Mengejar Cinta Mutiara

Mengejar Cinta Mutiara
30. Mencari Keberadaanya


__ADS_3

"Bagaimana apa kamu sudah menemukan keberadaannya?" Tanya seorang yang terlihat sedang menghubungi seseorang...


"Bagus pantau terus dia, jangan lupa selediki semua tentang dia delapan belas tahun belakangan ini" tambah seseorang itu lagi lalu menutup telponnya...


Seseorang itu adalah Tuan Gio, dia sengaja menyuruh seorang detektif handal untuk mencari keberadaan istri pertamanya..


..tok..tok..tok .


Pintu kamar Tuan Gio di ketuk dari luar..


"Gio, apa kau sudah bangun, kalau sudah lebih baik kau bersih bersih dulu dan segeralah turun untuk sarapan". Suara lembut seorang wanita yang sudah 15 tahun ini menjadi istrinya..


Tuan Gio pun perjalan membuka pintu kamarnya..


"Iya Nat aku sudah selesai mandi dan bersiap siap kekantor" Nyonya Nat tersenyum dia menatap wajah tampan suaminya..


"Kau mau ke kantor hari ini Gi?" Tanya Nyonya Nat


"Iya banyak berkas yang harus aku tanda tangani, dan ada juga masalah yang harus aku segera selesaikan" Tuan Gio dan Nyonya Nat berjalan menuju meja makan yang terletak di lantai satu.


"Ini semua kamu yang masak Nat?" Tanya Tuan Gio melihat makanan yang ada di meja makan adalah makanan kesukaannya semua..


"Iya, aku sengaja masak ini untuk kamu, walau tak seenak masakannya tapi seenggaknya sedikit mengobati rasa kangen mu Padanya" Nyonya Nat pun menyendokkan makan dan lauk nya ke dalam piring milik Tuan Gio


"Harusnya kau tak perlu lakukan ini, di sini banyak maid yang akan melakukannya, aku tidak mau kalau kau kecapean dan kembali drop" Tuan Gio menerima piring yang di sodorkan oleh nyonya Nat yang sudah di isikan nasi, SOP Ayam Ayam goreng dan juga tempe bumbu ke sukaannya sewaktu dia masih tinggal dengan istri pertamanya..


Makanan sederhana tapi di Sangat menyukainya apalagi kalau wanita tersayangnya yang buat pasti dia akan tambah beberapa kali..

__ADS_1


"Ayolah Gi kamu tau aku kan, aku tidak mungkin hanya diam saja di rumah tanpa melakukan apapun, lagi pula kau tak perlu khawatir kan keadaanku fokuslah dengan pencarian mu karena aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya" Tuan Gio menatap wajah sahabatnya itu, sahabat yang tidak bisa dia cintai, sahabat yang selalu mendukungnya bagaimanapun keadaanya.


"Kenapa jadi kamu yang tidak sabar untuk bertemu dengannya?" Tanya Tuan Gio


"Karena aku ingin minta maaf Gi, selagi masih ada kesempatan sebelum waktuku tiba Gi" Nyonya Nat berkata dengan lirih wajahnya juga terlihat sendu.


"Kau tidak bersalah Nat, yang salah itu orang Tua itu, dia yang memaksa kita dengan kekuasaannya" Ada Nada kesal di setiap ucapan Tuan Gio barusan.


"Tapi tetap saja Gi aku merasa sangat bersalah sekali" Nyonya Nat menangis dia sangat merasa bersalah, karena dia harus menyakiti seorang wanita yang di ketahuinya sedang mengandung itu walau dia lakukan demi keselamatannya agar tidak mengalami hal seperti yang di alami kekasihnya dulu.


"Sudahlah Nat kau jangan menangis kau jangan banyak pikiran, aku kantor dulu" Gio mengelus pucuk kepala sahabatnya, tidak ada adegan cium kening yang biasa di lakukan sepasang suami istri bila ingin berpergian atau sekedar ungkapan sayang..


"Iya Hati-Hati Gi" nyonya Nat tersenyum lemah


Tuan Gio pun berangkat ke kantornya di temani dengan asisten pribadinya yang merangkak menjadi supir nya juga..


"Semoga kau selalu bahagia Gio, semoga kau cepat bertemu dengannya dan hidup bersama dengan bahagia sudah cukup penderitaan yang kita alami selama ini, aku berharap sebelum waktuku tiba aku bisa melihat mu bahagia bersamanya" gumam Nyoya Nat dalam hati..


.


.


.


Sedangkan di sebuah parkiran sekolah terlihat Dani dan Nana sedang berdebat..


"Nggak gue nggak mau di bonceng sama Lo lebih baik gue naik taksi saja bareng Tiara, ayo Ra"

__ADS_1


"Nggak bisa Tiara bareng gue" Rafa mencegah Tiara pergi dengan Nana dan Menarik lembut tangan Tiara


"Udah sih Na, bareng Dani aja apa susahnya sih" Ajeng mulai jengah selalu saja begitu berdebat dulu tapi ujung-ujungnya berangkat bareng juga..


"Ya sudah deh nggak ada pilihan lain" Nana cemberut lalu menerima helm pemberian Dani..


Dani tersenyum puas


"Senyum atuh Neng, nanti nggak cantik lagi kalau cemberut begitu". Dani menggoda Nana membuat Nana tambah cemberut.


"Udah diam dan fokus aja bawa motornya Gue nggak mau mati muda apalagi gue belum pernah rasakan yang namanya pacaran" Nana berbicara dengan nada keras dan ketus..


Dani hanya tersenyum tengil lalu segera melajukan motornya menyusul Tiara yang berboncengan Rafa sedangkan Ajeng berboncengan dengan Kevin..


Mereka memang hari ini janjian mau ke Kafe Bintang, karena guru-guru sedang ada Rapat jadi semua murid di pulangkan lebih awal..


Dari pada bosan di rumah mending kita nongkrong aja di kafe Bintang itu usulan Dani tadi yang di setujui oleh temannya tak lupa mengajak ke tiga gadis cantik itu dan langsung di setujui oleh mereka bertiga.


.


.


.


.Bersambung


#TerimaKasih🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2