
Nana yang tidak terima dengan omongan Dani yang menyeleneh langsung saja menggeplak lengan Dani..
..Plak..
"Auu.." adu Dani sambil megusap usap lengannya yang terasa panas akibat di geplak Nana..
"Rasain Lo emang enak, siapa suruh ngomong sembarangan mana omongan Lo mesum begitu lagi" Nana tersenyum puas melihat Dani yang kesakitan..
"Jahat banget Lo beb padahal gue nggak ada maksud apa2 gue tu ke sini cuma ada perlu sama ni anak baru".. tunjuk Dani ke Tiara..
Tiara dan Ajeng yang sedari tadi memperhatikan perdebatan antara Dani dan Nana merasa heran, Tiara melihat Dani dengan heran, ada perlu apa? Fikirnya..
"Perlu apa, bilang aja Lo mau modus kan? Ngga.. nggak.. pergi Lo sana teman gue nggak akan mempan dengan modus dan gombalan Lo." Nana makin emosi dengan Dani, dan meninggikan suaranya semua mata teman2nya mengara ke mereka berempat tak terkecuali Rafa da Kevin.
Ajeng yang melihat sahabatnya emosi langsung berdiri dan menghampiri Nana..
__ADS_1
" Sabar Na" Ajeng sengusap usap tangan Nana dengan lembut
Nana menarik nafas dengan dalam..
"Na Lo kenapasi setiap sama Dani emosi Mulu, emang Dani salah apa?" Tanya Ajeng ke Nana, Ajeng heran kalau cuma masalah Dani yang playboy kan tidak masalah itu hak Dani tak seharusnya Nana emosi begitu..
"Tau ni Nana cantik, gue heran kenapa kalau sama gue bawaannya dia emosi Mulu, padahal kan gue nggak tau salah gue apa" Dani memasang wajah pura pura sedih, padahal ma dia biasa aja..wkwkwk..
Mendengar itu Nana jadi memutar bola matanya malas lalu menatap Dani dengan tajam..
" Ya elah Nana gue ke sini bukan karena itu Gue kesini mau ngomong sama neng Tiara" Dani menatap Nana lalu berpindah menatap Tiara yang hanya diam sedari tadi..
" Mau ngomong ap..." Belum Nana menyelesaikan omongannya tapi lebih dulu di potong oleh ajeng..
"Sudahlah Na, tidak baik terlalu benci sama seseorang, ntar Lo cinta lagi sama Dani, Lo pernah dengarkan kalau benci dan cinta itu beda tipis, dan siapa tau memang Dani ada perlu Sama Tiara" Ajeng menasehati Nana dengan lembut, Ajeng ini memang punya pikiran dewasa dan membuat seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka jadi kagum..
__ADS_1
"Dengerin tu Ajeng Na, jangan sampai Lo jatuh cinta sama gue, atau jangan2 Lo cemburu lagi setiap gue sama cewe, makanya Lo selalu marah2 sama gue, Iyakan?" Ujar Dani dengan pedenya..
" Dihhh...amit amit, gue cinta sama kadal bunting kayak Lo".. Nana mendelik dengan kata kata Dani yang sembarangan..
" Amit amit atau amin amin".. goda Dani dengan senyuman genitnya..
Nana yang melihat itu jadi pengen muntah, malas terus meladeni si bunya ini lebih baik dia ke kantin karena bel juga sudah berbunyi, Nana lalu mengajak ke dua sahabatnya..
"Udah yuk Jeng, Ra kita ke kantin aja, gerah di kelas Mulu apalagi ada buaya darat yang tidak laku, bikin panas aja" Nana berdiri dari bangkunya lalu menarik Tiara dan juga Ajeng..
Di bangku sudut paling belakang dua lelaki tampan yang sedari tadi memperhatikan Dani dan Nana yang berdebat, perdebatan mereka berdua memang sering terjadi, tapi yang membuat Meraka heran ada perlu apa Dani dengan anak baru itu??..
Melihat ke tiga gadis cantik itu berjalan ke luar kelas, Dani akhirnya memutar badannya dan berjalan kembali ke bangkunya..
#Terima Kasih sudah membaca🙏🏻
__ADS_1