
Setelah beberapa jam di rawat, terdengar suara pintu kamar rawat Mami Dina di buka dengan kencang dan masuklah seorang gadis kecil, gadis kecil itu menangis sejadi jadi nya sambil memeluk Maminya, Papi Reza hanya menghela nafas sedangkan Tiara berfikir kalau gadis kecil itu adalah anak bungsu dari mami Dina yang dia ceritakan tadi..
...hiks..hiks...hiks...
Tangis gadis kecil itu belum redah juga, mami Dina mencoba menenangkan anak gadisnya itu..
"Sayang hei sudah Mami nggak apa apa kok nak" ucap Mami Dina sambil melepas pelukan kencang anak gadisnya
"Nggak papa gimana itu tangan Mami di perban pasti sakit kan" gadis kecil itu masih terisak sesekali menghapus air matanya
"Nggak sayang sudah nggak sakit ko kan sudah di tangani oleh dokter, untung kak Tiara cepat membawa Mami ke rumah sakit" tambah Mami Dina
"Iye nak Mami sudah tidak apa apa kok, Nanti sore juga Mami sudah di perbolehkan pulang" Papi Reza juga ikut menenangkan anak bungsunya
"Kak Tiara?" Boe Rania anak gadis Manis Dina
"Iya sayang Kak Tiara yang menolong Mami dan membawa Mami ke sini" ujar Mami Dina sambil menatap Tiara, Rania mengikuti arah pandang Maminya dia melihat seorang gadis cantik yang duduk di sofa ruang rawat Mami nya dan dia baru sadar saking paniknya tadi..
"Hai Kak maaf Rania tidak lihat Kakak tadi habisnya Rania panik banget takut Mami kenapa Napa" Rania berucap sambil mendekat dan duduk di samping Tiara
"Iya adik cantik tidak apa apa kok" Tiara tersenyum ke gadis kecil di depannya..
Rania memperkenalkan dirinya begitu pun Tiara, Rania langsung akrab dengan Tiara bercerita dan sesekali bercanda, Tiara yang notabennya anak tunggal sangat senang bisa kenal dengan gadis kecil imut dan ceria ini..
Mami Dina dan Papi Reza hanya tersenyum melihat anak bungsunya, karena selama ini dia susah dekat sama orang baru sedangkan dengan Tiara dia bisa cepat akrap dan langsung lupa kalau tadi habis nangis kejer akibat takut maminya kenapa kenapa..
"Benar benar cocok jadi mantu kita Pi, coba Papi lihat Rania bisa langsung akrab bahkan lupa sama Mami setelah ngobrol dengan Tiara, Tiara memang anak yang menyenangkan Mami berharap Tiara jadi mantu Mami Pi" Mami Dina terus memperhatikan interaksi antar anaknya dan Tiara sedang Papi Reza tersenyum..
"Kok kak Tiara bisa cantik banget sih" tanya Rania dengan muka imutnya
__ADS_1
"Rania juga cantik banget, pasti kalau gedek ngalahin cantiknya kakak" puji Tiara ke Rania membuat Rania tersipu malu
Mereka terus mengobrol, Mami Dina juga sesekali ikut nimbrung dengan oboralan kedua gadis beda usia itu, Rania juga bercerita kalau dia tau maminya Masuk Rumah sakit dari Pak Herman supir keluarganya..
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 3 sore, terdengar bunyi handphone Tiara segera mengangkatnya, Rania bisa mendengar Tiara sedang berbicara dengan mamanya
"Iya Ma Tiara nggak papa kok ini juga udah mau pulang, iya mah dah Assalamualaikum" setelah menutup telponnya Tiara berjalan ke arah bangsal Mami Dina di sana juga Rania sudah duduk di samping sang Mami
"Tante Tiara pulang dulu ya, soalnya Tiara sudah dari tadi ninggalin rumah, Mama Tiara juga sudah pulang dari pertemuannya" pamit Tiara ke Mami Dina
"Ya kok pulang sih Kak, memang Kakak nggak bisa tinggal sampai Mami pulang" Rania kelihatan tidak Rela kalau Tiara pulang
Tapi Mami Dina menjelaskan ke anaknya kalau kapan kapan mereka bisa bertemu lagi dan juga bisa main bareng lagi..
"Janji ya kak Nanti kita ketemu lagi" cemberut Rania karena masih tidak rela Tiara akan pulang..
"Iya Kakak janji" Setelah mengatakan itu Tiara segera menyalami tangan Mami Dina dan Papi Reza tidak lupa mengelus kepala gadis kecil yang terlihat sedih itu..
.
.
.
.
Sesampainya di parkiranTiara tidak sengaja melihat Rafa Dani dan Kevin yang berlari masuk kedalam rumah sakit, dia bisa melihat jelas raut wajah Rafa yang sangat khawatir..
Tiara penasaran siapa yang sakit sehingga membuat Rafa dan teman temannya terlihat sangat khawatir..
__ADS_1
Tapi Tiara segera mengangkat bahunya acuh tidak mau pusing karena dia harus segera pulang ke rumah karena mamanya sudah sedari tadi menelponnya.
Tiara pun melajukan mobilnya menuju rumahnya...
...
Sedangkan di depan ruangan rawat Mami Dina terlihat Rafa cs sedang mengatur nafasnya mereka ngos-ngosan karena berlari saking khawatir nya dengan keadaan maminya, setelah mendapat telpon tadi dari adiknya Rafa langsung menuju Rumah sakit di ikuti oleh kedua sahabatnya
Rafa cs membuka pintu ruang rawat mami Dina, dia bisa melihat maminya duduk di temani papi dan adiknya
"Bagaimana ke adaan Mami" tanya Rafa cemas
"Mami sudah tidak apa apa sayang" jawab mami Dina
"Syukurlah" ujar Rafa Kevin dan Dani secara bersaman mereka sudah bisa bernafas dengan lega setelah mengetahui kalau Maminya tidak papa
"Kok ini bisa terjadi sih Tan?. bagaimana kronologinya" tanya Dani penasaran
Akhirnya papinya yang menceritakan kejadiannya tanpa ada yang terlewat si kecil Rania pun ikut menceritakan tentang Tiara dia menyebut kakak cantiknya lah yang telah menolong Maminya membuat ketiga pemuda tampan itu jadi penasaran..
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.#Terima Kasih