Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 8


__ADS_3

Setelah selesai makan malam,ibuku berbincang-bincang dengan om dan tante,aku ijin keluar untuk menikmati angin malam,entah kenapa hari ini sangat melelahkan dengan kabar yang mengejutkan.


"Saya akan beri kamu sejumlah uang,tapi kamu harus menikah denganku," ujar pria dingin itu yang tiba-tiba datang ntah dari mana.


"Maaf pak,saya gabutuh uang," ucapku tegas.


"Bukankah kebahagiaan keluargamu lebih penting?jadi kamu butuh banyak uang," ujarnya sambil menatapku.


"Ya memang,tetapi untuk apa saya menikahi orang yang tidak saya cintai," ucapku yang langsung ingin meninggalkan pria itu,namun ditahan lenganku olehnya.


"Kamu pikir saya mencintai kamu bodoh?" tanyanya dingin dan semakin mencengkram lenganku.


"Lalu kenapa bapak ingin menikahi saya, sedangkan bapak tidak mencintai saya?" tanyaku geram.


Aku sungguh benci keadaan seperti ini,keadaan yang memaksaku melakukan hal yang menjadi boomerangku sendiri.


"Saya hanya ingin melihat kedua orang tua saya bahagia," ucapnya sambil melepas cengkraman.


"Kenapa mesti saya?bahkan bapak bisa mendapatkan yang lebih segalanya dari saya,saya hanya wanita biasa,perempuan miskin yang tak punya apa-apa," ucapku sambil menundukan kepala.

__ADS_1


"Memang kamu perempuan biasa,tetapi saya hanya memenuhi permintaan kedua orang tua saya,jika tak karna kedua orang tua saya,saya juga tidak sudi menikah dengan perempuan kampung sepertimu," ucapnya dingin dan langsung meninggalkanku.


Bagaikan petir yang menyambar,walaupun aku hanya perempuan biasa,setidaknya aku mempunyai harga diri.


"Satu lagi,jika kamu tak menikah denganku,pastikan bahwa keluargamu akan menderita," ucapnya yang berbalik melihatku.


"Ya Tuhan,tolonglah aku,aku ingin keluar dari masalah ini,aku tak ingin menikah dengan pria itu," pintaku dalam hati.


Aku kembali menemui ibuku,aku meminta ibuku agar cepat pulang kerumah karena aku merasakan pusing dikepalaku.


"Key,antar calon mertuamu dan calon istrimu pulang sayang," ucap wanita yang bernama Bella.


"Ga perlu repot-repot tan,aku sama ibu naik taksi saja," ujarku pada tante Bella.


Aku dan ibuku mengikuti pria itu dan masuk kedalam mobil mewah yang berwarna putih,aku duduk didepan bersama pria itu dan ibuku duduk dibelakang sendirian.Tak butuh waktu lama,kami sudah sampai didepan rumah.


"Key terima kasih sudah mengantarkan tante dan Karina," ujar ibu pada pria itu yang sudah berada didepan rumah.


"Sama-sama tante," ucap pria itu sambil menyunggingkan senyumannya.

__ADS_1


"Apa-apaan itu,aku tau dia seperti manusia serigala berbulu domba cihhh," desisku dalam hati.


"Ayo nak,kita masuk dulu," ajak ibuku padanya.


"Gausa tante,saya mau langsung pulang aja," ujarnya.


"Yasudah,tante masuk dulu ya," ucap ibuku dan langsung meninggalkan kami berdua.


Saat aku ingin melangkahkan kakiku,tiba-tiba lenganku ditahan olehnya.


"Ingat kata-kataku," ucapnya tajam yang menatapku dan mencengkram tanganku lalu ia pergi meninggalkanku.


Aku melangkahkan kakiku menuju pintu rumahku.Aku langsung bertanya kepada ibu,apa maksud dari semuanya.


"Ibu,jelaskan kenapa bisa seperti ini?" tanyaku pada ibu.


"Maafkan ibu sayang,ayahmu dulu membuat perjanjian dengan sahabatnya yaitu Pak Dirga,mereka sepakat menjodohkanmu dengan Key,jika saatnya tiba,saat dimana ayahmu meninggalkan kita semua," ucap ibuku yang lamat-lamat membedung air mata.


"Ayahmu memberi beban kepada keluarga Pak Dirga untuk selalu menjaga kita,terutama Key yang akan menjadi suamimu nanti,ayah meminta kamu menikah dengan Key.Jika ada ayah sekarang didepanmu mungkin kamu bisa protes atas tindakannya,tapi mau bagaimana lagi?ayahmu sudah tenang disana,kamu tidak bisa protes atas tindakannya,ibu minta tolong padamu sayang,penuhi permintaan ayah,demi kebaikanmu," lanjutnya lagi sambil memohon kepadaku.

__ADS_1


Aku langsung meninggalkan ibuku.Semuanya terasa berat,apa yang harus aku lakukan,semuanya begitu rumit dan membingungkan,mengapa harus aku?yang terlibat dengan pria itu,pria yang tak aku sukai.


"Apa takdirku seperti ini Tuhan?jika memang ini adalah rencanamu,aku manusia lemah bisa apa,aku akan menerima dengan lapang dada," ujarku dalam hati,lamat-lamat air mataku turun membasahi pipi dan aku mulai terlelap dalam mimpi.


__ADS_2