Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 49


__ADS_3

Kirana POV


Aku terbangun dari tidurku,terasa sebuah tangan melingkar di pinggangku.Perlahan aku mengusap pipi yang memiliki rahang keras namun dibalut dengan kulit yang lembut.


"Terpesona dengan suamimu?" ucap Key yang tiba-tiba membuka matanya,sontak aku langsung menarik tanganku dari pipinya.


"Ehm engga," ucapku memalingkan mata keatas atap.


"Jadi kamu terpesona dengan pria lain?" tanya Key yang semakin mendekatiku,wajah kami berjarak 5 cm saja (di tompo guys ).


"Maksudku engga salah lagi," ucapku yang langsung mencubit kedua pipinya.


Cup.


Key mencium bibirku dengan sekilas serta menyunggingkan senyumnya.


"Selamat pagi istriku," ucapnya sambil melihat manik mataku.


"Kan bener pasti Key bakal cair lagi,udah ga jadi es kaya semalem," batinku dalam hati.


"Selamat pagi juga suamiku," ucapku sambil mengelus rambutnya.


Aku menyiapkan pakaian untuk Key,mulai dari kemeja,celana bahan,jas kantor,sepatu pantofel,dan pin dengan lambang perusahaannya.


"Nanti siang mau aku bawain makanan apa?" tanyaku saat memakaikan Key dasi.


"Apapun yang kamu masak aku selalu suka dan selalu aku makan," ucapnya sambil mencium dahiku.


Kami pun menuruni anak tangga untuk sarapan pagi,terlihat papa dan mama sudah terduduk di meja makan.


"Mantuku yang cantik,mama mertua sudah buatkan bubur merah untukmu cobalah," ucap mama sambil menyodorkan semangkuk bubur merah padaku.


Aromanya manis,tercium aroma gula Jawa yang kental dengan khasnya.


Aku langsung menyendokkan bubur merah kedalam mulutku dan rasanya.


"Ehm enak banget mah,makasi ya mah," ucapku sambil memeluk mama mertua yang berada di sampingku.


"Ayo habiskan,bubur merah ini bagus untuk kehamilanmu," ucap mama sambil mengelus punggungku,seraya aku langsung mengangguk dan menghabiskan bubur merah itu dengan mengabaikan Key.


Key yang melihatku begitu lahap pun tersenyum,aku membalasnya dengan senyuman yang canggung,karna aku lupa menawarinya bahkan lupa untuk mengambilkan sarapan paginya.


"Aku bisa ambil sendiri,kamu habiskan bubur merahnya," ucap Key sambil mengelus kepalaku dan langsung mengolesi roti dengan selai coklat almond kesukaannya.


Setelah selesai sarapan,aku mengantar Key pergi untuk bekerja.


"Hati-hati ya,dadah papah," ucapku sambil mengelus perutku yang buncit.


"Iya sayang,jaga mamah ya," ucap Key sembari jongkok dihadapanku.


Setelah itu ia pergi kemobil dan langsung meninggalkan pekarangan rumah.


"Sayang,kita belanja yuk!lagi pula kamu juga perlu refreshing biar ga penat dirumah terus," ajak mama padaku dan aku langsung gembira.

__ADS_1


"Bener juga kata mama,udah lama aku ga belanja sekalian cuci mata," ucapku dalam hati.


"Oke mah,aku ganti baju dulu," ucapku sambil tersenyum gembira dan langsung menaiki anak tangga menuju kamar.


Memilih beberapa outfit yang akan aku gunakan hari ini untuk berbelanja.


"Sudah siap," ucapku sambil menata rambutku yang terpantul dicermin.


Aku menuruni anak tangga,melihat mama sudah terduduk disofa,menungguku.


"Ayo mah!" ucapku sambil mengandeng tangan mama mertuaku.


"Supir,ke mall," ucap mama singkat dan dibalas anggukan "siap nyonya," oleh sang supir.


Mobil pun membelah jalanan menuju pusat perbelanjaan yang terkenal dan pastinya berkelas.Setelah beberapa menit kami pun sampai ditujuan utama.


Tak ku sangka mama membawa dua orang bodyguard untuk menjaga kami,saat aku turun dari mobil kedua bodyguard itu langsung menyambut kami.


"Selamat datang nyonya dan nyonya muda," ucap kedua bodyguard itu.


"Nyonya muda?panggilan untukku?ah yasudah lah,terserah kalian saja," batinku dalam hati.


Kami pun mengelilingi sekitaran mall,semua penjaga toko yang melihat kami tersenyum dan menundukkan kepala.


Ya siapa yang tidak tahu disini,mama mertuaku yang begitu terkenal sebagai pemilik mall ini,sudah tak heran lagi.


Kami memasuki toko tas yang beraneka ragam merk-nya,mulai dari harga yang terendah sampai harga yang termahal.


"Kamu pilih aja sayang yang kamu mau,ingat jangan pernah melihat nominal harganya! asalkan kamu suka seberapa besar harganya pun,mama masih sanggup untuk membelikanmu," ucap mama dengan sedikit nada menekan.


