nit, persiapkan semuanya kita harus memberikan yang terbaik buat tamu penting kita ini".
"Baik Bu".
*
*
*
Beberapa menit kemudian sampailah mobil Tuan Gio di depan Butik milik Mama Kia.
Nyonya Nat sangat Gugup karena ini pertemuan pertama mereka setelah belasan tahun, begitu pun Tuan Gio dia sangat degdegan sekarang tapi dia harus tetap menemuinya dan menjelaskan semuanya.
Tuan Gio dan Nyonya Nat Turun dari mobil, Nita sampai tertegun melihatnya, ini untuk yang pertama kalinya dia melihat pengusaha sukses itu secara langsung.
"Wah ternyata dia lebih tampan aslinya, luar biasa auranya bikin jiwa jombloku meronta-ronta" Batin Nita yang terpesona dengan Tuan Gio.
Sakin terpesonanya Nita sampai tidak sadar kalau nyonya Nat dan Tuan Gio sudah berdiri tepat di depannya.
__ADS_1
"Selamat siang Mbak".
Nita tersentak kaget, dia malu karena tertangkap basah oleh istri dari orang yang ia tatap sampai tidak berkedip.
"Eh...selamat siang Nyonya, Tuan, silahkan masuk Ibu Kia sudah menunggu anda".
Tuan Gio dan Nyonya Nat berjalan masuk mengikuti Nita asisten Mama Kia.
Mama Kia tersenyum ternyata dia menunggu di depan ruangannya, tapi seketika senyumannya hilang di kala dia melihat siapa tamu penting yang di tunggunya itu.
Matanya Memanas, dadanya bergemuruh seluruh tubuhnya menjadi kaku dengan kaki yang lemas.
"Dia? Apa betul itu adalah dia? Apa aku sedang bermimpi?".
"Ibu Kia tamunya sudah datang".
"Iya Nit, kamu siapkan minum ya dan bawah keruangan saya".
Suara Mama Kia bergetar menahan tangis, wajahnya juga terlihat pucat.
"Bu Sazkia, apa ibu baik-baik saja". Tanya Nita khawatir melihat Mama Kia seperti orang yang linglung dengan muka yang pucat.
"Iya Nit saya baik-baik saja".
"Silahkan masuk Tuan, nyonya Kita bicara di ruangan saya saja".
.
Di ruang kerja Mama Kia.
"Kiani?"
Setelah lama hening akhirnya Tuan Gio buka suara.
Mama Kia mendongak dan menatap tuan Gio dengan ekspresi Marah, kecewa, Cinta dan rindu menyatu menjadi satu.
"Kiani bagaimana kabarmu". Tanya Nyonya Nat.
Tapi Mama Kia masih diam, mulutnya kaku matanya juga terlihat sendu.
"Kiani" Tuan Gio mencoba mendekati Mama Kia dan ingin memeluknya tapi mama Kia menghindar.
Tuan Gio menatap Mama Kia dengan ekspresi yang sedih matanya memancarkan kerinduan dan cinta yang begitu dalam.
"Kiani Maafkan Kam--".
__ADS_1
"Kenapa?" Belum selesai Nyonya Nat berbicara Mama Kia lebih dulu memotongnya.
"Kenapa kalian datang lagi di kehidupan saya".
Mama Kia mencoba tegas tapi tidak bisa karena memang mama Kia memiliki sifat yang lembut jadi susah untuk membuat dirinya tegas dan tegar.
"Belum cukup puas kah kalian nyakitin saya ha?"
"Kalian mengaku padaku kalau kalian bersahabat, kamu bilang Dia adalah sahabat kamu dari kecil nyatanya kalian ada main di belakangku, sampai kalian nikah dan kau meninggalkan aku sendiri".
Runtuh sudah pertahanan Mama Kia, air matanya menetes dengan derasnya di mata indahnya, dia memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.
Hati tuan Gio terasa nyeri dan sakit melihat tangisan Mama Kia begitu pun dengan Nyonya Nat.
"Kia tolong dengarkan dulu penjelasan kami, kami punya alasan Kia".
" Hiks..hiks..Alasan apalagi Mas semuanya sudah jelas, seharusnya kalian tidak datang kembali mengganggu ketengan hidup saya, saya sudah cukup bahagia selama ini jadi tolong jangan ganggu saya lagi".
Hati Mama Kia sangat sakit sekarang, apalagi melihat laki-laki yang dia cintai sekaligus yang telah menyakitinya datang menemuinya bersama dengan Istrinya.
"Kiani tolong sekali saja dengarkan kami, kami punya alasan yang kuat kenapa kami lakukan ini" suara Nyonya Nat melemah.
Mama Kia bisa melihat kesedihan dan penyesalan di mata sembab milik Nyonya Nat.
"Sayang dengarkan aku, aku mohon dengarlah penjelasan kami".
Tuan Gio mencoba menggenggam tangan Mama Kia, perasaan Mama Kia melemah dia tidak bisa pungkiri kalau dia merindukan laki-laki yang ada di hadapannya.
Nyonya Nat hanya menatap Mama Kia penuh harap, Mama Kia jadi terenyuh.
"Jelaskan". Seru Mama Kia.
"Kita duduk dulu sayang". Tuan Gio menarik tangan Mama Kia Untuk duduk di sofa di ikuti Nyonya Nat yang duduk di samping Mama Kia".
Dalam hati Mama Kia heran.
"Kenapa Kak Nat duduk di sampingku kenapa dia tidak duduk di samping mas Gio" batin Mama Kia Bertanya-tanya.
Nyonya Nat memberikan segelas air ke Mama Kia, Mama Kia menerima dan meminumnya.
Setelah terlihat agak tenang Tua Gio pun menjelaskan semuanya yang terjadi belasan tahun lalu.
.
.
__ADS_1
#TerimaKasih🙏🏻