
**Hai guys😂😂😂apa kabar?
Maaf ya aku baru update sekarang,soalnya lagi ada problem jadi aku ga sempet buat nulis😩😩😩😩
Kalian tetep setia sama MA kan?huhuhu😭
Aku bakal berusaha nulis cerita demi kalian,mohon bantu kerjasamanya ya buat beri aku dukungan entah itu like,komen biar aku semangat nulisnya**.
_____________________________________
Kirana POV
Aku terbangun dari tidurku,melihat kesamping seorang pria tertidur lelap.
"Jam berapa sekarang?mengapa ia tidak pergi kekantor?" tanyaku dalam hati sambil melirik jam dinding.
"Key bangun,kamu ga kekantor?" tanyaku sambil mengelus pipinya.
"Ehm," dehamnya sambil melingkarkan tangannya dipinggangku.
"Kamu ga kekantor?" tanyaku sambil melihat pria itu.
"Engga," jawabnya singkat dengan mata yang masih terpejam.
"Kenapa kok ga kekantor?" tanyaku sambil menyingkirkan lingkaran tangannya dipinggangku.
"Karna kamu," ucapnya sambil membuka mata.
"Dasar pria mesum!bisa aja alasannya," ucapku sambil bangkit dari ranjang.
"Mau kemana?" tanya pria itu dan langsung bangkit terduduk diatas ranjang.
"Masak untuk makan siang," ucapku sambil menggunakan pakaian.
"Aku aja yang masak,kamu cukup duduk manis," ucap pria itu dan langsung menggunakan pakaian.
"Seorang Key bisa masak?apa ini lelucon?" tanyaku dalam hati.
Kami menuruni anak tangga menuju dapur.Rumah terlihat sepi atau karna ukuran rumahnya yang terlalu besar jadi terlihat kosong.
"Kamu cukup duduk disini," ucap Key sambil mendudukan aku dikursi meja makan dekat dapur.
Pria itu menggunakan celemek bewarna biru dongker,terlihat seperti pria yang sempurna,badan yang tinggi serta tubuh yang berisi dengan postur ideal.
Aku hanya bisa memandangi pria itu yang sedang mencuci berbagai sayuran,ayam dan udang,memotongnya dengan lihai,serta menumis bumbu dengan aroma yang sangat menggelora.
"Lihat sayang,papamu begitu pandai memasak,aroma masakannya membuat mama merasakan lapar," ucapku sambil mengelus perutku yang membuncit.
Setelah menunggu beberapa menit,akhirnya masakan sudah matang.
"Silahkan makan tuan putri," ucap Key sambil menaruh piring berisi makanan didepanku.
Melihat masakannya yang masih mengepulkan asap,membuat laparku ini semakin meronta-ronta serta aromanya yang membuatku tak sabar ingin segera menyantap.
Key duduk dihadapanku,memberiku nasi beserta lauk yang dimasaknya.
"Rasanya enak sekali!!" ucapku dalam hati.
"Gimana rasanya?enak kan?" tanya Key sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Lumayan," ucapku berpura-pura.
__ADS_1
"Apa iya?tapi hatimu tadi berkata pada hatiku bahwa masakanku ini enak sekali," ucap Key sambil tersenyum.
"Shit!kenapa dia bisa tahu?apa dia sekarang jadi peramal?" tanyaku dalam hati.
"Terlalu percaya diri," ucapku cuek sambil menyantap masakannya yang begitu nikmat.
Entah berapa kali aku menambah makanan dengan porsi yang lebih dari biasanya.
Key POV
Melihat wanita ini menyantap masakanku dengan begitu lahap,rasanya senang sekali.
"Aku tahu hatimu berkata lain daripada ucapanmu," ucapku dalam hati.
"Setelah selesai makan,kita pergi kedokter kandungan,untuk memeriksa calon bayi kita," ucapku pada Kirana yang dibalas anggukan olehnya.
Nanda Primata.
"Tolong antarkan kotak ini dengan alamat yang sudah saya cantumkan," ucapku pada seorang kurir pengantar barang.
"Serahkan pada orang yang bernama Kirana,dan ini biaya ongkos kirim,ambil saja kembaliannya," tambahku lagi pada sang kurir.
"Oiya,jika ditanya dari siapa pengirimnya bilang saja pengirim tidak ingin memberi tahu namanya," ucapku pada sang kurir.
"Baik,terima kasih nona," ucap sang kurir dan langsung melengang pergi.
"Nikmatilah dulu kebahagiaanmu Kirana,suatu saat kau akan merasakan apa arti dari kehilangan," batinku dalam hati sambil tersenyum miring.
Kirana POV
"Kandungan Nyonya Key sudah menginjak usia 5 bulan lebih 2 minggu,saya berharap tuan dan nyonya tetap berhati-hati,jangan sampai nyonya merasa kelelahan terlebih lagi banyak pikiran,karna akan mempengaruhi kondisi janinnya,untuk sekarang ini kandungan Nyonya Key sehat tidak terjadi apa-apa,mari kita lihat calon bayi dari tuan dan nyonya," ucap Dokter Rina,spesialis kandungan.
