Mengejar Cinta Mutiara

Mengejar Cinta Mutiara
28. Kesedihan Tiara


__ADS_3

Tiara berlari dan masuk ke dalam toilet, dia marah dia kesal dia tidak terima Mamanya di hina..


Tapi dia juga kecewa, kecewa dengan sosok ayah yang tidak tau dia mana dia sekarang..


"Kenapa gue yang harus alami ini"..


"Bukan mau gue hidup di dunia ini tanpa seorang ayah"..lirih Tiara dengan air mata yang mengalir di pipinya


Kakinya lemas dia berjongkok di lantai dan menutup mukanya..


"Lo nggak papa kan Ra" Tanya Nana ke Tiara dia kaget melihat Taira yang berjongkok..


"Mama gue bukan P*****r dia wanita baik-baik, hanya saja nasibnya yang kurang beruntung" Tiara sesenggukan hatinya sangat sakit sekarang..


"Iya kami tahu, Mama Lo orang yang sangat baik, kita percaya itu kita percaya sama Lo" Ajeng memeluk sahabatnya dia kasihan melihat Tiara dia juga ikut meneteskan air matanya.


"Iya Ra kita percaya sama Lo, jangan dengarkan Mak Lampir itu lagi ya" Nana juga memeluk Tiara terlihat air matanya juga mengalir di pipi mulusnya.


Ketiga laki-laki tampan itu yang sedari tadi berada di depan pintu toilet mendengar omongan mereka merasa terharu mendengar mereka saling menguatkan.


Tapi hati Rafa sangat sakit mendengar tangisan Tiara, dia bersumpah dia akan tak segan-segan lagi bila ada yang membuat Tiaranya menangis...


"Gue bukan anak har*m meski selama ini gue nggak tau siapa bokap gue, tapi gue yakin gue punya bokap dan gue percaya suatu saat nanti nyokap gue akan cerita sama gue" Tiara masih menangis Segugukan matanya juga sudah sembab..


Rafa menerobos masuk dan memberikan seragam baru ke Tiara, dia tadi di perjalan menuju toilet menyuruh salah satu siswa untuk membeli seragam baru di Ruang Guru..


"Ra" panggil Rafa dengan lembut..

__ADS_1


Tiara mendongak lalu menunduk lagi, Rafa bisa melihat jelas kesedihan yang di rasakan oleh Tiara..


Dia mendekat Ajeng dan Nana pun mundur memberi ruang untuk Rafa menenangkan Tiara ..


"Ra Tatap mata gue" Rafa berjongkok dan mendongakkan kepala Tiara


"Siapa pun dan bagaimana pun kamu aku nggak akan terpengaruh, aku akan tetap sayang dan cinta sama kamu, aku akan tetap ngejar dan nungguin sampai kamu mau terima aku"..


"Tidak ada yang akan berubah Ra, tidak penting kamu mau punya bokap atau tidak aku akan tetap berada di sisimu" Tiara tersentuh mendengar ucapan Rafa yang lembut membuat hatinya menjadi tenang


Dengan air mata yang masih mengalir Tiara memeluk Rafa, Rafa membalas pelukan Tiara matanya terpejam dadanya sesak mendengar tangisan Tiara..


Tidak tahan lagi Rafa melepas pelukannya lalu menghapus air mata Tiara..


"Berhentilah menangis Tiara hatiku sangat sakit melihat Mata indahmu mengeluarkan air mata" perasaan Tiara menghangat mendengar kata kata manis Rafa


"Benar apa yang di katakan Rafa Ra kita akan tetap berada di sampingmu apapun yang terjadi" lembut Ajeng mencoba menguatkan Tiara


"Kita-kita semua tidak ada yang akan berubah Ra, malahan kita bangga sama lo apalagi sama nyokap Lo, walau gue belum pernah bertemu dia tapi gue yakin dia adalah sosok yang sangat hebat karena bisa membesarkan Lo sediri menjadi gadis remaja yang kuat dan sangat pintar".. Dani berkata dengan bijak semua sahabatnya memberikannya jempol..


Apalagi Nana, Nana untuk pertama kalinya memberikan senyuman tulus ke Dani membuat jantungnya Dani berdebar debar.


Tiara tersenyum haru mendengar semua kata-kata sahabatnya dia merasa beruntung memiliki sahabat baru yang tulus berteman dengannya..


"Makasih banyak ya semua, sudah tetap mau di sampingku walau kalian tau kalau gue" Tiara tidak melanjutkan ucapannya karena dadanya kembali sesak


"Sudahlah Ra jangan di ingat lagi, ini ganti seragam mu kita semua tunggu kamu di depan toilet" sahut Rafa sambil memberikan seragam baru ke Tiara

__ADS_1


Tiara menerima seragam itu dan menutup pintu toilet dan segera mengganti seragamnya dengan seragam yang baru..


.


.


.


"Lo nggak berubah dari dulu Ren" Tian tidak habis pikir kenapa pacarnya ini suka sekali berteman dengan Yura dan ikut ikutan membully seseorang..


Tadi di kantin saat semua murid sudah bubar Tian langsung menarik tangan Rena dengan sangat kuat menyeretnya menuju Taman sekolah..


"Lo tau Ren inilah sifat Lo yang tidak gue suka dari dulu dan inilah yang buat gue nggak bisa cinta Lo sebagaimana gue mencintai Nana" ujar Tian terlihat sekali di sorot matanya kalau dia sangat kecewa


"Terus kenapa Lo masih pertahankan hubungan yang dari dulu ini sudah tak sehat, asal Lo tau gue kek gini karana gue marah gue butuh pelampiasan kemarahan gue" Rena menatap sinis Tian laki-laki yang di cintai tapi sayang cintanya tidak terbalaskan


"Lo tau apa yang buat gue marah"..


"Lo Tian Lo yang bikin gue marah, meski gue mendapatkan Lo jadi cowok gue tapi gue ngga bisa miliki hati Lo, padahal gue tulus cinta sama Lo tapi di hati Lo hanya ada dia, Lo seperti tidak memberi gue ke kesempatan dan ruang untuk menempati hati Lo meski sedikit saja" Rena berkata lirih dengan air mata yang sudah mengalir.


Tian diam, karena semua yang dikatakan Rena memang benar adanya, andai bukan karena kedua orang tuanya yang menjodohkan dan memaksa untuk berpacaran dengan Rena mungkin Tian sudah bahagia dengan Nana dan tidak akan pernah menyakiti Nana dan Rena seperti ini..


.


.


.

__ADS_1


#Terima Kasih🙏🏻


__ADS_2