Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 19


__ADS_3

Rumah Kirana.


"Ibuuuuu!" teriakku sambil menghambur kepelukan wanita paruh baya itu.


"Kok kamu kesini ga bilang bilang nak," ucap ibu sambil melepas pelukan.


"Aku kangen ibu,kangen rumah ini juga," ucapku mengerucutkan bibirku.


"Ajak suamimu masuk nak," ucap ibu.


"Pak eh-yang ayo masuk," ucapku pada Key.


"Hampir aja salah sebut,auto defeat," batinku dalam hati.


Rumah kecil yang selalu aku rindukan sekarang berubah menjadi lebih besar.Beberapa furniturenya pun terganti dengan yg lebih bagus,sofa lapuk yang dulu ada,sekarang terganti dengan yang baru.


"Sejak kapan rumah kita direnovasi bu?" ucapku pada Ibu yang sedang mengaduk teh dalam cangkir.


"Sejak kamu menikah nak," ucap Ibu beralih dengan makanan malam.


"Ah pasti pria kutu kupret itu,lagi baik saja dia," gumamku dalam hati.


"Ayo nak makan bersama,maaf ibu hanya bisa memasak ini," ucap Ibu pada Key.


"Gapapa bu," ucap pria itu yang langsung mengambil piring.


Setelah selesai makan malam,kami pun berbincang bersama mengenai kehidupanku yang berubah 180°,membicarakan prihal cucu,dan sebagainya.


"Kita bermalam disini ya," pintaku pada pria itu.


"Kita pulang," ucapnya singkat.


"Please,aku kangen sama kamar aku," ucapku memohon.

__ADS_1


"Kita pulang!" ucapnya kekeh.


"Baiklah,"ucapku pasrah.


"Dasar pria kutu kupret! ga tau kangen apa tidur dikamar sendiri," desisku dalam hati.


Saat mobil melaju menuju arah pulang,aku hanya mengerlingkan wajahku menatap luar jendela,terlalu malas untuk melihat wajahnya,karena permintaan sederhanapun tak dituruti olehnya.


"Mamah kira kalian nginep sayang," ucap Mama saat melihat kami berdua masuk kedalam rumah mewah.


"Aku duluan mah," ucapku pamit menaiki anak tangga,aku tak menggubris pernyataan Mamah.


Key POV.


"Kirana kenapa Key?" tanya mamah.


"Entah," ucapku singkat sambil menaiki anak tangga.


Saat berada dikamar hanya kesunyian yang menyelinap,tak ada yang berbicara hanya ada suara deruan nafas masing-masing.


"Kirana," panggilku saat wanita itu berbaring diatas ranjang sambil menutupi seluruh tubuhnya hingga bahu.


"Hmm.." ucapnya hanya berdeham.


"Tidur?" tanyaku saat berada disampingnya.


"Ya," ucapnya singkat tetap memejamkan matanya.


"Tidur kok bisa ngomong," godaku saat aku mulai mendekati wajahnya.


Kirana POV.


"Dasar sinting!nyesel jawab," desisku dalam hati.

__ADS_1


"Apa?" tanyaku malas saat membuka mataku.


Cup.


"Kebiasaan nyosor kaya bebek!" desisku dalam hati.


"Aku janji lusa kita bakal nginep dirumah Ibu," ucapnya sambil menatap wajahku.


"Ah pasti ada maunya," terka ku dalam hati.


"Tapi ada syaratnya," tambahnya sambil tersenyum licik.


"Apa?" tanyaku penasaran.


"Kita lakukan yang tadi siang ya," ucapnya sambil tersenyum.


"Sialan dia bener-bener buat aku gabisa jalan besok," ocehku dalam hati.


"Aku ga mau," jawabku singkat.


"Oh jadi kamu berani melawanku?" tanyanya tajam.


"Aku lelah sayang," ucapku sambil menggigit bibirku,agar tak memulai kekeruhan.


"Kamu cukup diam dan nikmati," ucapnya yang langsung memulai suasana panas.


"Percuma aku nolak,ujung-ujungnya juga dia yang menang," desisku dalam hati.


Percintaan panas pun kembali dimulai,hingga dua insan merasakan kelelahan dan terkapar menuju mimpi indahnya.


**Maaf ya aku baru update hari ini,soalnya ada sedikit problem hehehehe,,,


Jangan lupa selalu vote dan like MA ya,karna aku butuh banget komen komen dari kalian....

__ADS_1


Biar aku semakin semangat nulisnyaaaaa hehehhee,,,


See u next chapter gaissss,lov you all💓**


__ADS_2