Mengejar Cinta Mutiara

Mengejar Cinta Mutiara
29. Giorgino Andersson


__ADS_3

Di Bandara internasional Soekarno-Hatta, terlihat seorang laki-laki dewasa sekitaran umur 39 tahun berjalan dengan gagah dan penuh wibawa, laki-laki itu berjalan dengan seorang wanita cantik dan elegan dan sepertinya memiliki umur yang sama dengannya, di ikuti oleh asistennya di belakangnya..


Giorgino Andersson seorang pebisnis muda yang terkenal dengan tegas berwibawa dan di segani banyak rekan-rekan bisnisnya, juga sangat sukses dan mampu membuat perusahaannya berkembang dengan sangat pesat..


Terbukti dengan perusahaannya yang memiliki banyak cabang di berbagai negara..


Banyak mata yang memandang kagum dirinya karena siapa yang tidak kenal pebisnis Kaya Raya itu, orang-orang juga banyak menyebutnya Raja dari segala Raja bisnis..


"Aku datang sayang" Gumam Tuan Gio dalam hati


"Aku akan menemukanmu, aku akan bahagiakan kamu, aku akan tebus semua kesalahanku selama delapan belas tahun ini".


"Maafkan aku sayang maafkan aku yang telah meninggalkan kamu, semoga kau baik-baik saja, dan semoga kau masih mempertahankannya" Tuan Gio terus gumam dalam hati..


Dia berharap bisa menemukan cintanya, hatinya, jiwanya yang dia tinggal kan belasan tahun lalu..


Mobil melaju meninggalkan bandara menuju rumah mewah miliknya..


Dia terus diam dengan muka dingin dengan tatapan tajamnya wanita yang duduk di sampingnya pun mengerti apa yang ada di dalam pikiran lelaki dewasa itu..


"Gio" panggil Nathania Ribka, istri sahnya yang dia nikahi 15 tahun lalu, wanita pilihan ayahnya yang tidak bisa ia tolak..


"Aku tau apa yang kamu pikirkan sekarang, apapun yang kamu lakukan aku akan selalu mendukungmu, aku akan membantumu kembali dengannya, aku akan menebus rasa bersalahku padanya" nyoya Nat berkata dengan lembut dan lemah wajahnya juga terlihat pucat..


Gio menggenggam erat tangan sahabatnya sekaligus istrinya itu, mereka bersahabat sedari kecil tidak ada cinta di antara mereka, meski sudah kenal lama dan hidup bersama tapi mereka sudah memiliki cintanya masing-masing..

__ADS_1


Bagi Nyonya Nat Hatinya sudah beku perasaannya telah mati cintanya juga sudah ikut terkubur bersama dengan kekasihnya yang telah tiada, kekasih yang sangat ia cintai sampai detik ini..


Begitupun dengan Tuan Gio cintanya hanya untuk istri pertamanya, istri yang ia nikahi delapan belas tahun yang lalu, tapi dia harus meninggalkannya demi kebaikan dan keselamatan sang istri..


Baginya tidak ada yang bisa menggantikan wanita cantik itu, wanita lembut yang memiliki sorot mata yang teduh dan menenangkan.


"Tidak usah kamu pikirkan Nat, ingat kata dokter kau tak boleh banyak pikiran dan kecapean seharusnya kau tidak usah ikut" Tuan Gio menatap wajah pucat istrinya


Nathania tersenyum dia juga ikut menggenggam tangan Tuan Gio menggunakan tangan satunya lagi.


"Kau tau Gi, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya, Gadis cantik yang baik hati polos dan juga cerdas, aku ingat saat pertama kali kau kenalkan padaku, dia sangat bahagia begitu pun aku bagiku dia sudah seperti adik perempuanku" nyonya Nat tersenyum mengingat gadis yang mampu membuat sahabat dinginnya jatuh cinta..


"Tapi Gi, apakah dia mau memaafkan kita?"lirih nyonya Nat sambil menundukkan kepalanya..


"Sudah ku bilang Nat kau jangan pikirkan itu aku yakin dia akan memaafkan kita, dia wanita yang baik dan dewasa pemikirannya dia akan mengerti dengan ketidak berdayaan kita waktu itu" Tuan Gio mencoba menenangkan sahabat berkedok istrinya itu, dia tidak mau sampai sang istri kembali drop akibat terlalu banyak pikiran.


.


.


.


.


Sedangkan di sebuah Butik terlihat Mama Kia sedang kedatangan tamu..

__ADS_1


Tamu Mama Kia adalah Mami Dina, keadaanya juga sudah baik-baik saja.


"Aku sangat puas Kia bajunya sangat bagus, iyakan mas?" Mami Dina merasa sangat puas dengan hasil rancangan mendadak Mama Kia


"Iya Mi bajunya juga sangat Pas di badan Papi".


"Iya Mami bajunya bagus banget pas juga di badan Nia, coba deh Mami lihat Nia seperti seorang princess" Nia berputar putar di depan cermin dia sangat menyukai gaun barunya yang ia akan pakai tiga hari lagi di acara orang tuanya.


"Alhamdulillah syukurlah kalau Mbak sekeluarga suka dengan hasilnya, dan untuk gaun gadis kecil ini Tante rancang dengan spesial, makanya Nia sekarang tambah cantik saat memakainya" Mama Nia berjongkok dan mencubit pipi Nia pelan.


Nia pun tersenyum malu mendapatkan pujian dari Mama Kia tidak lupa dia berterima kasih.


"Terima kasih Tante Nia sangat suka gaunnya" Nia tersenyum manis membuat semua yang ada di sana menjadi gemas.


"Iya sayang gaun kamu sangat cantik, sayang sekali kakak kamu tidak bisa ikut fitting tapi Mami yakin di tangan terampil Tante Kia setelan jas milik kakak kamu akan bagus dan pas seperti milik Papi".


Setelah acara Fitting, Mami Dina Papi Reza dan Rania pun pamit pulang...


Tidak lupa juga Mami Dina mengudang Mama Kia untuk hadir di acara Anniversary mereka nanti..


.


.


.

__ADS_1


#Terima Kasih🙏🏻


__ADS_2