
Keesokannya.
"Permisi tuan dan Nyonya,saya ingin memberitahukan bahwa Nyonya Kirana hari ini diperbolehkan untuk pulang.Saya berharap agar pasien jangan sampai tertekan dan stress,karna itu sangat berpengaruh terhadap kandungannya.Ibu hamil biasanya mengalami siklus perubahan suasana pada hatinya,jadi mohon bersabar dan tenang karna ini pengaruh dari kehamilan.Saya harap anda sebagai suami bisa memahaminya,jika Tuan Key ada yang kurang paham atau tidak mengerti bisa hubungi saya," ucap Dokter Giri kepadaku.
Semua orang yang berada diruangan pun ikut senang,akhirnya Kirana bisa pulang.Seketika ada hal yang terlintas dipikiranku.
"Boleh saya bicara sebentar?" tanyaku pada Dokter Giri yang dibalas anggukan olehnya.
Kami pun keluar dari ruangan,menuju ruangan Dokter Giri agar bisa bicara empat mata tanpa ada telinga lain yang mendengar.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan Key?" tanya Dokter Giri yang sekarang berada dihadapanku.
"Apa boleh melakukan hubungan penyatuan disaat istri sedang hamil?" tanyaku dengan suara pelan,jujur saja aku malu untuk menanyakan hal ini.Ya gapapalah biar tahu juga seputar kehamilan.
"Tentu saja boleh tuan,melihat usia kandungan Nyonya Kirana yang masih muda,asal melakukannya dengan hati-hati dan lembut tidak menjadi masalah.Tetapi,jika terlalu sering berhubungan juga khawatir mengenai kondisi janinnya.Jika usia kandungan sudah menginjak usia 7 bulan saya sarankan untuk berhenti sementara,demi keselamatan calon anak anda," jelas Dokter Giri sambil tersenyum tetapi sedikit menahan tawanya.
"Ah memalukan!tapi gapapa yang penting bisa,yeayyyy," ucapku senang dalam hati.
"Baiklah terima kasih," ucapku pada Dokter Giri sambil berjabat tangan dengannya.
"Sama-sama,sekali lagi selamat tuan," ucap Dokter Giri dan aku langsung meninggalkan ruangannya.
Aku berjalan dikoridor dengan suasana hati yang bahagia,sambil menuju ruangan yang Kirana dirawat.
"Ayo kita pulang!" ucapku bersemangat,semua orang beberes dan Kirana dituntun oleh ibunya.Ibu dan Adit bermalam disini,dalam istirahatnya kami berbeda ruangan dengan Ibu,Adit,Mama,dan juga Papa,hanya aku yang berada satu ruangan dengan Kirana.
*author : ya pastilah satu ruangan,kan lu bedua suami istri😑
key : berisik!udah sono nulis aja😠
author : berani lu sama gua?gua matiin lu dicerita ini😤
key : eh iya maap thor maap🤗
author : 😑😑😑
key : mangats ya thor😘
author : centil lu,noh pikirin istri lu bunting😒
key : iya thor iya elah,nyemangatin doang juga🙁*
Dua mobil pun melaju menuju rumah untuk pulang,membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai.
"Key antar Kirana dulu ya kekamar," ucapku pada semua orang,yang dibalas anggukan oleh mereka.
Kami pun menaiki anak tangga menuju kamar.Ku baringkan tubuh Kirana diatas ranjang untuk beristirahat.
__ADS_1
"Aku buatin susu dulu sebentar," ucapku pada Kirana yang dibalas anggukan olehnya.
Kirana POV.
"Mengapa dia begitu perhatian?apa dia kesambet?" tanyaku dalam hati.
Pintu kamar diketuk dan aku langsung membukanya.
"Nak,ibu dan Adit pulang dulu ya,jaga kondisimu baik-baik dan kamu juga jaga mama mu ya,jangan buat dia kesakitan," ucap Ibu padaku sambil mengelus perut datarku.
"Iya bu,hati-hati ya,maaf Kirana gabisa antar," ucapku sambil memeluk Ibu.
"Iya gapapa nak,ibu pamit dulu ya," ucap Ibu dan mencium dahiku.
Aku hanya bisa melambaikan tangan melihat kepergian Ibu diambang pintu kamar,setelah Ibu tak terlihat aku kembali membaringkan tubuhku diranjang.
"Nih susunya diminum," ucap Key yang sekarang berada disampingku dengan tangannya yang menggenggam segelas susu.
