Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 35


__ADS_3

"Key kita mau kemana lagi sih," ucapku pada Key yang sekarang tanganku ditarik-tarik olehnya.


"Nanti kamu juga tau," ucap Key sambil menoleh kepadaku.


Setibanya,aku melihat air terjun dengan air yang sangat jernih,pepohonan yang hijau diantaranya,serta ada bebatuan kecil yang indah dipinggirnya.


"Gimana kamu suka?" tanya Key sambil memelukku dari belakang.


"Indah banget,aku suka," ucapku sambil melihat kesekeliling air terjun.


Aku menurunkan kakiku dan duduk dibatu kecil sambil memainkan kakiku diair.Key sudah berenang kesana kemari,dan ia mulai menghampiriku.


"Sini berenang," ajak Key kepadaku namun aku gelengkan kepala tandanya aku menolak.


Seketika Key menarik tanganku dan aku tercebur kedalam air.


"Key!!" teriakku saat aku digendong olehnya didalam air.


Adinda Pratiwi.


"Kak Key kemana bude?" tanyaku saat kami sedang makan malam bersama.


"Ohh,dia sedang pergi bersama istrinya," jawab Bude padaku.


"Lihat aja aku bakal bikin peritungan sama kamu,wanita rendahan cihhh," desisku dalam hati.


Kirana POV.


Aku melihat Key membawa beberapa tusuk sosis,ayam,dan ikan untuk dibakar.Ya,malam ini kami bermalam ditempat ini,sambil menikmati indahnya danau saat malam hari,lalu membakar makanan untuk makan malam.


"Kamu yang nyiapin semuanya?" tanyaku pada Key.


"Iya dong,aku ini kan suami siap siaga," ucap Key sambil membanggakan dirinya.


"Cobain nih," ucapku sambil menyodorkan sosis bakar yang sudah matang kepada Key.


"Enaknya makin ditambah,soalnya disuapin sama cewe cantik," ucap Key gombal sambil menyolek pipiku.

__ADS_1


"Ish gombal dasar," ucapku sambil mencubit perutnya.


"Hahaha,ampun," ucap Key yang langsung memelukku.


Aku membalas pelukannya,sehabis itu kami melihat bintang bersama ditepi danau.


"Ayo tidur,angin malam gabagus buat ibu hamil," ajak Key sambil menuntunku memasuki rumah sederhana.


Kamar yang sederhana namun desainnya sungguh luar biasa,bertype classic dengan ornamen-ornamen yang tua,terdapat foto kecil seorang pria yang aku yakini adalah Key.


"Pas aku kecil ganteng kan?" tanya Key sambil memelukku dari belakang.


"Hari ini tingkat kepercayaan diri kamu begitu tinggi," ucapku masih menatap foto kecil pria itu.


"Mari kita tidur," ucap Key yang tiba-tiba menggendongku.


Aku hanya terdiam,mau menolak pun sudah tidak bisa.Ia merebahkan tubuhku diranjang.


"Eh-eh,kamu mau ngapain," ucapku saat Key berada diatas tubuhku.


"Sekali aja," ucap Key memohon kepadaku seperti anak kecil.


"Janji ya," ucapku meyakinkan perkataannya Key.


"Iya aku janji sayang," bisik Key sambil menggigit telingaku.


Akhirnya kami pun bercinta ditengah kesunyian.Setelah kami selesai untuk melakukannya satu kali,ternyata pria itu berbohong padaku.Kami melakukannya beberapa kali hingga kami tertidur.


(Ada yg bilang "emang janji cowo tuh gabisa dipegang," ya emg bener gabisa dipegang lah orang angin kan wkwkπŸ˜‚,yang bisa dipegang ituuu anu nya,hahaha rambut,kaki,tangan,muka,kan bisaπŸ˜‹-author)


Adinda Pratiwi.


"Hallo?Wen lo sekarang dimana?" tanyaku pada Weni disambungan telefon.


"Gue dirumah din,kenapa emang?" tanya Weni padaku.


"Anterin gue ke dokter yuk," ucapku mengajak Weni.

__ADS_1


"Lo sakit apa din?kok lu gabilang gue sih," ucap Weni khawatir padaku.


"Gue gapapa,gue ga sakit kok,nanti gue ceritain," ucapku pada Weni disambungan telefon.


"Bagus deh gue uda panik ***** lo sakit," ucap Weni padaku.


"Yaudah nanti siang gue jemput ya,see u," ucapku pada Weni yang dibalas ucapan "see u too" aku langsung mematikan sambungan telefonnya.


Aku langsung merapikan tugas kuliahku,dan menutup laptop serta bersiap-siap untuk pergi nanti siang.


Key POV.


Aku kembali ketempat ini,tempat dimana aku selalu merindu,hatiku yang ingin berkeluh kesah denganmu,ya nenekku.Sejak kecil,aku selalu dirawat oleh nenek,papa dan mama berada diluar negeri untuk mengurusi bisnisnya.Hingga aku berumur 10 tahun,mereka membawaku terbang ke negeri Jerman mendaftarkan ku disekolah terbaik sampai universitas terbaik di London yang aku raih.Sesekali aku pulang hanya menemui nenekku,hingga tiba ajalnya ia meninggalkanku.Betapa terpuruknya aku dikala itu.Namun aku bisa apa,jika takdirnya memang sudah seperti ini.


"Nenek ini Kirana istriku,dia sekarang mengandung calon anakku,andai saja nenek belum pergi,pasti nanti nenek lihat cicit nenek," ucapku sambil berbicara didepan batu nisan nenek.


"Key," ucap Kirana sambil mengelus punggungku.


"Nek,kenalkan aku Kirana,doakan kami ya nek disana,semoga kami selalu bahagia,dan terima kasih atas gelangnya nek,aku sangat suka," ucap Kirana berbicara didepan batu nisan nenek.


Melihatnya aku sungguh terharu,wanita yang selama ini tak ku sangka akan menjadi wanita yang selalu berada disampingku,serta hatiku yang memilihnya untuk singgah disini.Memang takdir Tuhan tiada yang tahu,hanya mampu menerima serta menjalaninya,kelak ada kebahagiaan diantaranya.


"Kita pulang yuk,mama dan papa pasti khawatir," ajakku pada Kirana dan wanita itu bangkit untuk berdiri.


"Kirana dan Key pamit dulu ya nek," ucap Kirana pada nisan nenek.


Aku dan Kirana melanjutkan perjalanan menuju rumah untuk pulang,memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan menuju rumah.




**Haiii gimana part ini seru ga?


Jangan lupa Like dan Vote MA ya biar aku semangat updatenya...


Jangan Lupa juga komen biar aku makin makinnnnnn rajinnya hehehehe...

__ADS_1


See u next chapter guys,i love you allπŸ’“πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜**


__ADS_2