Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 41


__ADS_3

XXX


"Ayah,aku ga sabar lihat wanita itu menderita,kenapa tidak dipercepat saja?" tanyaku pada Ayah.


"Lebih baik kamu tunggu,dan jangan gegabah," ucap sang Ayah padaku.


"Aku ga bisa nunggu lagi,aku mau sekarang juga ia mati bersama calon bayinya,jika ayah tak membantu aku,aku bisa menjalankannya sendiri,tanpa campur tangan ayah," ucapku dengan nada tinggi pada Ayah.


"Baiklah,jalankan rencana B," ucap sang Ayah yang membuatku gembira.


"Haha lihat saja wanita rendahan kau akan menemui ajalmu bahkan bersama calon anakmu,dan suamimu tentu akan jadi milikku," ucapku senang dalam hati.


Kirana POV.


"Kenapa ibu ga kamu ajak kesini?" tanyaku pada Adit.


"Aku tadi keburu panik dengar kakak masuk rumah sakit,lagipula juga aku takut nanti ibu kepikiran soal kondisi kakak," jelas Adit padaku.


Pintu ruangan terbuka,seseorang pria muncul dengan sebuket bunga beraneka ragam yang segar,satu kata "indah".


Pria itu menyodorkan sebuket bunga kepadaku dan aku menerima serta mencium bunganya dengan perlahan.


"Terima kasih," ucapku pada Key sambil tersenyum.


Adit yang melihat pemandangan romantis kami berdua,buru-buru pamit karna ada berkas yang harus ia siapkan untuk kuliah.Sebenarnya karna tak enak hati menjadi nyamuk diantara kami berdua.


"Kak aku pamit dulu ya,jaga kondisi kakak baik-baik dan keponakanku,Kak Key aku duluan," pamit Adit padaku dan Key.


"Hati-hati dit," ucapku sambil melihat Adit keluar dari ruangan rawatku.


Pria itu menatapku sambil menggenggam tanganku,aku merasa risih diliati seperti itu.


"Kenapa ada yang salah?" tanyaku padanya.


Pria itu hanya bergeming dan tiba-tiba...


Cup


Ia mencium bibirku,pipiku bersemu merah,menandakan suasana hatiku sedang bahagia.


"Dasar mesum!" ucapku pada Key.


"Aku mesumnya juga ke istri sendiri," ucap Key sambil memelukku dan mencium puncak kepalaku.

__ADS_1


Pintu ruangan terbuka,aku terkejut Mama,Papa,dan Tante Kiki sudah kembali ke Indonesia.


"Sayang kamu gapapa?apa yang sakit?apa kamu terluka?calon cucuku sehat kan?" tanya Mama dengan berentetan pertanyaan yang langsung memelukku karna khawatir.


"Mah,pelan-pelan," ucap Papa sambil melepaskan pelukan Mama padaku.


"Aku baik-baik aja mah,cucu mama juga sehat kok," ucapku pada Mama yang membuat Mama lega.


"Maafkan atas kelakuan Adinda ya,tante sebagai orang tuanya yang kurang mendidik Adinda hingga ia bisa mencelakai kamu,maafkan anak tante," ucap Tante Kiki sambil memohon kepadaku.


"Iya tante gapapa," ucapku pada Tante Kiki sambil tersenyum,walaupun kelakuan anaknya yang diluar batas aku sudah memaafkannya,dia juga sudah mendapatkan ganjaran dari perilakunya sendiri.


"Sekali lagi tante minta maaf atas nama Adinda," ucap Tante Kiki padaku.


"Iya tante," ucapku sambil membuka kedua tanganku untuk mendapatkan sebuah pelukan.


Mama mengeluarkan kotak berwarna merah dan membukanya,terlihat sepasang anting yang cantik dan berkilau,aku yakin harganya sangat mahal diliat dari permatanya serta ukiran-ukirannya yang sungguh unik dan cantik.


"Ini hadiah untuk kamu sayang,mama juga ga mau kalah sama Key dan nenek yang memberi kamu hadiah," ucap Mama sambil menyodorkan kotak berwarna merah.


"Ah,terima kasih mah tapi ini terlalu mahal," ucapku pada Mama.


"Mau harganya semahal apapun jika kamu menyukainya pasti akan mama beli untukmu sayang,semoga kamu suka ya," ucap Mama sambil tersenyum padaku.


Betapa bahagianya aku dikelilingi oleh orang-orang yang selalu menyayangiku.Aku langsung memakai sepasang anting itu,dan hatiku sungguh senang sekali.


Setelah dua hari aku dirawat dirumah sakit,akhirnya aku diperbolehkan untuk pulang.


"Kamu tunggu disini,aku siapkan air hangat buat kamu mandi," ucap Key padaku.


Aku hanya tersenyum simpul,dilihat-lihat ternyata Key pria yang lembut,romantis,walaupun kadang suka dingin,arogan,egois.


"Ayo mandi," ucap Key padaku.


"Kamu tunggu diluar aja,aku bisa mandi sendiri," ucapku pada Key.


"Siapa bilang sendiri?kita mandi berdua," ucap Key yang langsung mengendongku.


"Key,lepas ahhh,dasar mesum!" ucapku sambil memukul dadanya,ia hanya tertawa dan sesekali mencubit hidungku.


(Ya kalian pasti tahu lah apa yang terjadi didalam,ya jelas mandi,hahahaπŸ˜‚-author)


Setelah mandi,dengan alibinya Key yang membuatku kelelahan,akhirnya aku merebahkan diriku sejenak,sebelum waktu makan malam tiba.

__ADS_1


"Kamu duluan aja turun,aku masih cape,dasar mesum!" ucapku sambil menjulurkan lidah pada Key.


"Oh jadi kamu mau lagi?sekarang gantian diranjang gitu?" ucap Key yang mulai mendekatiku.


"Keyy!!!dasar sinting!!" teriakku sambil mendorongnya menjauh,Key hanya bisa tertawa sambil melangkah keluar.


"Aku turun dulu,nanti kita lanjutkan lagi aksinya," ucap Key padaku sambil mengedipkan sebelah matanya.


Aku yang geram melihat tingkat jahilnya,hanya mampu melempar bantal ke pintu,yang membuat Key tertawa dengan puas.


Clining


Ada bunyi notif sms dari handphoneku,ku raih handphoneku dinakas dan mulai membukanya,ada pesan dari nomor yang tak dikenal.


Nomor Tak Dikenal


Bisakah kita bertemu besok saat makan siang di Cafe Cemara?Ada hal penting yang harus kita bicarakan.


"Nama pengirimnya aja g ada,tapi hal penting apa?apa dia punya motif tersembunyi?tapi aku penasaran siapa dia," ucapku sambil memikir-mikir.Dan aku pun membalas pesannya.


Siapa kamu?


Setelah beberapa menit kemudian,ada bunyi sms masuk,tandanya ia membalas pesanku.


Nomor Tak Dikenal.


Nanti juga kamu tahu sendiri siapa aku sebenarnya,ku harap besok kamu datang.


"Sialan,sebenernya siapa dia,aku jadi penasaran," ucapku dalam hati.


Aku melempar handphoneku dan keluar dari kamar,menuruni anak tangga untuk menikmati makan malam.




**Hai guysss apa kabarrrrrr?????😁😁😁


Jangan Lupa ya buat Vote dan Like MA setiap aku updateπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Jangan lupa juga komen sebanyak-banyaknya dan dukung aku terus supaya aku semangat nulisnyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


See u next chapter guys,i love you allπŸ˜˜πŸ˜πŸ’“πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›**

__ADS_1


__ADS_2