Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 23


__ADS_3

"Dasar suami tak berguna!menjaga istrimu saja tidak bisa,apa kah keturunanku tidak berpendidik seperti ini?" ucap Papa yang naik pitam.


"Maafin Key pah," ucapku menunduk.


"Kalau ada apa-apa dengan menantu kesayanganku,tak peduli kamu sebagai anakku akan menanggung akibatnya," ucapnya lagi yang kini mulai terduduk diruang tunggu.


"Tenang pah," ucap Mama sambil mengelus dada Papa mencoba untuk menenanginya.


Ya memang semua ini salahku,aku yang terlalu egois atas semua keputusan ini tanpa memikirkan perasaan wanita itu.


"Selamat malam Tuan Dirga,Tuan Key dan Nyonya Bella,saya ingin menyampaikan bahwa Nyonya Kirana membutuhkan donor darah,karena luka yang dialami pasien mengeluarkan banyak darah,kami mohon maaf ketersediaan golongan darah AB yang dibutuhkan oleh Nyonya Kirana stoknya tidak tersedia," ucap Dokter Giri.


"Infokan keseluruh rumah sakit yang berada dikota ini,siapa yang bersedia mendonorkan darahnya untuk menantu kesayangan saya,maka saya akan memberi imbalan kepadanya," ucap Papa pada Dokter Giri.


Dokter Giri pun mengangangguk seraya ia mengerti apa yang dimaksud oleh Papa.


"Bolehkah saya melihat istri saya?" tanyaku pada Dokter Giri.


"Silahkan Tuan Key,saya harap anda bersabar dan tetap tenang," ucapnya sambil mempersilahkanku untuk memasuki ruangan wanita itu yang sedang terbaring.


Wanita itu tak bergerak,matanya terpejam,bibirnya pucat,wajahnya putih seperti kapas,dengan balutan pakaian rumah sakit yang terpasang ditubuhnya.


Hatiku terasa sakit saat melihatnya seperti ini,apalagi dia seperti ini karna kesalahanku,mungkin jika aku tak memperlihatkan perjanjian itu,ia tak akan pergi dari rumah dan terluka karna melindungiku.


"Maafkan aku," ucapku sambil mengenggam tangannya.


Ku mencoba menahan semuanya,bagaimana mungkin wanita yang ku anggap tak ada apa-apa,kini malah melindungiku,seharusnya dia tidak usah peduli denganku.Sekarang yang tersisa hanyalah penyesalan.

__ADS_1


"Josep,tolong infokan keseluruh karyawan perusahaan,siapa yang bergolongan darah AB dan bersedia mendonorkan darah untuk istri saya,maka saya akan memberinya sejumlah uang," ucapku lewat sambungan telefon.


"Baik Pak," ucap Josep disebrang sana.


Aku menunggu waktu demi waktu,hingga ponselku tiba-tiba berdering.


"Selamat malam pak,saya sudah menemukan orang yang bergolongan darah AB dan ia bersedia mendonorkan darah untuk istri anda,namanya Santi,dia juga teman dari istri anda," ucap Josep lewat sambungan telefon yang membuat hatiku menjadi gembira.


"Tolong beritahu,alamat rumah sakit keluargaku agar ia cepat menyusul kesini," ucapku sambil mematikan ponsel.


Aku bangkit dari sofa dan menggenggam tangan wanita itu yang dingin.


"Bersabarlah," ucapku masi menggenggam tangan dinginnya.


"Bagaimana keadaan Kirana pak?" tanya Santi yang sudah tiba dirumah sakit.


"Baik pak," ucapnya yang langsung berbaring disebelah tempat tidur Kirana.


Waktu demi waktu hingga pagi telah tiba,aku belum memejamkan mataku sedari tadi,yang ku fikirkan adalah wanita itu,ya Kirana istriku.


Aku terduduk bersama Papa dan Mama yang menunggu sedari tadi,hingga dokter keluar.


"Bagaimana dok?apakah istri saya sudah sadar?" tanyaku khawatir.


"Tenang Tuan Key,istri anda baik-baik saja,mungkin beberapa waktu selanjutnya pasien akan tersadar bersabarlah,saya permisi Tuan Key,Tuan Dirga dan Nyonya Bella," ucap Dokter Giri pamit dan langsung meninggalkan kami.


"Terima kasih dok," ucap Mama.

__ADS_1


"Mama dan Papa lebih baik istirahat dan pulang,Key akan disini jaga Kirana," ucapku pada Mama dan Papa yang sedari tadi menunggu Kirana.


"Baiklah,Papa dan Mama akan pulang dulu,jika ada kabar mengenai menantuku segera hubungi Papa," ucap Papa sambil menepuk bahuku.


"Iya pah," ucapku menatap kepergian Papa dan Mama.


Aku kembali memasuki ruangan wanita itu,ia tetap berbaring diam tak bergerak sekalipun,matanya tetap terpejam.


"Bangunlah aku menunggumu," ucapku sambil mengecup kening wanita itu.


Rasa kantukku datang,wajar saja semalaman aku belum tidur,hingga aku tertidur dalam keadaan duduk dan masih menggenggam erat tangan wanita itu.


Kirana POV.


Aku mengerjap mataku beberapa kali,ku melihat kesekitar dengan tembok putih dan aroma obat yang menyengat sudah pasti ini area rumah sakit,ku melihat kesebelahku seorang pria terduduk dengan kepalanya bersandar ditanganku.Aku yakin dia tertidur.


"Apa dia menungguku,hingga tertidur seperti ini?" tanyaku dalam hati.


**Hayooo siapa yang penasaran sama part selanjutnya hohohoho.....


Jangan lupa vote dan like MA ya...


Jangan lupa juga buat komen biar aku semangat updatenya hehehe...


Numpang promosi juga siapa tau ada yang kepo sama akun instagram author,bisa kalian ngedm aku biar kita bisa deketan,cailahhhhh wkwkwkkww,,,,,


@dewiliafat_

__ADS_1


See u next chapter guys,i love you allπŸ’“πŸ’›**


__ADS_2