Mengejar Cinta Mutiara

Mengejar Cinta Mutiara
Dasar Rafa Posesif


__ADS_3

Keesokan paginya Rafa benar-benar datang pagi-pagi sekali.


Rafa terlihat sedang menunggu Tiara di Ruang tamu.


"Eh Nak Rafa, mau jemput Tiara ya?" Tanya Mama Kia basa-basi.


"Eh Tante, Tante kapan pulang?" Bukan menjawab Rafa malah balik bertanya.


"Tadi malam nak".


"Rafa kira Tante belum pulang karena Tiara bilang biasanya Tante akan pulang dua atau tiga hari tergantung pekerjaan Tante, makanya Rafa datang pagi-pagi sekali karena ingin mengajak Tiara berangkat lebih awal untuk sarapan bersama di kantin sekolah".


Mendengar itu Mama Kia jadi menjelaskan kepulangan mendadaknya dia.


"Maafkan Rafa Tante karena Rafa Tiara jadi di hina sepeti itu, tapi Rafa tidak akan biarkan ini terjadi lagi, apalagi Tiara sudah mau menerima Rafa sebagai pacarnya".


Mama Kia kaget mendengar kalau putrinya sudah berpacaran dengan Rafa, dia jadi melamun seperti memikirkan sesuatu.


"Tante tenang saja Rafa menerima Tiara apa adanya dan juga keluarga Rafa merestui kami kok Tante bahkan Mami dan adik Rafa sangat menyayangi Tiara melebihi rasa sayangnya ke Rafa sendiri Tante". Rafa seperti tau apa yang ada di dalam pikiran Mama Kia.


Mama Kia tersenyum lembut kearah Rafa dia juga mengelus kepala milik Rafa.


"Terima kasih ya nak Rafa sudah mau menerima Putri Tante apa adanya, Tante berharap Rafa bisa membahagiakan Tiara dan tidak pernah menyakitinya karena sudah cukup dia merasa menderita selama ini, buatlah dia bahagia Nak".


"Iya Tante Rafa akan bahagiakan dan sayangi Tiara sampai kapan pun".


Mama Kia tersenyum mengangguk kan kepalanya Tidak lama Tiara turun dan menghampiri Mama dan juga pacarnya itu yang sedang serius berbicara sesuatu.


"Selamat pagi Ma, selamat pagi Raf".


"Selamat Pagi juga sayang ". Kompak Mama Kia dan Rafa.


"Dih Kompak banget sih"


Mama Kia hanya tersenyum dia bisa melihat raut bahagia yang terpancar dari wajah cantik milik putrinya.


"Sebaiknya kita sarapan dulu sayang, karena mama pagi ini ada pertemuan, kamu juga harus berangkat cepat karena hari ini hari Senin di sekolah kalian pasti mengadakan upacara bendera". Ajak Mama Kia ke Tiara dan juga Rafa.


"Iya Ma".


"Iya Tante" sahut mereka berdua secara bersamaan.


.


.


.

__ADS_1


Setelah menikmati sarapannya, mereka pun berangkat ketempat tujuan Masing-masing, Mama Kia ke Butiknya sedangkan Rafa dan juga Tiara menuju sekolahnya.


Beberapa menit kemudian Tiara sudah sampai, Tiara bisa melihat Nana, Dani, Ajeng dan Kevin sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


Tiara turun dari mobil dan melambaikan tangannya ke arah kedua sahabat cantiknya.



Banyak mata yang memandang Tiara selain karena kecantikannya Tiara juga turun dari mobil pemuda tampan idola sekolah makanya Tiara jadi pusat perhatian.


"Cantik banget Neng".


"Ah bisa aja kamu Na, mentang-mentang sudah jadi pacar kang gombal sekarang sudah pintar gombal juga".


"Betul banget Tuh Ra Nana memang sekarang sudah ketularan virus gombal dari Dani".


"Perasaan gue diem-diem aja deh dari tadi" ujar Dani sambil memutar bola matanya sedangkan Ajeng dan Tiara hanya tertawa berbeda dengan Nana yang manyung.


"Udah yuk kita ke kelas saja".


