Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 11


__ADS_3

Aku diantar kembali kerumah,padahal jam kerjaku masih berjalan,aku hanya bisa mengikuti perintahnya,dan pria itu langsung melajukan mobilnya.Aku mulai memasuki rumah kecilku.


"Lho,kamu sudah pulang nak?" ucap ibu.


Aku tak menggubris ucapan ibuku,aku melangkahkan kaki menuju kamarku.Aku mulai merebahkan tubuhku dan memejamkan kedua mataku.


"Tehnya diminum dulu," ucap ibu yang tiba-tiba datang kekamarku.


Aku tetap memejamkan kedua mataku,aku hanya mendengarkan suara ibu.


"Maafkan ibu nak,ibu tau sebagai orang tua ibu salah,ibu harusnya memenuhi kebutuhan kamu dan membuat kamu bahagia,tetapi malah ibu yang menjadi beban hidup kamu," ucap ibu lagi.


Aku tetap memejamkan kedua mataku,walaupun saat ini hatiku teriris mendengar ucapan ibuku.


"Ibu akan bicara dengan Pak Dirga untuk membatalkan perjodohan kamu antara Key," ucapnya lagi.


Seketika aku memikirkan ucapan pria itu,"jika kamu tak menikah denganku,pastikan bahwa keluargamu akan menderita," aku tak ingin keluargaku menderita karna ini.


Aku membuka mataku,dan langsung memeluk ibuku.


"Maafkan aku bu,aku terlalu egois," ucapku yang lamat lamat air mataku turun mengenai pipi.


"Aku akan menikah dengannya,demi ayah dan ibu," ucapku lagi.


Ibu mengendurkan pelukanku dan mengusap anak rambutku yang tersibak didepan mukaku.


"Terima kasih sayang,ayahmu pasti bahagia melihat anaknya memenuhi permintaannya," ucap ibu tersenyum.


Ibu memperhatikan leherku,ada sebuah kalung cantik yang terpasang,ibu mulai menyentuhnya dan bertanya.


"Kamu membelinya nak?" tanya ibu yang masih menyentuh kalung cantik itu.


"Pemberian Pak Key bu,tadi dia mengajakku membeli cincin pernikahan dan gaun pernikahanku," ucapku.


Rumah Key.


Sebuah keluarga kecil yang sedang menikmati makan malam.


"Kamu sudah mengajak Kirana untuk membeli cincin dan gaun pernikahan kan Key?" tanya mama.

__ADS_1


"Sudah mah," ucapku sambil mengambil udang balado.


"Apa kamu sudah mempersiapkan semuanya?" tanya mama lagi.


"Papa yang udah nyiapin semuanya," cela papa yang dari tadi diam.


"Lho,mama kok ga tau kalo papa uda nyiapin segala keperluan untuk pernikahan Key," bantah mama.


"Kalo ngajak mama,papa pasti pusing," jawab papa.


(emg emak-emak pasti ribet,hehe)


"Lalu,kamu mau kapan pernikahan dilangsungkan?" tanya papa yang menatap mataku.


"Tiga hari lagi pah," ucapku yang mengambil segelas air putih dan meminumnya.


"Wah,pasti kamu uda ngebet ya mau malam pertama sama Karina," ucap mama yang menggodaku.


Aku hanya terbatuk mendengar ucapan mama.


"Yasudah,nanti malam papa akan meminta Bram untuk mencetak undangan,dan menyuruhnya untuk memberitahu pihak dekor," ucap papa yang mengelap mulutnya menggunakan tissue.


Aku menaiki anak tangga,menuju kamarku.Aku merebahkan tubuhku,seketika wajah gadis itu melayang dipikiranku,yang menggunakan gaun cantik.


"Dia begitu cantik," gumamku dalam hati.


"Eh,hush-hush-hush kenapa jadi mikirin cunguk itu," desisku.


Aku memejamkan kedua mataku dan mulai terlelap dalam buaian mimpi tidurku.


Perusahaan.


Undangan pernikahan yang berwarna emas dan merah telah sampai disetiap tangan karyawan,ya pernikahan antara manager dan asistennya.Ada yang senang mendapat kabar,ada juga yang kecewa karna manager tampannya akan segera lepas dari masa jomblonya.Ada juga yang julid pada asistennya yang katanya guna-gunain manager supaya mau menikah dengannya.


"Wah gila lo na,mau nikah sama manager killer itu," sontak Desi yang tiba-tiba datang ke mejaku.


"Ga nyangka aku,kamu mau nikah sama dia na," tambah Santi juga.


"Ya,mau gimana lagi," ucapku pelan.

__ADS_1


"Ceritain ke kita dong,gimana kalian bisa mau nikah," ucap Desi yang memohon padaku.


"Jadi gini,aku sama pak..." ucapku yang terpotong,saat mendengar suara telfon berdering.Aku langsung mengangkat telfon itu dan memberi aba-aba pada Desi dan Santi untuk diam.


"Keruanganku sekarang," ucap manager killer lewat telfon.


"Baik pak," ucapku sambil menutup telfon.


"Siapa na?" tanya Santi padaku.


"Pak Key," jawabku pelan.


"Ah,cie dipanggil sama calon suami,yaudah sana lo keruangannya,bsk lo ceritain lagi ya kekita," ujar Desi yang menggodaku.


"Siap," ucapku sambil mengacungkan jempol.


Aku menuju ruangan manager killer itu,banyak pasang mata yang melihatku,ada yang senyam-senyum sambil mengucapkan selamat,ada juga yang membicarakanku,tapi aku menghiraukan ucapan mereka,menurutku ga penting.


"Permisi ada apa pak?" tanyaku pada pria itu yang masih duduk dikursinya.


"Dua hari lagi kita akan menikah,siapkan dirimu," ucapnya yang bangun dari duduknya dan mulai mendekatiku.


"Saya akan menikah dengan bapak tapi dengan satu syarat," ucapku berani.


"Apa?" tanyanya yang semakin dekat denganku.


"Jangan berhubungan badan saat kita menikah nanti," ucapku berani yang menatap matanya.


"Hahaha," pria itu hanya tertawa dan dia mulai melingkarkan tangannya dipinggangku.


"Baik,kalau begitu kita lakukan sekarang saja,kan kita belum menikah," ucapnya yang begitu menyeramkan.


Glek.


"Dasar gila!" ucapku yang mulai berani.


"Aku gila?" ucapnya yang menatapku lekat,tangan yang melingkar dipinggangku semakin kuat membuatku semakin merapatkan tubuhku dengan tubuhnya.


Jarak antara kita hanya 5cm saja,hingga aku bisa merasakan deru nafasnya,aku tak berani membuka mata dan lamat-lamat aku merasakan bibirku dikulum pelan olehnya,yang aku rasakan adalah hangat.Jujur saja,aku membalas ciumannya,selang beberapa menit aku melepaskan ciuman.Karna ruangan ini dibuka oleh seorang wanita.Wanita itu hanya terbelalak dengan kejadian tadi.

__ADS_1


__ADS_2