Aku melihat dietalase toko,banyak tas yang mewah dengan kocek harga yang sungguh luar biasa,ada sebuah tas mini berwarna putih yang menarik perhatianku.


"Coba saya lihat yang itu," ucapku sambil menunjukkan jari di etalase toko yang berisi tas berwarna putih didampingi berlian dibagian atasnya kepada penjaga toko.


"Baik nona," ucap penjaga toko itu sambil membuka kaca etalase dengan kunci.


"Wah desainnya luar biasa,simple tapi terkesan mewah," ucapku sambil menyentuh berlian yang terpasang ditas itu.


"Tas ini didesain oleh Ginza Tanaka nona, yang berasal dari Jepang,tas ini memiliki hal menarik tersendiri dengan balutan 2.000 berlian dan berlian berkilauan 8 karat,tali yang terpasang dapat dilepas dan digunakan sebagai gelang ataupun kalung berlian," jelas penjaga toko padaku.


"Desainnya sungguh luar biasa,aku yakin harganya juga luar biasa," batinku dalam hati sambil melihat sisi dari tas itu.


"Berapa harga untuk tas ini?" tanyaku pada penjaga toko.


"Tas Hermes Birkin Bag ini mengkocek harga sebesar 26 milyar," ucap penjaga toko yang membuat jantungku seketika berhenti berdetak.


Jlebbb


"What!!!!!26 milyar?tas sekecil ini?bisa buat beli rumah mewah lebih dari satu bahkan bisa beli berpuluh puluh mobil,sungguh gila," batinku dalam hati dengan heran.


"Bungkus untuk menantuku," ucap mama tiba-tiba yang membuatku kaget dan penjaga toko itu menundukan kepala dan bergegas pergi untuk membungkus tas yang menarik perhatianku.


"Mah!terlalu mahal,26 milyar mah!!!" ucapku sambil memegang kedua bahu mama mertuaku.

__ADS_1


"Seberapapun harganya jika kamu suka,maka mama akan berikan ke kamu," ucap mama sambil mengelus pipiku.


"Engga,aku make kartu limit yang diberikan sama Key aja untuk bayarnya," ucapku kepada mama.


"Sama aja kamu ga ngehargain mama,karna kamu ga mau nerima pemberian mama," ucap mama dengan nada yang sedih.


Tidak enak jika aku menolaknya pasti mama akan sedih,tidak enak juga jika aku menerimanya karna harga tas ini yang selangit.


"Baiklah mah aku terima,aku ngucapin terima kasih sebesar-besarnya sama mama,karna udah sayang banget sama Kirana," ucapku sambil memeluk mama tak terasa sebutir air mata keluar dari kelopak mataku.


"Sama-sama sayang,kamu bukan hanya menantu mama tapi udah kayak anak yang mama lahirin sendiri," ucap mama sambil membalas pelukanku dan menyeka air mataku.


"Permisi nyonya,tas yang diinginkan oleh nona,sudah saya kemas beserta dengan surat suratnya dan fakturnya," ucap penjaga toko sambil memberikan paperbag kaca padaku.


"Terima kasih," ucapku sambil tersenyum pada penjaga toko itu.


"Saya yang seharusnya terima kasih kepada nyonya dan nona, semoga hari anda menyenangkan," ucap penjaga toko itu sambil menundukkan kepalanya.


Kami pun pergi dari toko itu,paperbag kaca tadi dibawa oleh bodyguard yang mengikuti kami.


"Mama tadi beli tas apa?" tanyaku pada mama sembari berjalan.


"Mama tadi beli tas sama se-merk kaya kamu,tapi beda model Hermes Matte Crocodile Birkin Bag," ucap mama sambil menunjukan paperbag berwarna hitam.


"Mah,aku ketoilet sebentar ya," ucapku pada mama dan dibalas anggukan olehnya.


"Ikuti menantu saya," ucap mama pada salah satu bodyguard untuk menjagaku.


"Daripada membantah lebih baik ikuti saja lah kemauan mama," ucapku dalam hati.


Aku menuju toilet diikuti oleh satu bodyguard.


"Tunggu disini," ucapku pada bodyguard itu dan dibalas anggukan olehnya.


Setelah aku membuang air kecilku,aku bercermin sebentar untuk menata rambutku.


"Eh Kirana,ketemu lagi kita," ucap seseorang yang suaranya begitu familiar ditelingaku.




**Haiii guys apa kabar kaliannnn???????


Udah lama ya kita ga jumpaaaaaaa,aku kangen kalian.....


Kalian kangen ga sama aku?heheh


Apa kangen sama Kirana dan Key nih?huhuhu author cemburuuuuuu....


semoga suka sama episode ini


jangan lupa tinggalkan like,coment,dan juga vote untuk novel Menikahi Asistenku.

__ADS_1


see u next chapter,i lov u all**


__ADS_2