
Pintu rumah mewah itu terbuka terlihat ada seorang wanita paruh baya cantik yang ingin menyambut kedatanganku bersama ibu.
"Rina!" teriak wanita paruh baya itu dan langsung menghambur kepelukan ibuku.
"Bella,sudah lama kita tidak bertemu," ucap ibuku disela-sela pelukannya.
"Ah iya,ini Karina kan?" tanya wanita paruh baya itu dan langsung memelukku.
"Iya aku Karina," ucapku yang diam mematung saat dipeluk.
"Wah,kamu semakin besar semakin cantik ya," ucapnya dan langsung melepaskan pelukan.
Tak butuh waktu lama,aku dan ibuku memasuki rumah mewah itu,satu kata untuk rumah mewah itu "mahal",gaya rumahnya sungguh luar biasa,aku terkagum-kagum saat melihat kesekelilingnya.
"Kapan ya aku punya rumah besar dan mewah seperti ini," gumamku dalam hati.
"Sini silahkan duduk," ujar wanita itu yang bernama Bella.
"Bibi!buatkan minum ya dan siapkan makan malam segera," perintah Bella pada pembantunya.
"Baik nyonya," ujar pembantunya.
Dua gelas minuman yang berisi orange jus itu sudah tersedia,tak lama aku mengambil salah satu diantaranya,karena aku haus ingin melepaskan dahaga.Saat aku sedang minum,tiba-tiba seorang pria menuruni anak tangga dan aku melihat...
"Uhuk-uhuk..." aku tersedak minumanku sendiri.
"Hah?apa-apaan ini,kenapa dia ada disini,dunia sempit sekali,aghh" desisku dalam hati.
__ADS_1
"Sini nak!" ucap wanita paruh baya itu yang memanggil anaknya.
"Apa?nak,jadi dia anaknya tante Bella,sahabat ibuku," gumamku lagi.
Seorang pria itu menuju ketempat kami berada,entah kenapa suhu tubuhku berubah ubah jadi panas dingin.
"Karina,kenalkan ini anak tante Key," ucap wanita paruh baya itu padaku.
"Kami sudah kenal mah," sela pria itu yang bernama Key yang menjabat sebagai manager diperusahaan tempatku bekerja.
"Ah,yasudah kita lanjut makan malam yuk!" ajak wanita yang bernama Bella.
Beberapa menu makanan sudah tersedia dimeja,ada capcay,ada ayam gulai,ada udang balado,ada cumi manis,dan lain sebagainya.Ya siapa yang tak tergoda,pasti yang melihat juga bangkit selera makannya.
"Jadi bagaimana kalian bisa kenal?" tanya tante Bella.
"Aku bekerja sebagai asistennya Pak Key tante," ucapku ragu.
"What?langsungkan gimana?aku ga ngerti,sebenernya ada apasih,kan aku sama ibu cuman makan malam disini," ujarku dalam hati.
"Maksudnya langsungkan apa om?" tanyaku ragu-ragu.
"Iya perjodohan antara kamu dan Key," ujar pria tua itu lagi.
"Uhuk-uhuk..." tiba-tiba aku tersedak makananku sendiri dan buru-buru aku mengambil minum.
"Perjodohan?mana mungkin aku mau menikah dengan pria kurang ajar seperti dia yang jelas-jelas tak tau etika," desisku dalam hati.
__ADS_1
"Terlalu terburu-buru pah,kasian Karina," ucap tante Bella.
Sontak aku langsung melihat ibuku,memberi tanda tanya disetiap tatapanku,dan ibuku melirikku seraya ia berkata "Nanti ibu jelaskan,".
Kami melanjutkan makan malam,tak ada yang bersuara,bahkan pria itu seolah-olah dia tidak peduli.
Throw back Key.
Saat aku sedang mengerjakan beberapa tugas dilaptop,pintu kamarku diketuk oleh seseorang.Aku langsung membuka pintu kamarku.
"Papa mau bicara sebentar," ujarnya dan langsung meninggalkanku.
Aku mengikuti papa menuju ruangan kerjanya,dan disana sudah ada mama yang terduduk disofa.
"Papa dan mama ingin menjodohkanmu dengan anak sahabat papa dan mama," ujar papa.
"Mah pah,ayolah Key bisa sendiri," bantahku.
"Key,ini sudah keputusan papa dan mama,papa juga sudah berjanji pada almarhum sahabat papa untuk menjaga keluarganya,dengan kamu menikahi anak almarhum sahabat papa," jelas papa.
"Tapi pah," belaku saat aku ingin berbicara namun disela oleh kedua orang tuaku.
"Key,sudah turuti saja kemauan papa dan mama,ini juga yang terbaik untuk kamu,papa dan mama juga ingin buru-buru menimang cucu," ucap mama.
Aku hanya terdiam,aku bingung harus bertindak apa.
"Ini foto gadis yang akan dijodohkan denganmu sayang," ucap mama sambil menyodorkan handphone yang berisi foto gadis itu.
__ADS_1
Betapa kagetnya aku melihat foto yang ada didepan mata,gadis itu ternyata asistenku sendiri.Aku hanya terdiam tak berkata apa-apa dan langsung meninggalkan mereka berdua.
"Cihhh,apa takdirku begini?harus menikah dengan cunguk itu?" desisku dalam hati dan langsung memejamkan kedua mataku.