
Di Kediaman Tuan Gio terlihat Nyonya Nat dan Tuan Gio sedang menikmati waktu santainya karena hari ini hari Minggu jadi mereka lebih memilih beristirahat di rumah.
Tapi tidak lama setelah itu datanglah dua orang pria yang memakai setelan jas rapi memegang sebuah amplop coklat berjalan menuju Tuan Gio.
Tuan Gio yang melihat dua orang suruhannya langsung berdiri karena kedatangan kedua orang tersebut sudah sedari tadi di tunggu oleh Tuan Gio.
"Kita bahas ini di ruang kerjaku saja"
Tuan Gio langsung berdiri dan melihat ke arah Nyonya Nat.
"Nat aku keruangan kerjaku sebentar ya ada yang ingin aku selesaikan".
Nyonya Nat hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
Tuan Gio pun berjalan menuju Ruang kerjanya di ikuti oleh kedua orang pria tadi.
"Bagaimana hasil penyelidikan kalian?".
"Ini hasilnya Tuan, semua ada di dalam amplop ini".
Kedua pria berjas itu memberikan amplop berisikan sesuatu yang di ingin kan oleh Tuan Gio.
Tuan Gio menerima dan membaca isi amplop itu.
Saat membaca berkas tersebut ekspresi tuan Gio jadi berubah menjadi sendu, dia menatap sebuah foto dua orang wanita yang berbeda usia itu sedang tersenyum cantik.
"Akhirnya aku menemukan kalian" tuan Gio tersenyum mengusap Foto yang ada di tangannya.
Tuan Gio beralih menatap kertas yang berisikan informasi tentang kedua wanita tadi yang ada di dalam foto.
Mata tuan Gio terlihat memerah dan berkaca-kaca, kedua bawahan tuan Gio hanya menunduk kan kepalanya, dia tau kesedihan yang di rasakan oleh tuannya, karena mereka berdua sudah lama mencari informasi tentang masa lalu tuannya tapi tidak pernah berhasil.
"Pantas saja aku tidak menemukan kalian, karena kalian pergi ke negara yang tidak sama sekali aku pikirkan bahwa kalian berada di sana".
Tuan Gio mengusap air matanya.
"Kapan dia akan kembali ke kota ini" tanya Tuan Gio karena dari info yang dia baca wanitanya sedang berada di luar kota karena urusan pekerjaan.
"Sepertinya besok tuan".
"Apa kalian sudah menyuruh seseorang untuk mengawasinya?".
"Sudah tuan, bahkan kami juga menyuruh seseorang untuk menjaga Nona muda dari jauh tuan".
__ADS_1
"Bagus kalian harus terus menjaga dan mengawasi mereka berdua".
"Baik tuan".
Kedua pria tersebut pun pamit sambil menunduk kan kepalanya.
Setelah orang suruhannya pergi, Tuan Gio menghela nafas dan menyandarkan punggungnya ke kursi dan memejamkan matanya.
"Akhirnya aku menemukanmu sayang, tunggu waktu yang tepat aku akan datang menemui kalian berdua".
Tuan Gio pun bangkit dari kursinya dan berjalan keluar dari ruang kerjanya, tuan Gio mencari keberadaan Nyonya Nat untuk memberitahukan informasi yang sudah dia dapat.
"Nat" panggil Tuan Gio
"Nyonya berada di taman belakang Tuan"
Setelah mengetahui di mana istrinya berada tuan Gio pun berjalan ke arah taman belakang.
"Nat" nyonya Nat mengangkat kepalanya dia tersenyum melihat sahabatnya sekaligus suaminya itu berjalan ke arahnya dengan ekspresi yang bahagia.
"Iya Gio, kamu kelihatannya bahagia sekali, apa kamu mendapat kan informasi penting".
Tuan Gio hanya tersenyum dan duduk di kursi kosong samping nyonya Nat.
"Iya Nat orang suruhanku barusan membawa informasi tentang di mana keberadaan mereka berdua".
"Iya Nat, aku sudah tau di mana dia, di mana rumahnya di mana dia berkerja dan ke mana dia selama ini".
Tuan Gio menarik pelan tangan nyonya Nat agar duduk kembali.
"Ya sudah Gio tunggu apalagi ayo kita temui dia" nyonya Nat terlihat sangat antusias dan tidak sabaran.
"Tunggu Nat, kita atur waktu yang tepat dulu".
"Loh ke kenapa Gio?".
"Kita tunggu sampai di kembali ke kota ini, karena sekarang dia berada di luar kota karena urusan pekerjaan".
Mendengar itu nyonya Nat hanya bisa menghela nafas pasrah, padahal dirinya sudah tidak sabar sekali ingin bertemu dengan wanita yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.
"Ya sudah kalau begitu".
Tuan Gio memberikan amplop tadi yang dia bawa oleh orang suruhannya, Nyonya Nat membaca isinya.
__ADS_1
Nyonya Nat menangis sedih apalagi dia tau kenyataan bahwa gadis itu adalah anak dari sahabatnya, dia berjanji dia akan melindungi gadis itu dari siapapun yang akan menyakitinya.
.
.
Sedangkan di kota B terlihat Mama Kia baru saja menyelesaikan pekerjaannya.
Hari sudah sore show-nya juga berjalan dengan lancar, rancangan Mama Kia menjadi paling ter the best, banyak yang menyukainya terutama di kalangan Remaja.
Mama Kia sudah siap kembali ke hotel tempat di mana dia menginap bersama dengan Asistennya.
Nita asisten Mama Kia terlihat sangat gelisah selama di perjalanan menuju hotel.
Sesampainya di kamar hotel Mama Kia terlihat heran ke pada asistennya karena dari tadi terlihat sangat khawatir dan gelisah.
"Kamu kenapa Nit? Ada masalah kah? Tanya Mama Kia ke asistennya.
Nita terlihat ragu tapi dia juga tidak bisa menyembunyikan ini lebih lama, Nita mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah video ke Mama Kia.
Mama Kia menerima ponsel milik Nita dengan ekspresi bingung, lalu kemudian menonton Video yang membuat seketika matanya jadi melotot.
"Apa ini Nita?".
Mama Kia menangis melihat video viral di sebuah pesta, video itu berisikan putri kesayangannya yang di hina habis-habisan, Mama Kia duduk di kursi singel, Mama Kia syok dan terlihat sangat sedih air matanya terus mengalir.
"Kenapa kamu baru beritahu aku Nit? Kamu tau kan anak saya lebih penting dari segalanya".
"Maafkan saya Bu, saya juga baru lihat tadi pagi saat acaranya sudah di mulai, saya menelpon mbak Tiara, dan katanya mbak Tiara tidak apa-apa dia juga berpesan agar aku tidak memberitahukan Ibu".
Mama Kia hanya bisa menangis dia tau perasaan putrinya, dia juga berpikir apakah anaknya selalu di hina seperti ini.
"Lihatlah Mas akibat ulah mu yang meninggalkan kami tanpa pamit tanpa pesan, anak kita yang kena imbasnya, Kia hanya bisa berdoa Mas agar anak kamu tidak membenci kamu" gumam Mama Kia.
"Nit pesan tiket, kita akan pulang sekarang juga"
"Tapi Bu".
"Sekarang Nit dan tidak ada kata tapi-tapian".
.
.
__ADS_1
#TerimaKasih yang sudah baca🙏🏻
Jangan lupa like and koment dan tambahkan ke Favorit ❤️