Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 30


__ADS_3

Key POV


"Bubur buat siapa mah?" tanyaku saat bertemu dengan Mama membawa nampan berisi bubur ayam.


"Ah ini untuk istrimu,sepertinya dia ketagihan bubur buatan mamah,nih mamah titip buburnya," ucap Mama sambil memberikan nampan itu.


Aku menerima nampan yang berisi bubur itu,dan langsung menaiki anak tangga menuju kamar.


"Lho,kamu udah pulang?" tanya wanita itu yang sedang terduduk disofa.


"Nih bubur dari mamah," ucapku sambil menyodorkan nampan berisi bubur padanya.


"Makasih," ucap wanita itu dan langsung melahap bubur ayamnya.


"Dari cara makannya,kaya ga pernah makan tiga hari,lagipula ga ada yang mau rebut buburnya juga,sampe gitu banget makannya," ucapku dalam hati sambil melihat ia makan dengan lahap.


Kirana POV


Setelah selesai makan bubur,aku menikmati siaran televisi.Aku menonton acara kesehatan.Tiba-tiba sebersit pikiran lewat diotakku.


"Hah?aku udah telat berapa minggu?" ucapku kaget sambil melihat kalender.


"Jangan-jangan aku hamil?ga ga mungkin," ucapku dalam hati.


Aku melirik pria itu yang sehabis mandi dengan balutan handuk dipinggangnya,membuat kesan seksi bagi para wanita yang melihatnya.


"Tadi sewaktu dikantor mamah telfon kalo kamu sakit,apa masih terasa sakitnya?" tanya pria itu sambil mengeringkan rambutnya.


"Ah,udah mendingan kok," ucapku sambil tersenyum padanya.


Pria itu memasuki ruangan pakaian.Aku masih terduduk diatas ranjang,menonton acara selanjutnya.


Tiba-tiba aku merasakan perutku mual kembali,buru-buru aku lari ke kamar mandi.

__ADS_1


Hoek...Hoek...Hoek...


"Kamu gapapa?" ucap Key yang sekarang berada disampingku.


"Gapapa kok," ucapku sambil memegang ubin wastafel,sekarang pusing pun melanda kepalaku.


Aku memegang kepalaku,karna pusing yang tiba-tiba menyerang,dan seketika pandanganku kabur serta berubah menjadi gelap.


Key POV


Brukkk


Wanita itu tiba-tiba ambruk buru-buru aku menangkapnya agar tak jatuh dilantai.


"Kerumah sakit keluarga," ucapku pada sang supir yang dibalas anggukan olehnya.


"Mama dan papa ikut," ucap Mama dengan nada khawatir padaku,kami pun berpisah karena beda mobil,tetapi memiliki tujuan yang sama.


Aku melihat wajahnya yang sekarang pucat,ku belai perlahan dan ku kecup dahinya.


"Pak cepat sedikit!" ucapku tak sabaran pada sang supir.


"Siap tuan," ucap sang supir dengan nada orang ketakutan.


Akhirnya kami pun sampai dirumah sakit milik keluarga,banyak karyawan yang menyambut kedatangan kami,kecepatan dalam pelayanan pun sudah tak diragukan lagi,wajar saja anak pemilik rumah sakit tiba-tiba datang bersama istrinya yang pingsan.


"Silahkan tunggu Tuan,saya akan periksa Nyonya Kirana," ucap Dokter Giri,dokter khusus yang menangani Keluarga Dirga.


Semuanya hanya terdiam sambil menunggu kabar dari Dokter Giri,aku terduduk bersama Mama dan Papa,dengan rasa khawatir yang melanda.


Aku mendengar pintu terbuka,buru-buru aku bertanya.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanyaku khawatir pada Dokter Giri.

__ADS_1


"Tenang Tuan Key,istri anda baik-baik saja,ini karna faktor kehamilan muda,selamat Tuan sebentar lagi anda akan memiliki anak,dan selamat Tuan dan Nyonya anda akan memiliki cucu," ucap Dokter Giri sambil tersenyum.


"Alhamdulillah,pah bentar lagi kita punya cucu," ucap Mama girang pada Papa yang dibalas pelukan oleh Papa.


"Apa hamil dok?istri saya hamil?" tanyaku kaget mendengar ucapan Dokter Giri.


"Benar Tuan,usia kandungannya sudah 4 minggu,saya harap anda bisa menjaga istri anda dengan baik,karna usia kehamilannya yang masih rentan,dan jangan sampai buat Nyonya Kirana kelelahan dan stress,jika sampai itu terjadi,pasti akan bermasalah dengan kandungannya,saya harap anda bisa bekerja sama Tuan," jelas Dokter Giri sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan,dan aku menerima uluran tangannya.


"Dia hamil?sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah?" tanyaku dalam hati dengan rasa yang begitu bahagia.


"Boleh saya lihat istri saya?" tanyaku pada Dokter Giri.


"Tentu Tuan,silahkan," ucap Dokter Giri sambil membuka pintu ruangan.


Aku melihat wanita itu terbaring dengan matanya yang terpejam.Aku duduk disampingnya sambil menggenggam erat tangannya.


"Terima kasih," ucapku sambil mencium dahinya,walaupun matanya masih terpejam.


Kirana Citra Jesmana.



Key Dirgantara Adhitma.



**Haiiiii gimana gimana sama part ini seru ga?hehehe...


Penasaran ga sama part selanjutnya?hihihi tuh aku kasih bonus buat profil check nya Kirana sm Key😆


Kira-kira nih Kirana seneng ga sih dia hamil?ya pastinya seneng lah hehehehe...


Jangan lupa like dan vote MA ya biar aku semangat updatenyaaaa😂

__ADS_1


Jangan lupa juga komen sebanyak banyaknya biar akuuuu rajinnn nulisnya,xixixix😅😅😅


See u next chapter guys,i love you all😘💓**


__ADS_2