Mengejar Cinta Mutiara

Mengejar Cinta Mutiara
Kesedihan Mama Kia


__ADS_3

Mama Kia tiba di rumah pukul sembilan Malam, dia pulang hari itu juga padahal dia ada janji mau makan malam sama salah satu customernya, tapi dia lebih khawatir terhadap putrinya.


"Ehh Nyonya sudah pulang" tanya Bi Ria saat membuka pintu dia melihat majikannya berdiri di depan pintu.


"Iya Bi, Apa Tiara sudah tidur?".


"Kayaknya sudah Nya karena sehabis makan malam Non Tiara langsung naik ke kamarnya dan belum pernah turun sampai sekarang".


"Ohh begitu, ya sudah Bi saya naik ke atas dulu mau istirahat".


"Iya Nya, mau bibi siapkan makan?".


"Tidak usah Bi saya sudah makan ko tadi"


Mama Kia berbohong padahal dia belum makan sama sekali sedari siang karena terlalu sibuk di tambah dia yang memikirkan sang putri jadi dia tidak pernah merasa lapar.


Bi Ria hanya mengangguk, Mama Kia naik ke atas menuju kamar Tiara dia mau memastikan ke adaan Tiara secara langsung.


..Ceklek..


Mama Kia membuka pintu kamar Tiara dengan pelan, lampu kamar terlihat sudah padam di ganti dengan lampur tidur.


Mama Kia mengelus sayang pucuk kepala Tiara, dia memandang muka pulas anaknya ada raut bahagia di muka damai Tiara, hati mama Kia terasa nyeri tidak terasa air matanya mengalir di mata indahnya.


"Maafkan Mama sayang, semua ini salahnya Mama, Mama tidak tau kalau kamu mengalami ini semua, tapi kamu selalu pandai menutupi ini semua sayang".


"Mama kira kamu akan bahagia tanpa dia, tapi secara tidak langsung dia juga menoreh luka terhadap kamu nak bukan ke mama saja, mama berharap kamu tidak pernah membencinya sayang".


"Mama sayang kamu nak, semoga kamu selalu bahagia sayang walau tanpa seorang ayah tapi mama akan selalu ada buat kamu dan akan selalu bahagiakan Tiara".


Mama Kia mencium kening Tiara, dia sangat sedih melihat nasib putrinya yang tumbuh tanpa seorang ayah di sampingnya, seharusnya anak perempuan lebih dekat dengan ayahnya, dan ayahnya akan lebih sayang terhadap anak perempuannya tapi sayang nasib Tiara tidak seperti teman-temannya yang mempunyai orang tua yang lengkap.


Air mata Mama Kia menetes mengenai pipi Tiara, Tiara merasa terusik dan perlahan-lahan membuka matanya, dia bisa mencium Bau wangi sang Mama yang sedang mencium keningnya.


"Mama".

__ADS_1


"Eh..iya sayang, Maaf sayang mama sudah mengganggu waktu istirahat Tiara". Mama Kia cepat-cepat menghapus air matanya karena tidak mau Tiara melihatnya kalau dia sedang menangis.


Tapi terlambat Tiara sudah tahu, apalagi tadi air Mata Mama Kia mengenai pipinya Tiara.


"Mama kapan pulang?". Tanya Tiara sambil duduk dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.


"Baru saja sayang, setelah pekerjaan Mama selesai mama langsung pesan tiket, mama sudah sangat kangen dengan Putri kecil mama ini". Mama Kia mencubit Kecil hidung mancung Tiara.


"Mama kenapa nangis?".


"Mama nggak nangis kok sayang".


"Mama jangan bohong Tiara tau tadi mama nangis kan".


Meski mama Kia terus menyangkalnya tapi Tiara tau kalau mamanya sekarang tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja.


"Maafkan Mama sayang gara-gara mama kamu harus di hina dengan teman-teman sebayamu" Mama Kia kembali meneteskan air matanya.


"Mama hei Tiara baik-baik saja, meski memang Tiara sempat sakit hati dan tidak terima karena Mama di hina tapi sekarang keadaan Tiara tidak apa-apa, banyak yang sayang sama Tiara dengan tulus, itu sudah cukup ko Ma, mama jangan sedih lagi".



"Tapi sayang andai saja Ayah kamu ada di sisi kita pasti kamu tidak akan mengalami ini semua".


"Ma dengarkan Tiara, Tiara tidak pernah merasa membutuhkannya Ma, ada mama sayang sama Tiara saja sudah cukup ko, Mama Jangan ingat-ingat dia lagi, Mama juga harus memikirkan diri Mama sendiri, Mama seharusnya sudah dari lama mencari penggantinya, apalagi Mama masih sangat cantik, bahkan tidak seperti Mama dari Tiara Mama lebih pantas di sebut Kakak dari Tiara". Tiara sedikit menggoda mamanya tapi pada kenyataannya Mamanya ini masih sangat cantik.


"Tiara kamu bisa saja sayang".


"Andai saja kamu tau Nak bahwa Mama sangat sayang terhadap Ayahmu, tidak ada satu laki-laki pun yang bisa menggantinya di hati mama, banyak laki-laki yang menginginkan mama tapi di hati mama hanya ada ayah kamu saja seorang". Batin Mama Kia.


"Kok mama jadi melamun sih, ayo Mama lagi ngelamunin apa?".


"Ah tidak sayang mama tidak melamun kok, ya sudah kamu tidur lagi, mama juga mau istirahat".


"Mama tidur di sini saja ya". Mendengar permintaan anaknya Mama Kia pun tersenyum lembut.

__ADS_1


"Iya sayang, tapi Mama bersih-bersih dulu".


"Iya Ma".


.


.


"Jadi dia sudah pulang dan sekarang sudah berada di rumahnya". Tanya Tuan Gio dengan seseorang di seberang telpon.


"Iya Tuan nyonya baru saja sampai".


"Apa terjadi sesuatu sehingga dia pulang dengan Terburu-buru bukannya kau bilang dia pulang besok".


"Benar tuan telah terjadi sesuatu, Nyonya telah melihat Video Viral tentang penghinaan yang di alami oleh Nona muda tuan".


"Apa?" Teriak tuan Gio dia kaget dan melupakan sesuatu kalau malam itu ada yang merekam kejadian di mana seorang gadis telah di hina.


"Bagaimana bisa kamu kecolongan, bereskan cepat Video itu hapus sampai tuntas jangan sampai ada yang menyebarkannya lagi".


"Baik Tua".


Tuan Gio memutuskan sambungan teleponnya, dia menghela Nafas dengan kasar.


"Maaf kan Daddy sayang semua itu terjadi karena kesalahan Daddy, Daddy janji akan menebus waktu kita bertiga yang terbuang sia-sia, Daddy akan membahagiakan kamu dan mamamu sayang, dan semoga kamu tidak benci dengan Dad" Gumam Tuan Gio dia mengingat Penghinaan Yang di alami Tiara di pesta Rekan bisnisnya.


Tangan Tuan Gio terkepal kuat.


"Putri dari Haris Darwin harus membayar ini semua, kesedihan dan penghinaan yang dia lakukan terhadap putriku harus dia bayar".


"Tunggu Dad sayang, Dad akan bungkam mulut-mulut jahat yang telah menghinamu".


.


.

__ADS_1


#TerimaKasih yang sudah Baca🙏🏻


Jangan Lupa like koment ya!


__ADS_2