
Di dalam ballroom hotel Mami Dina terlihat mondar mandir sedangkan Papi Reza hanya bisa menghela nafas melihat istrinya yang gelisah.
Padahal sudah sedari tadi papi Reza mengajak Mami Dina untuk istirahat karena tangan papi Reza sudah terasa kebas karena menggendong Nia yang ketiduran.
Tapi mami Dina tidak mau, dia tetap menunggu Rafa karena dia yakin Rafa akan membawa Tiara kembali.
Begitupun teman-teman Rafa dan Tiara tidak ada yang pulang karena di tahan oleh Mami Dina mereka semua di suruh menginap di hotel.
Kevin yang melihat mata mengantuk Ajeng pung menarik kepala Ajeng untuk bersandar di dadanya.
"Ngantuk banget ya"
Ajeng hanya mengangguk pelan karena rasa kantuknya makin parah setelah Kevin mengusap-usap pelan Rambutnya.
Begitupun dengan Nana dia sudah beberapa kali menguap, tapi dia mencoba menahan kantuknya karena khawatir dengan Tiara, apalagi sejak tadi Tiara tidak mengangkat telponnya.
Nana bersandar di pundak Dani, sedangkan Dani merangkul mesra pundak Nana.
"Rafa dan Tiara ke mana ya Dan?"
"Aku juga tidak tau sayang, tapi aku yakin sebentar lagi mereka akan datang".
Dani mengusap-usap pipi Nana pelan agar pacarnya itu bisa lebih tenang dan rileks.
Dan benar saja tak lama Tiara dan Rafa pun datang, semua orang yang ada di sana menghela nafas lega melihat Tiara baik-baik saja. Nana dan Ajeng langsung berlari ke Tiara dan memeluknya dia sungguh sangat khawatir.
(Padahal orang yang mereka khawatirkan Habsi mesra-mesraan, kalau Nana tau habislah Tiara di omeli.wkwkw)..
"Gue khawatir banget sama Lo Ra" Nana langsung memeluk erat Tiara
"Iya Ra gue takut Lo kenapa-kenapa, karena Lo pergi saat keadaan Lo lagi kacau" Ajeng juga memeluk Tiara erat sehingga Tiara menjadi susah bernafas.
"Hei..hei.. lepasin pelukan kalian cewek gue nggak bisa Nafas". Rafa melepas pelukan Nana dan Ajeng hal itu membuat Nana jadi cemberut sedangkan Ajeng malah tersenyum
"Kalian sudah jadian ya?" Tanya Ajeng sekarang rasa kantuknya sudah hilang
"Iya dong" Rafa merangkul mesra Tiara sedangkan Tiara hanya tersenyum malu-malu.
Teman-teman Rafa dan Ajeng memberikan selamat ke pada Rafa akhirnya dia bisa meluluhkan hatinya Tiara.
__ADS_1
..Ekheem"..
Mami Dina berdehem..
"Sayang apa benar kamu sudah terima anak cueknya Tante ini?" Tanya Mami Dina ke Tiara
"Iya Tante" Tiara menundukkan kepalanya takut kalau Mami Dina tidak setuju
Mami Dina tersenyum senang "Selamat ya sayang"Mami Dina memeluk dan mencium kening Tiara.
Mami Dina dan papi Reza merestui hubungan Rafa dan Tiara mereka juga memberikan wejangan kepada Rafa dan Tiara agar mereka saling menjaga diri agar tidak terjadi hal yang Tidak-tidak.
"Iya Mi Rafa akan buktikan kalau Rafa akan menjaga mencintai dan membahagiakan Tiara"
"Iya Nak pokoknya kalau kamu sampai nyakitin calon mantu Mami, Mami akan coret nama kamu Dari Kartu keluarga"
"Iya Mi Mami tenang aja, Rafa tidak akan mungkin nyakitin Tiara karena separuh nyawa Rafa ada sama Tiara, kalau perlu setelah lulus Rafa langsung nikahin Tiara".
Mendengar itu Tiara dan Yang lainnya membulatkan matanya, mereka tidak percaya kalau Rafa yang mengatakan itu tadi.
Mami Dina menggeplak punggung Rafa pelan.
..plak..
"Sekolah dulu yang benar terus sukses baru kamu boleh menikahi Tiara, Mami tidak mau Tiara kekurangan karena tugas Tiara hanya akan menghabiskan uangmu dan kau yang akan bekerja"
"Enak aja itu mah maunya Mami, mami kan kayak gitu papi yang capek-capek kerja Mami yang menghabiskan uang, Mami jangan meracuni otak polos cewek Rafa dong"
Rafa menarik tangan Tiara lalu merangkulnya, Rafa sekarang berubah menjadi manja, hal itu membuat Papi dan teman-temannya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sudah selesaikan, Tiara juga sudah kembali dan keadaannya baik-baik saja, Papi lelah ni Gendong Nia dari tadi"
"Ya ampun Pi maafkan Mami" Mami Dina menepuk keningnya
"Ya sudah anak-anak kalian Tidur dikamar kalian masing-masing" ujar Mami Dina
"Boleh Nggak Tan kalau kami bertiga satu kamar?" Tanya Nana
"Nggak bisa Tiara satu kamar sama gue"
Mata Mami Dina melotot dan memandang Rafa dengan Tajam.
__ADS_1
"Hehehe.. slow mom Rafa hanya bercanda"
Rafa nyengir dan mencium pipi Tiara dan berlari secepat kilat sebelum Maminya memukulnya.
Tiara malu, sangat malu dengan kelakuan Rafa yang berani menciumnya di depan orang tua dan teman-temannya.
"RAFA AWAS KAMU YA" mami Dina berteriak sedangkan Rafa sudah berlari menaiki lift disusul dengan Kevin dan Dani setelah mereka berdua juga berpamitan dengan Pacar-pacar mereka.
"Anakmu Pi persis seperti kelakuanmu"
"Sudahlah Mi namanya juga anak Muda, yang penting tidak kelewatan Batas"
Mami Dina menghela Nafas
"ya sudah kalian istirahat ya, Om tadi sudah pesan tambahan bed untuk kalian"
"Terima kasih om Tante"
Mereka pun berjalan menaiki lift menuju kamar mereka..
.
.
"Gi aku yakin Tiara itu anak kamu"
Nyonya Nat dan tuan Gio baru saja sampai di rumah mereka, mereka sekarang sedang duduk di ruang keluarga.
"Iya Nat aku juga yakin, hatiku selalu bergetar bila melihat Tatapan Mata teduhnya"
"Kamu harus segera cari tau tentang Tiara Gi" nyonya Nat sedari tadi kepikiran terus dengan keadaan Tiara, dia juga heran kenapa dirinya begitu ingin memeluk gadis remaja itu dan melindunginya tapi tadi dia tidak punya banyak tenaga karena terlalu syok
"Sudahlah Nat kamu jangan pikirkan itu lebih baik kamu jaga kesehatan kamu, soal Tiara biar aku saja yang selidiki, kamu hanya perlu berdoa dan menunggu kabar baik dari aku"
Nyonya Nat hanya mengangguk lemah, setelah itu mereka naik menuju kemar mereka masing-masing karena memang dari dulu mereka tidak pernah satu kamar kecuali saat kedatangan orang tua mereka.
.
.
.
__ADS_1
#TerimaKasih🙏🏻
Jangan lupa Like!!