
Aku membuka mataku,melihat atap yang berdominasi dengan cat putih serta cahaya lampu yang menyala,tak lupa semerbak bau obat disekeliling udara.
"Aku kenapa?" tanyaku pada Key yang berada disamping sambil menggenggam erat tanganku.
"Kamu hanya kelelahan,sebaiknya kamu banyakin istirahat,supaya kandungan anak kita terjaga," ucap Key padaku sambil tersenyum dan mengusap-usap punggung tanganku.
"Kandungan?anak kita?maksudnya?" tanyaku bingung pada Key yang dibalas tertawaan kecil olehnya.
"Iya sayang,kamu hamil,calon anak kita," ucap Key sambil mengelus perutku sekilas.
"Apa aku hamil?seharusnya aku senang,mengapa aku merasa sedih?setelah anak ini lahir pasti perjanjian itu berlaku,kenapa mesti terjadi?jika tak ada perjanjian itu,pasti aku sangat bersyukur pada Tuhan,tapi tinta hitam sudah tercoret diatas materai.Aku benci keadaan seperti ini,disatu sisi aku senang,tapi disisi lain aku menderita," ucapku dalam hati sambil mengekspresikan wajahku dengan balutan kemurungan.Tak lama air mataku mulai turun membasahi pipi.
"Apa kamu tak bahagia sayang?wajahmu sepertinya sedih," ucap Mama yang tiba-tiba menghampiri,tak lupa sebelahnya Papa berdiri sambil tersenyum padaku.
"Ah tentu saja aku bahagia mah,aku hanya terkejut dengan titipan Tuhan yang luar biasa,sampai aku larut air mata bahagia," ucapku sambil pura-pura tersenyum bahagia dan menyeka air mataku.
"Selamat ya menantu kesayanganku,jaga dirimu baik-baik karna kamu berbadan dua sekarang," ucap Papa sambil mengelus puncak kepalaku sambil tersenyum.
"Iya pah terima kasih," ucapku tersenyum pada Papa.
Aku sangat bersyukur memiliki kedua mertuaku yang sangat baik hati,aku jadi terharu suasana ini,dimana aku membutuhkan kasih sayang dari seorang ayah,pria yang selalu melindungiku.Sekarang ia sudah tenang,pasti ia sangat senang aku memberinya cucu,walaupun ia tak bisa menggapainya.
Tiba-tiba pintu terbuka,seorang wanita paruh baya datang bergandengan dengan seorang pria remaja.
"Ibuuu!!!" teriakku kaget saat Ibu dan Adit mengunjungiku dirumah sakit.
Ibu langsung memelukku dan membelai kepalaku.
"Selamat ya sayang,ibu senang sekali kamu akan memberi cucu untuk ibu," ucap Ibu sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Ibu tahu darimana aku hamil?" tanyaku pada Ibu yang dibalas lirikan matanya tertuju pada Key.
"Ah pria ini," ucapku dalam hati sambil meliriknya sekilas.
"Ingat ya,kamu harus jaga kondisi kesehatanmu karna ini juga berpengaruh terhadap anakmu,bla bla bla," ucap Ibu panjang lebar,yang hanya aku balas dengan anggukan tandanya aku mengerti.
"Aku bukan anak kecil lagi bu," desisku dalam hati.
"Iya bu aku mengerti," ucapku saat Ibu telah selesai berbicara.
(emak-emak emang bawel,kaya emak aku-author)
"Selamat ya kak,jaga keponakanku dengan baik," ucap Adit tersenyum jahil padaku.
"Iya-iya aku mengerti,aku bukan anak kecil lagi,dan aku lebih tua dari mu," ucapku sambil memajukan bibirku.
"Hahaha lihat kau lucu sekali kak," ucap Adit disela-sela tawanya,semua orang yang berada diruangan pun tertawa melihat ekspresi wajahku yang cemberut.
Adit masih tertawa cekikian,pria itu melirik Adit,yang membuat Adit terdiam karna tatapan tajam dari kakak iparnya sendiri.Aku hanya bisa menahan tawa,melihat ekspresi wajah Adit yang ketakutan.
Pria itu mengambil beberapa potongan buah dan langsung menyuapiku.
"Buah ini bagus untuk anak kita," ucap Key sambil tersenyum dengan tatapan yang teduh.
"Mengapa pria ini bisa berubah-ubah?terkadang ia seperti macan,akhir-akhir ini ia bersikap lembut padaku," ucapku dalam hati.
Setelah selesai makan buah aku berbaring lagi dikasur rumah sakit,semua orang(Mama,Papa,Ibu,dan Adit) sedang terduduk disofa sambil berbincang-bincang,lain kalau Key berada disampingku sambil mengusap perut datarku.
Aku melirik pria itu sekilas,tak sengaja pandangan kita pun bertemu satu sama lain.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Key padaku.
"Ah tidak apa-apa," ucapku sambil melihat kesekeliling agar menghindari kontak mata dengannya.
"Lebih baik aku bahas dirumah saja mengenai perjanjian itu,jika bahas disini pasti terdengar antara Papa,Mama,dan Ibu,celaka jika mereka bisa tahu," ucapku dalam hati.
Key POV
"Key bisakah besok kamu meluangkan waktu untuk menjemput Tantemu dan Adinda dibandara?" ucap Papa padaku yang membuatku kaget.
Hah?
"Bocah tengik itu mau ngapain balik ke Indonesia?" desisku dalam hati dengan suasana yang berubah menjadi tak senang.
**Halloooo guysssss gimana sama part ini seru ga?hehehπ
Penasaran ga sama part selanjutnya?hihihi....π
Jangan lupa like dan vote MA yaaaa biar aku semangattt updatenyaaaa...πππ
Jangan lupa juga komen sebanyak-banyaknya biar aku rajin nulisnyaπ
Buat kalian yang suka baca karya aku,tolong dong dilike dan komen karna aku butuh support dari kalianπππ
please not siderπππ
__ADS_1
See u next chapter guyss,i love you allππππππππππ**