"Saya usapkan gel dulu ya," ucap Dokter Rina sambil mengusapkan disekitar area pusarku.
"Key lihat!calon bayi kita," ucapku pada Key dengan hati yang gembira.
"Iya sayang," ucap Key sambil membelai rambutku.
"Pasti nanti gantengnya kaya papanya," ucap Key dengan bangga masih melihat dilayar LCD USG.
"Terlalu percaya dirinya kumat," ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Apa sudah cukup untuk tuan dan nyonya?" tanya Dokter Rina.
"Cukup," ucapku pada Dokter Rina.
Aku terbangun dan dibantu Key untuk turun dari kasur.
"Baik tuan dan nyonya,apa ada yang perlu ditanyakan?" tanya Dokter Rina.
"Tidak ada," ucap Key pada Dokter Rina.
"Baik tuan dan nyonya,jika ada masalah apapun segera hubungi saya," ucap Dokter Rina sambil tersenyum.
"Terima kasih dok," ucapku sambil dirangkul oleh Key menuju pintu keluar.
Setelah selesai pemeriksaan kandungan,kami melakukan perjalanan untuk pulang.
Saat diperjalanan,ada sebuah gerobak dengan aneka buah alias tukang rujak,melihat buahnya begitu menggoda seperti memanggilku untuk segera membelinya.
"Key,aku mau rujak itu," ucapku sambil menunjuk kedepan.
__ADS_1
"Buat dirumah saja," ucap Key masih fokus menyetir.
"Tapi aku maunya itu," ucapku sambil melihat buah rujak lewat kaca mobil yang ku naiki saat melewatinya.
"Belum tentu standar kebersihannya ada sayang,lebih baik suruh bibi buat rujak untuk kamu,nanti kita belanja buah disupermarket," ucap Key sambil melirikku sekilas.
"Tapi aku maunya itu,calon anak kamu yang minta,ya ya ya," ucapku sambil mengelus perut buncitku.
Key melihatku dengan rasa kasihan karna tatapanku yang penuh permohonan agar dia mengabulkan permintaanku.
"Yasudah baiklah," ucap Key yang akhirnya mengabulkan permintaanku,segera dia memutar balikkan mobilnya menuju tukang rujak yang dipinggir jalan.
"Yes,berhasil," batinku dalam hati dengan rasa yang gembira.
"Aku yang pesan,kamu dimobil saja," ucap Key sambil membuka pintu mobil untuk membeli rujak.
Aku hanya menganggukkan kepala,melihat pria itu berjalan menghampiri tukang rujak,aku melihat banyak pasang mata wanita yang memandang suamiku dengan tatapan kagum.Begitu geram aku melihat tatapan jengah itu,yang memandang suami orang.
Aku membuka pintu mobil untuk menyusul Key.
"Aku mau dua porsi ya," ucapku pada Key sambil merangkul sebelah tangannya.
"Iya sayang," ucap Key sambil merangkul bahuku.
"Pak pesen 5 porsi ya," ucap Key pada tukang rujak yang membuatku kaget.
"Kok lima porsi banyak banget buat siapa?" tanyaku pada Key.
"Buat kamu biar puas,dan juga biar dedenya ikutan makan," ucap Key sambil mengelus perutku.
Terdengar bisik-bisik dari wanita yang tadi menatap suamiku.
"Yah udah punya istri,tuh liat istrinya lagi hamil,kecewa dede bang," ucap salah seorang wanita.
"Yang jomblo bisa apa?pengen nikah tapi ga ada calonnya," ucap seorang wanita lain.
"Istrinya beruntung banget dapet suami tampan,udah kaya artis luar mukanya,mulus,kinclong,putih,licin kaya bihun," ucap seorang wanita lain lagi.
Aku tak menghiraukan ucapan mereka,setelah pesanan selesai kami kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah.
"Permisi tuan dan nyonya,tadi ada kurir yang antar barang untuk nyonya,tetapi saya tidak tahu dari siapa pengirimnya karna tadi saya tanya ke kurirnya,kurirnya juga bilang katanya ga mau ngasih tahu nama pengirimnya," ucap bibi padaku dan Key saat kami tiba dirumah.
"Buang saja," ucap Key pada bibi dan dibalas anggukan oleh bibi.
"Jangan!aku mau lihat apa isinya bi," ucapku pada bibi.
"Bukalah bi," ucap Key pada bibi dan bibi langsung membukanya.
Seketika aku kaget melihat apa isi dibalik kotak itu.
"Ha?" ucapku sambil melongo melihat isi dari kotak itu.
Profil check Nanda Primata
**Jangan lupa always like and komen MA ya biar semangat authornya hehee😂
__ADS_1
Jangan lupa juga Vote MA😁
See u next chapter,lov u guys😘💛**