Rafa menggenggam tangan Tiara di ikuti Ajeng dan Kevin, Nana dan Dani di belakangnya mereka saling bergandengan tangan membuat siapa saja menjadi iri karena mereka terlihat sangat serasi sekali.


"Widdih 3 pasang yang sangat best".


"Mereka terlihat sangat serasi"


"Emang mereka pada cantik semua, terutama Tiara, memang situ buluk tapi sok cantik".


Begitulah suara-suara yang terdengar saat ketiga pasangan itu berjalan di koridor kelas.


"Apa-apaan sih mereka kayak tidak pernah lihat orang bergandengan tangan, heboh bener" Nana jadi risih sendiri akibat ucapan dan tatapan para gadis fans dari pacar dan juga sahabat pacarnya.


"Abaikan saja sayang anggap saja mereka hanya kentut yang numpang lewat".


Mendengar ucapan Dani, Nana Dkk jadi tertawa sedang kan Kevin dan Rafa seperti biasa hanya memasang muka datar dan cuek.



(anggaplah Tiara Memakai segaram sekolahnya).


Melihat Tiara yang tertawa lepas membuat beberapa sekumpulan pemuda seangkatannya yang sedang duduk di depan kelas, manjadi memandang Tiara dengan tatapan memuja, karena kadar kecantikan Tiara jadi bertambah saat sedang tertawa di tambah lagi body yang sangat seksoy maklum saja seragam Tiara sangatlah ketat.


Melihat pacar yang di tatap seperti itu membuat Rafa jadi kesal.


"Apa yang kalian lihat, kenapa kalian memandang cewek gue dengan tatapan seperti itu".


Para siswa tadi yang memandang Tiara seketika mati kutu, karena mendengar suara Rafa yang dingin dengan sorot mata tajam, mereka semua tahu siapa Rafa dan dia tidak mau berurusan dengan Rafa dan juga gengnya.

__ADS_1


"Raf kamu kenapa?" Tanya Tiara.


"Nggak papa, ayo cepat kita ke kelas" Rafa menarik tangan Tiara, Tiara seperti terserat dengan langkah kaki Rafa yang cepat dangan kaki yang panjang meski Tiara termasuk gadis yang tinggi di usianya yang masih Remaja tapi Tiara tidak bisa mengimbangi Rafa.


"Ada apa dengan Rafa". Tanya Dani


"Nggak tau yank mungkin dia lagi cemburu".


"Dasar posesif".


Sedangkan Kevin hanya mengangkat bahunya acuh dan segara menarik Ajeng untuk masuk kedalam kelas.


Di dalam kelas terlihat Tiara sedang cemberut dan membelakangi Rafa sedangkan Rafa terlihat mengacak-acak rambutnya pelan.


"Aku begini karena aku sayang sama kamu Ra, aku tidak mau mereka memandang mesyum kamu".


"Kalian berdua kenapa sih?" Tanya Dani heran, mereka berempat baru saja masuk kelas dan melihat Rafa yang terlihat membujuk Tiara.


"Ra kamu kenapa kok muka di tekuk kek gitu".


"Rafa tuh Na nyebelin banget"


"Sayang aku hanya bilang besok-besok kamu jangan pakai seragam kek gitu, perasaan seragam kamu dulu tidak seketat ini".


"Raf baju ketat itu kekinian kale" ujar Nana Sambil melirik malas Rafa.


"Kekinian apanya, baju yang kalian pakai itu lebih cocok di pakai oleh Nia".


Nana membuang mukanya kesal tidak terima bahwa seragamnya di katakan lebih cocok dengan Nia adik dari Rafa.


"Sayang kamu jangan marah ya, sebentar aku akan membelikan kamu seragam baru, seragam ini kamu museum kan saja, Aku tidak mau pacarku memperlihatkan lekuk tubuhnya di depan orang banyak".


"Tapi Raf--"


"Nggak ada tapi-tapian dan bantahan sayang " tegas Rafa yang tidak bisa di ganggu gugat.


Tiara hanya bisa pasrah dengan muka cemberut.


"DASAR POSESIF" ucap Tiara, Nana dan Ajeng secara bersamaan.


.


.


#Terima Kasih yang sudah baca🙏🏻


Jangan lupa like, koment, and tambahkan ke Favorit!!

__ADS_1


__ADS_2