Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 39


__ADS_3

Setelah tiba dirumah aku langsung merebahkan tubuhku diranjang,saat ini pukul 14.30,disusul dengan Key yang ikut rebahan disampingku.Tak lama kantukku datang dan aku pun terlelap.


Key POV


"Yah dia tidur," ucapku saat melihat Kirana mendengkur,aku memeluk pinggangnya dan mengelus perutnya.


"Sayang jangan buat mami kesakitan ya," ucapku sambil mengelus perutnya perlahan,tak lama aku pun mengantuk dan tidur bersama.


XXX.


"Lapor tuan,saat ini istrinya sedang hamil muda,dan perusahaannya mengalami kenaikan yang sangat pesat," ucap salah seorang.


"Tunggu sampai istrinya melahirkan,akan ku buat mereka menderita," ucap salah seorang Tuan.


"Kenapa tidak langsung saja ayah?" tanya seorang perempuan.


"Tunggu ia bersenang-senang sementara sayang," ucap salah seorang Tuan pada putrinya.


"Baiklah," ucap seorang perempuan.


Kirana POV


Aku terbangun dari tidurku,ku melihat kesamping pria ini masih tertidur,pelan-pelan aku singkirkan tangannya yang memeluk pingganggku.Aku menuruni anak tangga untuk mengambil air dan beberapa buah yang ingin ku makan.


"Biar aku potong sini kakak ipar," ucap Adinda saat ia memasuki area dapur.


"Terima kasih dinda," ucapku sambil menyodorkan buah apel dan buag pir untuk dikupas dan dipotong dadu olehnya.


"Nih kak," ucap Adinda padaku sambil memberi apel dan pear yang sudah ia kupas dan ia potong.


"Kamu udah makan?" tanyaku hanya sekedar basa-basi pada Adinda.


"Udah kak,aku keatas dulu ya mau ngerjain tugas kuliah," pamit Adinda padaku dan langsung meninggalkanku sendiri didapur.


Aku menaiki anak tangga menuju kamar sambil membawa nampan berisi potongan buah serta jus untuk Key.


"Kamu udah bangun,nih aku bawain jus buat kamu," ucapku saat melihat Key terduduk diranjang.


"Aku kira kamu ilang," ucap Key sambil mengambil segelas jus apel kesukaanya.


"Emang aku tuyul bisa ilang-ilangan," ucapku sambil menusuk buah potong dengan garpu.


Setelah selesai,kami pun mandi bersama dan menuruni anak tangga untuk makan malam.


Dimeja makan hanya ada tiga orang,aku,Key,dan Adinda.Tak ada hal yang dibicarakan semuanya fokus untuk makan malam.


Setelah selesai makan malam,aku menuju kamar,dan Key menuju ruang kerjanya karna ada beberapa berkas yang harus ia tanda tangan.


Adinda Pratiwi


"Bibi lagi buat apa?" tanyaku pada Bi Inah.


"Oh ini non,susu untuk nyonya muda," ucap Bi Inah padaku.


"Ohh,bibi buatin cemilan aja buat Kak Key kan dia lagi kerja pasti butuh cemilan dan kopi,nanti susunya biar aku antar ke kakak ipar," ucapku pada Bi Inah dan dibalas anggukan olehnya.

__ADS_1


"Yaudah baik non," ucap Bi Inah dan aku langsung membawa nampan berisi susu menuju kamar Kirana.


"Eh aduh,aku kebelet puppy bi,bibi antar aja ya buat kakak ipar dan Kak Key," ucapku kembali kedapur.


"Baik non," ucap Bi Inah mengangguk sambil mengaduk kopi.


Aku menaiki anak tangga menuju kamar dan kembali berkutat dengan pekerjaan kuliahku.


Kirana POV


"Maaf nyonya mengganggu,saya buatkan susu untuk nyonya," ucap Bi Inah berada diambang pintu.


"Ah terima kasih bi," ucapku sambil menerima segelas susu dan langsung meminumnya.


"Sama-sama nyonya,saya permisi dulu," ucap Bi Inah padaku,aku melihat nampan berisi kopi dan beberapa cemilan.


"Eh tunggu bi,ini buat Key?" tanyaku pada Bi Inah.


"Iya nyonya ini untuk tuan," ucap Bi Inah padaku.


"Biar aku aja bi,bibi istirahat aja," ucapku sambil mengambil nampannya.


"Baik nyonya,terima kasih," ucap Bi Inah dan langsung menuruni anak tangga.


Aku menuju ruangan kerja Key,dan mengetuk pintunya.


"Eh sayang," ucap Key sambil menutup map merahnya.


"Nih kopi dan cemilannya,biar kamu semangat kerjanya," ucapku sambil menaruh kopi serta cemilan dimeja kerjanya.