"Makasih," ucapku sambil menerima gelas berisi susu dan mulai meminumnya sampai habis.
"Apa kamu lapar?" tanya Key padaku.
"Aku masih kenyang," ucapku sambil tersenyum padanya.
"Aku akan pergi sebentar,menjemput tanteku dan saudara sepupu dibandara,istirahatlah," ucap Key sambil mencium dahiku.
"Sikap lembutnya yang membuatku tenang,tapi terkadang dia menyebalkan," ucapku dalam hati.
Key POV.
Sekarang aku berada dibandara,sejujurnya aku malas menjemput mereka,hanya karna permintaan Papa saja.Aku melihat dua sosok perempuan yang kukenali dan aku langsung menghampiri mereka.
"Kak Key!!!" teriak Adinda senang dan langsung memelukku dengan erat.
"Adinda malu dilihat banyak orang,lepaskan Kak Key," ucap Kiki sebagai tanteku alias adik perempuan dari Papa.
"Tidak peduli,aku kangen banget sama Kak Key," ucap Adinda yang masih memelukku dengan erat.
"Adinda lepaskan,kapan kita akan pulang?" ucapku yang membuat Adinda tersadar dan melepas pelukannya.
"Kak Key,temani aku ke mall yuk!" ucap Adinda saat kami sedang berada dilift.
"Lebih baik kamu istirahat," ucapku pada Adinda yang membuat wajahnya cemberut.
"Ayolah kak,aku ingin membeli sesuatu,please," ucap Adinda membujukku,daripada dia betingkah lebih baik ku turuti saja kemauannya,yang penting hanya sebentar.
"Baiklah,tante nanti tunggu supir menjemputmu,aku antar Adinda sebentar," ucapku pada Tante Kiki.
__ADS_1
"Maafkan Adinda ya,kalian hati-hati," ucap Tante Kiki yang dibalas anggukan olehku.
Kirana POV.
Aku terbangun dari tidurku,melihat kesamping,waktu menunjukkan pukul 5 sore.Aku membersihkan tubuhku setelah itu aku turun menemui Mama dan Papa.
Aku melihat seorang wanita yang tak aku kenal sedang berbincang dengan Mama dan Papa disofa.
"Sayang kenalkan ini Tante Kiki,adik dari Papamu," ucap Mama mengenalkan aku pada Tante Kiki,aku mengulurkan tanganku dan dibalas olehnya.
"Kirana," ucapku memperkenalkan diri pada Tante Kiki.
"Maaf,waktu itu tante dan anak tante gabisa hadir diacara pernikahan kalian,karna ada kepentingan lain," ucap Tante Kiki sambil tersenyum padaku.
"Ah gapapa tante," ucapku sambil tersenyum padanya,aku melihat kesekeliling mencari seseorang,tapi tak ada disini.
Tante Kiki yang melihat reaksiku seperti mencari sesuatu,langsung berbicara padaku.
"Oh iya Key dan Adinda tadi pergi ke mall sebentar karna ada sesuatu yang mau anak tante beli,maaf ya," ucap Tante Kiki padaku.
"Ah iya tante gapapa kok," ucapku sambil tersenyum.
"Wajar mereka saudaraan,gausa pikirin yang engga-engga," ucapku dalam hati sambil mengusir aura negatif dipikiranku.
Setelah itu kami makan malam tanpa Key dan saudara sepupunya,waktu menunjukkan pukul 8 malam,mereka belum kembali juga.
"Ki,menantu kesayanganku sekarang lagi hamil lho," ucap Mama pada Tante Kiki.
"Wahh,selamat ya kak,selamat juga buat Kirana," ucap Tante Kiki kaget dan tersenyum padaku saat berada dimeja makan.
"Terima kasih tante," ucapku sambil tersenyum padanya.
Hingga aku melihat seseorang yang aku cari sedari tadi,tiba dirumah sambil dirangkul lengannya oleh perempuan yang tak jauh beda usianya denganku.
*Apa-apaan ini?
Mengapa harus merangkul seperti itu*?
**Haiii guyssssss😂gimana seru ga sama part ini? hehehe...
Penasaran ga sama part selanjutnya?
Jangan lupa like dan vote yaaaa guys😭aku butuh dukungan dari kaliannnn😭😭😭😭
__ADS_1
Jangan lupa juga buat komen biar aku semakin semangat updatenya😅
See u next chapter,i love you all😘😍💓💛**