
Jam enam sore kurang sepuluh menit Rafa sudah sampai di rumah Tiara.
"Selamat Malam Tante".
"Selamat malam juga nak Rafa, tunggu sebentar ya nak palingan sebentar lagi Tiara Turun".
"Iya Tante".
"Memangnya kalian mau makan malam di rumah siapa sih nak".
"Di rumahnya Om Giorgino Tante, memang Tiara tidak cerita sama Tante".
Mama Kia mengerutkan alisnya mendengar nama yang tidak asing di telinganya tapi segera dia tepis mana mungkin dia ada di negara ini dan mengudang anak dan teman-teman anaknya makan malam, mungkin hanya kebetulan saja namanya sama.
Dan setau nya orang itu sedang berada di luar negeri dan hidup bahagia bersama dengan keluarga barunya.
"Tadi Tiara sudah cerita dan ijin sama Tante nak tapi Tante lupa nanya di mana kalian akan makan malam".
Rafa hanya mengangguk mendengar penjelasan mama Kia, tidak lama Tiara pun turun dengan anggunnya.
Tiara terlihat sangat cantik sampai-sampai Rafa tidak berkedip di buatnya.
"Ya Ampun apa dia benar cewek gue apa bidadari sih? Cantiknya nggak ada obat bikin gue pingin nikahin dia sekarang juga dan mengurung dia dalam kamar agar nggak ada yang bisa lihat kecantikan dan ke seksoyannya, sabar-sabar Rafa" Batin Rafa yang masih terbengong akibat terpesona dengan Tiara.
..Kheem..
"Kedip Nak Rafa, air liurnya juga sampai mau menetes tuh". Mama Kia berdehem membuat Rafa jadi kaget.
"Hehehe habisnya Tiara cantik banget Tan".
"Ah bisa aja kamu Raf, lagi pula aku kan memang cantik dari dulu". Ujar Tiara pede.
"Tapi aku tidak setuju sayang pakaianmu terlalu seksoy, ganti ya sayang aku nggak mau Mata Kevin Dani dan Om Gio jadi keluar dari tempatnya akibat melihat penampilan kamu".
"Ah kamu Raf nggak asik banget, ini Fashion tau lagi pula ini baju rancangan terbaru Mama".
"Iya nak Rafa, nggak papa itu memang modelnya begitu".
"Lebih baik sekarang kalian berangkat". Sebelum Rafa menjawab Mama Kia lebih dulu menyuruh mereka segera berangkat.
"Ya sudah ma Tiara pamit dulu" Tiara mencium tangan Mamanya dia ikuti dengan Rafa.
"Rafa pamit ya Tante".
"Iya nak hati-hati di jalan, jangan pulang tengah malam".
Rafa dan Tiara mengiyakan ucapan Mama Kia lalu mereka segera berangkat menuju kediaman Tuan Gio dan Nyonya Nat.
__ADS_1
Berapa menit kemudian sampailah Rafa dan Tiara di sebuah perumahan mewah, Rafa memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang paling besar yang ada di perumahan itu.
"Sayang kamu yakin mau turun dengan pakaian seperti ini".
"Iya yakin sayang, lagi pula kamu kenapa sih dari tadi hanya diam saja, aku kira kamu marah".
"Aku tidak marah sayang hanya saja aku nggak rela lihat kamu berpakaian seperti ini di Depan orang lain".
Rafa cemberut karena tidak terima Tiara berpenampilan seksoy.
"Sayang untuk malam ini saja karena sudah terlanjur".
"Oke tapi tidak ada lain kali".
"Iya tidak janji".
Rafa memandang tajam Tiara sedangkan Tiara hanya tersenyum manis membuat Rafa jadi gemas.
"Ya ampun sayang jangan tersenyum seperti itu".
"Kenapa memangnya".
"Senyuman kamu berbahaya biasa bikin orang jatuh cinta".
"Ah bisa aja kamu kang gombal".