"Makasih sayang," ucap Key sambil memegang tanganku.


"Mau kemana?" tanya Key sambil menarik tanganku.


"Kamar," jawabku pendek.


Tiba-tiba Key menarikku dan aku terduduk diatas pangkuannya.


"Temani aku," ucap Key yang berada dibelakangku.


Aku hanya menghembuskan nafas,melihat tingkah laku pria ini yang berubah menjadi manja.Aku bersandar didadanya,lamat-lamat kantukku datang dan tertidur diatas pangkuannya.


Key POV.


"Akhirnya kelar,eh dia tertidur," ucapku sambil melirik Kirana yang tak gerak.


Aku menggendong tubuhnya menuju kamar,dan membaringkannya.Aku mengecup dahinya sesaat dan menyusul untuk tidur dimalam yang gelap.


Kirana POV


Aku merasakan perutku sakit,aku terbangun dari tidurku saat tengah malam.


"Sa-kit," ucapku sambil menahan perutku.


Pria itu langsung membuka matanya,panik saat melihatku kesakitan.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Key padaku,aku tak ada energi apa-apa semua badanku lemas.


"Kita kerumah sakit," ucap Key panik dan langsung bergegas.


Key langsung mengendongku menuruni anak tangga,memanggil supir untuk menyiapkan mobil,aku tau arah tujuan ini pasti kerumah sakit.


"Ke-eyh sa-kit," rintihku sambil mencengkram tangannya.


"Iya sayang tahan ya," ucap Key panik saat melihatku dan langsung memelukku.


"Pak cepetan," ucap Key pada sang supir.


"Ke-eyh," rintihku sambil memeluk Key dengan lemas,sakitnya yang luar biasa berada diperutku.


Kami pun melaju dengan kecepatan 100km/jam.Dan akhirnya kami tiba dirumah sakit keluarga.Para perawatpun bergegas membawaku memasuki ICU atas keinginan Key.


Key POV.


"Maaf Tuan Key,anda tunggu diluar dahulu," ucap Dokter Giri padaku.


Aku menunggu diluar dengan rasa khawatir,dengan pikiran yang kalut.


Beberapa waktu telah lewat,akhirnya Dokter Giri keluar.


"Gimana dok istri saya?" tanyaku panik pada Dokter Dirga.


"Untung Nyonya Key cepat dibawa kesini,jika tidak mungkin calon bayinya akan bermasalah," ucap Dokter Giri padaku.


"Maksudnya dok?" tanyaku penasaran sebenarnya apa yang terjadi dengan istriku.


"Nyonya Key sepertinya mengonsumsi obat penggugur kandungan,ini reaksi dari obat itu yang mengakibatkan Nyonya Key merasakan kesakitan pada perutnya," ucap Dokter Giri yang membuatku kaget.


"Apa obat penggugur kandungan?istri saya ga mungkin minum itu dok," bantahku pada Dokter Giri.


"Mungkin ada yang sengaja memasukan obat ini dengan motif menyakiti Nyonya Key,tenang Tuan Key kandungan istri anda tidak terjadi masalah,hanya saja kondisi fisik sang ibu yang melemah,saya harap anda sabar menunggu istri anda untuk sadar," jelas Dokter Giri padaku.


Aku langsung masuk kedalam ruangan itu,betapa sedihnya aku melihat istriku yang terbaring lemah beberapa kali.Aku mengusapnya perlahan dan mencium tangannya.


"Sayang kamu pasti kuat ya,inget anak kita ya," ucapku sambil menatap Kirana yang masih memejamkan matanya,tak terasa air mataku jatuh,sungguh aku tak ingin kehilangan keduanya.


Aku merogoh saku celanaku,memanggil seseorang lewat panggilan telefon.


"Hari ini istriku terbaring dirumah sakit karna ada yang meracuninya,bahkan berkaitan dengan calon bayiku,selidiki siapa dalang dibalik ini semua,periksa setiap cctv,aku tunggu secepatnya," ucapku pada salah seorang pria untuk menyelidiki kasus ini.


"Baik tuan,laksanakan," ucap seorang pria lewat sambungan telefon.


"Tenang sayang,aku akan membuat orang yang melakukan ini padamu dengan hal yang setimpal,bahkan dia berani menyakiti calon anakku,aku pasti akan membuatnya menderita sayang," ucapku pada Kirana sambil menggenggam tangannya.




**Jangan lupa Like dan Vote MA yaaa🤗🤗🤗


Jangan Lupa buat komen setiap aku update biar aku semangat update selanjutnya😁😁😁

__ADS_1


See u next chapter guys,i love you all😍😘


KHUSUS HARI INI AKU UPDATE 3 EPISODE BAHKAN BISA LEBIH HEHE**


__ADS_2