Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 36


__ADS_3

Adinda Pratiwi.


"Lo gila ya," ucap Weni sambil menatapku kaget,mendengar penjelasan mengenai perasaanku yang sudah lama mencintai kakak sepupu sendiri.


"Gue bingung wen,gue ga rela dia sama yang lain," ucapku pada Weni sambil tertunduk.


"Lo harus belajar ikhlasin dia din," ucap Weni sambil mengelus punggungku.


"Lo tau kan prinsip gue,kalo gua mau dapetin sesuatu pasti gue bakal berusaha semampu gue,dan ga peduli akan yang lain,gue emang uda gila.Dibutakan oleh cinta,dia yang buat gue kaya gini,gue gabisa boongin perasaan gue sendiri," ucapku sambil menitikan air mata,menangis sejadi-jadinya.


"Yaudah gue bantu lo,tapi kalo ada apa-apa gue ga mau tanggung jawab," ucap Weni menghapus air mataku.


"Thank you wen,lu emang selalu ngertiin gue," ucapku sambil memeluk Weni.


Kirana POV.


Usia kandunganku menginjak 3 bulan,beberapa kali ini sudah menjalani check-up kehamilan.


"Bisa dilihat tuan dan nyonya pergerakan dari sang bayi," ucap Dokter Sisi,spesialis kandungan.


Key melihatku sambil tersenyum dengan penuh harapan.Sejak tumbuhnya calon bayi ini,merubah segalanya.Pria yang dulunya kurang ajar,dingin,bersikap memerintah,egois sekarang menjadi pria yang lembut dan penuh perhatian.


"Terima kasih dokter," ucapku saat turun dari tempat tidur rumah sakit.


"Sama-sama Nyonya Key,saya harap anda selalu mengonsumsi standar gizi yang baik karna sangat bagus untuk calon bayi,serta tidak melakukan aktifitas yang terlalu berat,saya menyarankan anda untuk melakukan senam kehamilan atau yoga agar dapat meringkankan keluhan ibu hamil,seperti nyeri punggung,nyeri panggul dan mual.Jika ada informasi yang anda kurang mengerti bisa tanyakan langsung pada saya,baik tuan maupun nyonya," ucap Dokter Sisi.

__ADS_1


"Baik,nanti saya hubungi jika ada sesuatu yang tidak saya mengerti mengenai istri saya," ucap Key sambil merangkulku keluar ruangan.


Key POV.


"Kita kepasar yuk," ajak Kirana padaku yang membuatku bingung.


"Kan bisa nyuruh bibi buat belanja," ucapku padanya,lagi memang itu pekerjaan asisten rumah tangga.


"Aku maunya kita yang kesana beli ikan asin bulu ayam," ucap wanita itu sambil merangkul lenganku.


"Apa ini faktor kehamilan?kata orang kalo istri lagi hamil minta sesuatu disebut ngidam," ucapku dalam hati.


"Iya udah kita pergi kepasar," ucapku pasrah.


"Yeay!" ucap wanita itu dengan semangat.


"Pak beli ikan asin bulu ayam sebungkus," ucap Kirana pada penjual ikan asin.


Aroma yang menyengat membuat perutku sedikit bergejolak,reflek aku langsung menutup hidungku dengan tangan.


"Kamu baru pertama kali kepasar ya," ucap Kirana sambil membawa kantong plastik berisi ikan asin yang diinginkan.


Aku hanya mengangguk,aku mengamit tangannya dan buru-buru kami keluar dari pasar itu.


"Ahh," ucapku saat berada dimobil,menghirup udara dengan aroma pengharum yang ada dimobil.

__ADS_1


"Hahaha," tawa Kirana saat melihatku.


"Kenapa kamu ketawa?" tanyaku sambil menengok Kirana yang masih cekikikan.


"Ga gapapa ko,muka kamu lucu kaya ikan yang butuh air buat bernafas," ledek Kirana padaku masih tertawa cekikikan.


"Oh lucu ya," ucapku siap-siap ingin mengelitiki wanita ini.


"Ah iya-iya ampun," ucap Kirana sambil mencegah tanganku untuk mengelitikinya.


"Kita kerumah ibu ya," ucap wanita itu sambil tersenyum.


"Kita pulang," ucapku sambil menancap gas mobil.


"Tapi anak kamu maunya ikan asin ini, dimasak sama neneknya," ucap Kirana sambil mengelus perut datarnya.


Aku hanya mengela nafas,menuruti kemauan istriku yang sedang berbadan dua,dan melaju menuju rumah mertuaku.




**Jangan lupa ya Like dan Vote MA,biar aku semangatttt updatenya...


Jangan lupa komen juga,biar aku rajin buat updatenya...

__ADS_1


See u next chapter,lov you allπŸ’›πŸ’›πŸ’›**


__ADS_2