Rafa hanya tersenyum lalu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Tiara.
Sesampainya di meja makan, ternyata mereka sudah berkumpul semua.
"Selamat Malam semua" Sapa Tiara dengan senyuman manisnya.
Semua Yang ada di sana jadi bengong kecuali si Kevin karena dia sudah bucin dengan Ajeng jadi menurutnya tidak ada yang cantik selain pacarnya, kalau Dani bengong sesaat kemudian sadar kembali karena mengingat kalau dia sudah punya cewek.
"Ya ampun Ra cantik banget sih kamu malam ini" Nana heboh sendiri melihat penampilan Tiara.
"Baru nyadar Na sahabat kita Tiara kan memang sudah cantik dari dulu dengan muka belasterannya".
"Iya betul jeng pasti itu gender dari bokap dia" ujar Nana tidak sadar.
"Ups maaf ya Ra" Nana merasa bersalah karena telah mengungkit tentang ayah Tiara.
"Udah Na santai aja, kalian juga sangat cantik malam ini".
Tiara tersenyum manis dia tidak merasa tersinggung sama sekali dengan ucapan Nana tadi.
Nyonya Nat dan tuan Gio saling pandang, mereka merasa takut kalau sampai Tiara tau siapa ayahnya dan Tiara tidak mau mengakui dan menerima kehadiran sang ayah.
__ADS_1
"Tiara sayang kamu sangat cantik malam ini".
"Makasih Tante juga cantik sekali malam ini".
"Ya sudah ayo kita mulai saja makan malamnya karena sudah tidak ada lagi yang di tunggu apalagi ini memang sudah masuk jam makan malam".
"Yey asikk" seru Nana dan Dani bersamaan.
(Dasar ngga ceweknya nggak cowoknya sama-sama doyan makan sungguh pasangan yang sangat serasi).
Mereka makan dengan hikmat, sesekali Nyonya Nat menambahkan makanan ke Piring Tiara.
"Tiara sayang makan sayurannya nak".
"Tiara tidak suka sayuran Tante, Tiara makan ayam goreng saja".
"Tante Tiara memang lebih doyan makan ayam goreng dan sup ayam, apalagi makanan buatan Tante Kia sangat Nikmat"
Nana mengacungkan jempolnya saat mengingat betapa enaknya masakan sederhana milik mama Tiara.
"Oh ya berarti Tiara sama dong seperti Om yang tidak suka makan sayuran, Om juga lebih suka makan ayam goreng dan sup ayam".
"Wah masa sih Om? Om kan bule dan lama tinggal di luar negeri pasti makannya ya makanan western " Nana mengangguk setuju mendengar ucapan Ajeng.
"Kalian salah Om lebih suka makan khas Indonesia apalagi masakan sederhana yang di masak sama istri Om rasanya tidak ada duanya". Tuan Gio jadi mengingat masakan istri pertamanya.
"Wah Tante Nat jago masak juga rupanya"
Tiara merasa kagum dengan nyonya Nat yang jago masak menu sederhana.
"Ah nggak juga Tiara sayang".
Mereka terus-menerus bercerita sampai makanan mereka habis.
Setelah itu mereka melanjutkan obrolannya di ruang tamu.
" Tiara sayang Mama kamu bener punya butik?" Tanya nyonya Nat.
"Punya Tante, Butik itu sebenarnya milik dari Oma Ranti tapi karena Oma Ranti tidak punya anak dan sudah mengangkat Mamaku menjadi anak jadi butik itu di wariskan ke Mama".
"Oh seperti itu lain kali Tante mau berkunjung ke Butik milik Mama kamu".
"Iya Tante silahkan saja". Nyonya Nat mengangguk dan tersenyum tulus.
Obrolan mereka terus berlanjut, sampai tak terasa sudah jam sepuluh Malam.
Mereka akhirnya pamit pulang karena mengingat besok mereka akan kembali bersekolah.
.
__ADS_1
.
#TerimaKasih🙏🏻