Mengejar Cinta Mutiara

Mengejar Cinta Mutiara
Gue Harus Tau karena Gue Cowoknya Tiara


__ADS_3

Berita tentang hubungan Rafa dan Tiara sudah menyebar ke seluruh sekolah, Yura dan Dimas geram.


Saat waktu pulang sekolah tiba, Tiara dkk dan Rafa dkk berjalan menuju parkiran dengan canda tawa yang di buat oleh Dani.


Saat mereka sampai di parkiran, Tiara di panggil oleh seseorang.


"Tiara".



Tiara refleks berbalik begitu pun Rafa dan yang lainnya.


Dimas mendekat ke arah Tiara tanpa memperdulikan Tatapan Tajam Rafa dan tatapan heran dari teman-teman Rafa dan Tiara.


"Iya, ada apa?" Tanya Tiara tanpa basa-basi.


"Aku mau ngomong sama kamu boleh".


Tiara mengerutkan keningnya lalu memandang ke arah Rafa.


"Mau ngomong apa Lo sama cewek Gue?".


"Lo nggak perlu tau".


"Gue harus tau karena Gue cowoknya Tiara".


"Baru cowoknya kan? Gue yakin Tiara terpaksa Nerima Lo karena Lo terus-terusan mengejar-ngejarnya".


Dimas memandang remeh Rafa.


Rafa emosi mendengar perkataan Dimas yang seolah meledeknya, melihat pacarnya yang mulai emosi Tiara langsung menggenggam tangan Rafa.


"Maaf Dimas gue nggak bisa ngobrol sama Lo karena gue menghargai perasaan cowok gue, dan Lo salah gue menerima Rafa bukan karena terpaksa tapi murni karena gue cinta sama Rafa".


Mendengar itu Rafa seperti ingin melayang emosinya langsung redah seketika tapi berbeda dengan Dimas yang merasa marah dengan perkataan Tiara.


"Ra tolong sebentar saja, ada hal penting yang ingin aku bicarakan".


"Ya sudah kalau Lo mau ngomong ya tinggal ngomong aja ribet amat sih panas ni gue di sini, dari tadi mau ngomong tapi ngga Ngomong-ngomong". Nana mengibas-ngibaskan tangannya.


"Panas ya yank, lebih panas mana sama hati seseorang yang sekarang sedang berharap sama cewek yang tidak sama sekali suka sama dia bahkan cewek itu sudah punya cowok". Perkataan Dani serkas sengaja ingin menyinggung Dimas.


"Lo nyinggung gue". Dimas maju seperti ingin meninju Dani.


"Eits slow bro, jangan tersinggung, tapi gue emang niat nyinggung Lo agar Lo sadar kalau Tiara nggak mau ngomong sama Lo".


"Lo--"..


"Sudah Dim kita pergi saja percuma ngomong sama mereka, lebih baik Lo cari cewek lain saja masih banyak yang mau sama Lo".

__ADS_1


"Nah itu teman Lo pintar". Lagi-lagi Dani kembali memancing emosi Dimas.


"Lebih baik kalian pergi dari sini, jangan halangi kita mau pulang". Ujar Kevin dingin.


"Ayo sayang aku antar kamu pulang".


Tiara mengangguk dan langsung masuk ke mobil Rafa, begitu pun yang lainnya langsung masuk di kendaraannya masing-masing meninggalkan Dimas dan Tian yang sedang emosi.


Yura yang melihat perdebatan tadi langsung tersenyum miring.


"Awas aja Lo Tiara nikmati aja waktu-waktu Lo bersama Rafa sampai waktunya tiba gue akan hancurkan hubungan kalian, andai saja papa tidak mengancamku sudah ku buat kau menyesal, tapi aku akan main cantik, tunggu saja". Batin Yura penuh dendam.


*


*


*


Di perjalan Rafa Dan Tiara.


Suasana Hati Rafa yang tadi marah berubah menjadi bahagian pemuda cuek itu tak henti-hentinya menyunggingkan senyumannya.


"Kamu kenapa sih Rafa?" Tanya Tiara heran pasalnya sedari tadi Rafa hanya tersenyum sambil sesekali mengecup tangan Tiara.


"Aku bahagia sayang".


"Kamu bahagian karena apa?".


Tiara tersenyum jadi gara-gara itu pacar cueknya tak henti-hentinya tersenyum.


"Oh karena itu, wajar dong aku bilang seperti itu karena memang aku nggak merasa terpaksa Nerima kamu".


"Iya aku tau sayang, makasih ya sudah memilih aku".


"Iya sayang makasih juga karena kamu mau menerima aku". Tiara juga ikut tersenyum dia merasa sangat di cintai oleh Rafa.



Tidak lama mobil Rafa pun sampai di halaman Rumah Tiara.


"Mau mampir dulu nggak Raf".


"Nggak usah sayang aku mau langsung pulang aja".


"Bener ni langsung pulang, nggak ke mana-mana dulu?".


"Nggak dong sayang, lagi pula males banget keluarnya tanpa bareng kamu".


"Dih bisa aja kang cuek, biasanya juga pergi tanpa aku".

__ADS_1


"Sekarang kan beda lagi sayang, sekarang kan sudah ada pacar jadi wajib keluar bareng pacar dong". Rafa mengedipkan sebelah matanya.


"Dih genit banget sih" Tiara mencubit gemas lengan Rafa.


"Auw sakit sayang".


"Mana yang sakit sayang, aduh maaf ya tapi aku cubitnya pelan kok".


"Emang pelan.. heheheh"


"Ihh dasar Mr.Cool nyebelin".


Tiara membuang muka kesamping, Rafa yang melihat pacarnya ngambek pun Manarik tangan Tiara lalu membalik muka Tiara agar berhadapan dengannya.


Muka Tiara dan Rafa hanya berjarak beberapa senti saja, Tiara bisa melihat muka tampan milik pacarnya seolah terhipnotis Tiara memejamkan matanya saat Rafa mendekatkan wajahnya.


Cup


Rafa mencium bibir seksoy milik Tiara tak hanya mencium Rafa juga menghis*p lembut bibir Tiara meski masih kaku Tiara mencoba mengimbangi Rafa yang seperti orang yang sudah mahir.


Rafa mengeksplor seluruh rongga mulut Tiara menyalurkan rasa cinta mereka, mereka masih saling memangut sampai mereka merasakan nafas mereka akan habis.


Mereka melepaskan cium*nnya, Rafa dan Tiara menyatukan kening mereka dengan Nafas yang masih ngos-ngosan.


Rafa mengelap bibir Tiara yang basah karena ulahnya, muka Tiara terasa panas.


Rafa tersenyum dan membelai pipi mulus Tiara.


"Aku sayang banget sama kamu Ra, jangan pernah tinggalin aku".


"Iya sayang aku juga sayang sama kamu, dan aku tidak akan pernah tinggalin Kamu Raf".


Tiara dan Rafa saling berpelukkan, Setalah pelukan mereka terlepas Tiara pun keluar dari mobil Rafa.


"Aku jemput kamu jam 6 sore ya sayang, nggak usah dandan terlalu cantik".


"Iya sayang".


"Ya sudah masuk gih".


"Oke Raf hati-hati di jalan dan sampaikan salamku ke Mami Papi dan juga Nia".


Rafa mengaggap dan tersenyum, kemudian Rafa mencap gas mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Tiara.


Tiara pun masuk dan ingin langsung istirahat agar kelihatan Fresh di acara makan malam nanti...


.


.

__ADS_1


.


#TerimaKasih🙏🏻


__ADS_2