Mengejar Cinta Mutiara

Mengejar Cinta Mutiara
Kemarahan Mami Dina


__ADS_3

Tiara sudah tidak tahan lagi, dadaknya rasanya sangat sesak, dia membenci keadaan ini dia membenci laki-laki yang sudah meninggalkannya dan mamanya.


Menurutnya penghinaan ini terjadi karena dia.


"Lo benar Yura gue memang nggak pantes dengan Rafa". Ujar Tiara melemah


"Ya Lo memang nggak pantes, dan bagus kalau Lo tau diri" ucap Yura sombong.


Mami Dina sudah tidak tahan lagi melihat Kelakuan Yura.


..Plakk..


Wajah Yura terpental kesamping akibat tamparan keras dari Mami Dina.


"Kau sudah sangat keterlaluan Yura, semoga anak gadisku tidak berkelakuan sepertimu" Murka Mami Dina dengan tatapan marahnya.


Teman-teman Rafa dan Tiara bersorak gembira.


Yura malu sekali pipinya juga terasa panas mamanya terlihat khawatir terhadap Yura.


Hening sesat, Papi Reza mencoba menenangkan Istrinya lalu dia juga mencoba membubarkan pesta lebih awal.


Nafas Mami Dina naik Turun sedangkan Tiara masih saja meneteskan air matanya dan sahabat-sahabatnya mencoba menenangkan Tiara bersama nyonya Nat juga.


"Hei cantik, lihat Tante sayang" nyonya Nat mengangkat wajah Tiara yang sedang menunduk


"Kamu adalah gadis yang baik tante salut sama kamu, kamu sangat menyayangi mamamu, mamamu pasti bangga punya anak baik dan cantik kayak kamu"


"Andai saja Tante punya anak kayak kamu atau anak laki-laki pasti Tante akan angkat kamu jadi mantu".


Tiara tersenyum pedih mendengar ucapan Nyonya Nat, yang baru dia kenal tapi sudah sangat peduli padanya.


Tiara bangkit dan berdiri lalu berkata.

__ADS_1


"Rafa dari awal ini yang aku takutkan Aku takut semua ini terjadi dan mempermalukan kamu, kamu tanya kan alasannya kenapa aku takut menjalin hubungan ini adalah salah satu alasannya"


"Apalagi kamu banyak yang suka otomatis banyak juga yang benci aku, lebih baik aku pergi dan lupakanlah perasaanmu terhadapku".


Setelah mengatakan itu Tiara berlari keluar dari ballroom.


Teman-temannya mencoba mengejarnya tapi Rafa menghentikannya.


"Biar gue saja yang menyusulnya" Rafa berlari kencang menyusul Tiara.


Tuan Gio dan nyonya Nat menatap sedih kepergian Tiara.


"Puas kamu ha? Puas karena Sudah menghancurkan pesta saya dan di tambah kau menghina calon mantu saya, saya tidak akan pernah memaafkan kalian lebih baik kalian pergi dari sini" usir Mami dengan emosi dadanya juga sudah naik turun.


"Maafkan atas kelakuan anak dan istri saya nyonya Reza saya akan memperingatinya"ujar Tuan Harus merasa tidak enak karena kelakuan anak dan istrinya.


"Kau sudah sangat keterlaluan Ma, ayo pulang Papa akan kasi kalian berdua hukuman karena kau sudah buat papa malu" ancam papanya Yura membuat nyali Mamanya Yura jadi ciut, sedangkan Yura tidak peduli karena dirinya sedang sangat kesal.


"Ayo cepat kita pulang" Papa Haris menyeret tangan istri dan anaknya setelah pamit dan meminta maaf dengan Tuan dan Nyonya Hutama.


.


.


Di terlihat sangat kacau, air matanya mengalir deras..


"Gue benci Lo yang sudah buat hidup gue dan mama gue selalu di hina"


"Gue benci Lo karena Lo orang yang paling jahat yang sudah nyakitin gue dan mama gue".


"Gue juga benci Lo Yura benci banget" Teriak Tiara melampiaskan emosinya.


Tiara terduduk dengan lemas tangannya menutup mukanya yang sedang menangis itu.

__ADS_1


Untung taman sepi tidak ada orang sama sekali karena memang jam sudah menunjukkan Pukul 10 malam.


Rafa mendengar teriakan Tiara, lalu berlari menuju taman, dia bisa melihat Tiara yang menutup mukanya pakai tangan dengan bahu yang bergetar menandakan kalau Tiara sedang menangis sekarang.


Rafa mendekati Tiara dan memeluknya.


"Maafkan aku Ra, semua ini karena terjadi karena aku, tapi percayalah Ra aku nggak bisa tanpa kamu"


"Kamu tau saat kamu menyuruhku melupakan perasaan ku ke kamu membuat dadaku jadi sakit, tolong Ra kamu boleh pukul aku sebagai pelampiasan kemarahan kamu tapi tolong jangan suruh aku menjauh apalagi melupakan perasaan ini".


"Aku bisa mati Ra, kalau kamu menjauhi ku" Ada kesedihan di setiap kata yang keluar dari mulutnya.


Tiara melepas pelukan Rafa lalu menatap bola mata hitam pekat milik Rafa dia bisa melihat cinta yang begitu besar di tatapan mata Rafa.


"Apa yang buat kamu cinta sama aku Raf?"tanya Tiara


"Aku juga tidak tau Ra, cinta ini datang begitu saja dan aku tidak bisa menepis itu, ini yang pertama buat aku Ra, kamu adalah gadis pertama yang membuat jantung ku berdebar-debar dengan sangat kencang, kamu juga yang pertama buat aku selalu kepikiran seseorang padahal selama ini saya tidak peduli Sama orang lain kecuali sahabat aku dan keluarga aku".


"Ra aku baru tau kalau gara-gara masalah itu kamu jadi tidak bisa menerima cintaku tapi aku janji Ra aku tidak akan pernah meninggalkan kamu"


Tiara bisa melihat ketulusan Rafa, dia juga tidak bisa membohongi perasaannya kalau dia juga cinta sama Rafa


Rafa menggenggam tangan Tiara lalu mereka saling tatap, Rafa tersenyum Tiara langsung memalingkan wajahnya karena malu dan salah tingkah.


.


.


.


Bersambung.


.

__ADS_1


.#Like dan Koment dong biar author tambah semangat!!


__ADS_2