Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 9


__ADS_3

Matahari mulai menuruni sinarnya,menelusup masuk lewat kaca jendela kamarku.Aku terbangun dari tidurku langsung bergegas untuk mandi.


"Kirana,ayo sarapan dulu,ibu sudah buatkan nasi goreng," ucap ibu saat bertemu denganku.


Aku hanya terdiam,jujur perutku sebenarnya lapar,tapi ku tahan karna aku masih marah dengan ibu,ya soal keputusan pernikahan antara aku dengan pria kurang ajar itu.Langsung aku pergi menuju kantor tanpa sarapan buatan ibu.


Perusahaan.


Semua terlihat biasa saja,bekerja sesuai dengan bagiannya,terkadang ada yang suka bertegur sapa.Ada yang bekerja sambil mengobrol begitu mengasyikan.


"Kirana,kamu dipanggil Pak Key tuh suruh keruangannya," ucap Andre salah satu karyawan yang bekerja disini dibagian keuangan.


Aku hanya menggangguk,lantas aku bergegas menuju keruangannya.


"Biasanya dia kan telfon,tumben manggilnya lewat perantara," gumamku dalam hati.


"Ada apa pak manggil saya?" tanyaku.


"Ikut saya," jawabnya dan langsung meninggalkanku.


Aku mengekori pria itu dan masuk ke lift menuju basement,mengarah ke plang tempat mobilnya terparkir.Ingin bertanya namun ku urungkan.Akhirnya aku masuk dan mobil itu segera melaju kejalan raya.Tiba disebuah mall terkenal elit,khusus untuk yang punya banyak uang saja.


"Maaf pak,apa kita ada janji dengan klien disini?" tanyaku berani.


"Tidak ada," jawabnya singkat sambil berjalan didepanku.


"Lah ngapain kita kesini?kalo ga ada janji sama klien buang buang waktu," gumamku dalam hati.


Aku hanya mengekori pria itu,sambil melihat sekelilingku,ya jujur saja aku baru pertama kali ke mall ini,melihat barang barang bagus seperti aku ingin membeli, namun ku urungkan niatku.Karna aku tau gajiku saja mungkin hanya bisa membeli satu baju disini.Pria itu memasuki toko perhiasan,aku langsung mengikutinya.

__ADS_1


"Lho,ngapain dia masuk kesini?" ucapku dalam hati.


"Kamu pilih mau yang mana," ujarnya sambil menatapku.


"Ha?A-pa pak?" ucapku kaget.


"Pilih cincin untuk pernikahan kita," ucapnya sambil meninggalkanku didepan etalase bejejer ribuan cincin,ternyata ia duduk disofa.


"Heh,dasar pria kurang ajar,bukannya bantuin milih malah enak enakan duduk," desisku dalam hati.


Aku melihat banyak ribuan cincin yang terpasang serasi,semuanya bagus bahkan terlihat terlalu glamour.Sampai aku bingung harus milih yang mana.


Aku melihat ada 2 buah mata berlian yang tertanam didalam cincin,sepertinya aku tertarik dengan modelan cincin itu.


"Mba coba lihat yang ini," ucapku sambil menunjukan jari didepan etalase yang bejejer ribuan cincin pasangan.


"Nona?kenapa aku dipanggil nona?seperti tuan putri saja," ujarku dalam hati.


Lantas aku pergi menghampiri pria itu,memberikan sekotak merah beludru yang berisi dua buah cincin pasangan yang terkesan elegant.


"Seleramu rendahan ternyata," ujarnya sambil berdiri dan menghampiri pelayan toko tadi.


"Heh?tadi kan kamu yang nyuruh saya milih,giliran saya milih malah dapet cacian,dasar pria kutu kupret," desisku dalam hati.


"Berikan cincin pasangan yang terbaik dan terbagus," ujar pria itu pada seorang wanita penjaga toko itu.


Tak lama seorang wanita itu membawa sekotak biru beludru yang berisi dua buah cincin yang cantik,bahkan sangat cantik,sudah jelas harganya pasti sangat mahal.


"Berikan juga kalung yang cantik untuk calon istri saya," ujarnya pada seorang wanita.

__ADS_1


"Baik tuan," ucap wanita itu.


Deg.


Entah kenapa seperti ada sebersit yang bergejolak.


"Ya Tuhan,kalungnya bagus sekali," gumamku dalam hati saat melihat kotak berwarna biru beludru terbuka.


Pria itu mengambil kalung dari kotak biru beludru,dan mulai mendekatiku.Jantungku rasanya ingin copot.Dan ya,kalung itu sudah terpasang dileherku.


"Pak,ini terlalu mahal untuk saya," ucapku ragu yang menatap pria itu.


Pria itu tak menggubris ucapanku,ia melanjutkan berbincang dengan wanita penjaga toko itu.Aku berusaha menjauh agar tak mendengar ucapan mereka berdua.


"Nona,calon istri Tuan Key ya?" ucap salah seorang wanita penjaga toko disudut lain.


"I-ya," ucapku.


"Ternyata calon istri tuan Key cantik sekali ya,wajar tuan Key mencintai nona," ucapnya lagi kali ini berbarengan dengan temannya yang bekerja dibagian kasir.


"Cinta?andai kalian tau,bahwa kita tidak saling mencintai," gumamku dalam hati.


Setelah selesai berbicara,pria itu menghampiriku sebentar dan langsung meninggalkanku.Lantas,aku hanya bisa mengekori pria itu.


"Pak,tadi kita belum bayar pak," ucapku pada pria itu.


"Itu milik keluargaku," ucapnya singkat yang masih berjalan didepanku.


"Gila,jadi toko perhiasan tadi milik dia?pantes tadi aku dipanggil nona," ujarku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2