
Dimas mendekati Tiara, matanya memancarkan kemarahan dia tidak terima Tiara di perlakukan seperti itu..
"Kamu nggak papa kan Ra?" Tanya Dimas namun yang di tanya hanya diam
"Siapa yang lakukan ini ke kamu?" Tanya Dimas sekali lagi tapi Tiara tetap diam dan memandang Yura dengan muka datar..
Dimas pun sudah mengetahui siapa pelakunya dari tatapan mata Tiara yang sedari tadi tidak lepas dari Yura
Dimas pun berjalan mendekati Yura dan memandangnya dengan sorot mata tajam..
"Apa yang Lo lakuin ke Tiara?" Dimas bekata dengan dingin
"Apa urusannya sama Lo?" Tanya Yura dengan dingin juga matanya yang sembab karena habis menangis
"Gue hanya beri dia pelajaran karena sudah berani menggoda Rafa gue" tambah Yura lagi dengan sinis
"Lo keterlaluan Yura, ini pembuliyan namanya, dan loh harus di hukum" tegas Dimas
"Gue di hukum? Emang Lo berani hukum gue" Yura tidak takut sama sekali dengan Dimas karena selama ini tidak ada yang berani sama dia karena orangtuanya termasuk donatur di sekolah ini
"Gue yang berani hukum Lo, karena Lo sudah sangat keterlaluan" Dimas dan Yura terus berdebat sampai-sampai Yura tambah marah kenapa semua cowok tampan di sekolahnya memuja, membela dan mengagung agung kan Tiara
Yura marah, karena iri sama Tiara Yura merasa tersaingi..
Tiba tiba Yura tertawa sumbang..
"Hahahaha... Kalian semua lihat kan, bagaimana cowok cowok tampan di sekolah kita membela Tiara Matian Matian"..
__ADS_1
"Kalian lihat kan betapa Tiara di puja puja banyak orang, itu karena dia menggoda semua laki laki yang ada di sekolah ini, lihat Rafa yang notabenya cuek dengan perempuan bisa nyakitin gue kek tadi biasanya kalau gue deketin dia tidak pernah berlaku kasar sama gue"
"Itu semua karena dia" tunjuk Yura ke Tiara dengan muka marah
"Dia penggoda sama seperti nyokapnya, asal usulnya tidak jelas, tidak ada yang tau siapa bokapnya" Yura menggebu gebu menghina Tiara sampai membawa bawa mama Tiara..
Tiara yang mendengar mamanya seret seret dengan masalah tidak penting ini pun marah Tiara tidak terima..
"CUKUP.." Teriak Tiara dia berjalan menuju Yura dengan tangan yang terkepal kuat..
"Lo boleh kata katain gue, Lo boleh hina gue, Lo boleh lukai gue, tapi ingat jangan bawa bawa nyokap gue, karena Lo tidak tau apa apa tentang gue dan nyokap gue jadi jangan sok tau" Tiara marah tidak terima Mama di hina
"Gue bukannya sok tau, tapi pada kenyataannya Lo memang anak yang nggak jelas siapa bapaknya, Lo itu anak har*m hasil dari ngela**r nyokap Lo"..
..plakk..
"Tutup mulut kotor Lo itu" Tiara menampar kencang muka Yura..
Murid-murid di kantin pun diam mereka tidak menyangka kalau Tiara bisa menampar Yura meski memang Yura pantas mendapatkan itu.
Nana Ajeng dan Rafa ddk tersenyum puas melihat Tiara yang berani nampar Yura
"JANGAN PERNAH HINA NYOKAP GUE, NYOKAP GUE ADALAH WANITA PALING BAIK DI MUKA BUMI INI, gue memang hanya di besarkan oleh nyokap gue tapi bukan berarti semua yang Lo ucapkan itu benar" Tiara menggebu gebu, saking marahnya dia sampai mengeluarkan air matanya..
"Beraninya Lo nampar gue" Yura tidak terima Tiara menamparnya di ingin menampar balik Tiara tapi sebelum jari jari tangannya sampai ke pipi Tiara, Tiara sudah lebih dulu menahannya dan memelintirnya kebelakang..
"Lo tidak akan bisa nyakitin gue, tidak akan bisa, dan ingat jangan lagi Lo menghina nyokap gue, kalau Lo lakuin itu lagi gue akan patahkan tangan Lo" ujar Tiara dingin lalu mendorong tubuh Yura dengan kuat
__ADS_1
Yura terjatuh ke atas lantai, semua mata memandang sinis Yura, mereka bahagia akhirnya ada yang memberikan gadis sombong itu pelajaran..
Setelah mengatakan itu Tiara pun berlari keluar dari kantin menuju toilet, melihat Tiara yang berlari keluar Nana dan Ajeng pun menyusul tapi sebelum itu Nana lebih dulu berkata ke Yura..
"Rasain Lo badut emang enak, Lo tidak ada apa apanya di bandingkan dengan Tiara, dan ingat jangan ganggu kami lagi apalagi Tiara kalau sampai Lo lakuin itu lagi gue akan tonjok hidung palsu bekas oplas Lo itu, biar hilang tuh hidung sekalian" setelah itu Nana dan Ajeng pun segera menyusul Tiara ke toilet
Rafa mendekat ke Yura dan berkata..
"Hari ini Lo sudah sangat keterlaluan Yura, ini membuat gue semakin nggak suka sama Lo, jangan pernah ganggu gue dan Tiara lagi, karena gue akan melupakan batasan Gue melupakan kalau Lo itu perempuan, gue nggak akan segan-segan ngelakuin hal yang lebih parah dari yang Tiara lakukan tadi ke lo" Rafa berkata dengan dingin dan tegas..
Berbeda dengan Dimas yang hanya diam dengan tangan terkepal, dia ingin ikut menyusul Tiara tapi lebih dulu di tahan oleh Rafa..
"Lo nggak usah susul Tiara, lebih baik Lo urus perempuan itu" Ujar Rafa dingin lalu segera menyusul Tiara juga di ikuti Kevin dan Dani
Mendengar semua hinaan itu Yura jadi marah dan dendam, bukan takut dengan semua ancaman yang dia dapat dia malah semakin ingin menghancurkan Tiara..
"Tunggu saja sialan gue akan balas Lo lebih parah dari ini" gumam Yura dalam hati..
Rena pun membantu temannya berdiri..
Tian dan Dimas menyuruh semua murid segera bubar dan masuk kelas mereka karena bel masuk pun sudah berbunyi..
.
.
.
__ADS_1
.
.#Terima Kasih🙏🏻