Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 26


__ADS_3

Rumah didekor dengan balon gas bewarna merah,ada banyak bunga mawar disana,ada juga balon bertuliskan "Welcome Back To Home",terlihat jelas rumah ini didekorasi untuk menyambut kedatanganku,hatiku terasa tersentuh dengan semuanya,terlebih lagi ada seorang pria yang sekarang berjalan kearahku.


"Selamat datang kembali," ucapnya dan langsung memelukku.


Aku masih membisu,masih terkejut dengan semuanya,bagaimana mungkin ia kembali begitu cepat?bukankah tadi ada urusan,lalu apakah dia membohongiku?berentet pertanyaan berkecamuk dikepalaku.


"Apa?" tanyaku saat ia memberiku setangkai bunga mawar.


"Apanya yang apa?" tanyanya bingung.


"Iya semua ini?" ucapku sambil melihat kesekeliling.


"Aku sengaja mendekor rumah ini untuk menyambut kedatanganmu,maafkan aku,mengenai dirumah sakit tadi aku berbohong,semoga kamu suka dengan hasilnya," ucapnya yang melihat kesekeliling juga.


"Iya maafkan mamah ya sayang," ucap Mama sambil memelukku.


"Terima kasih mah," ucapku disela-sela pelukan.


Papa tersenyum dan mengelus puncak kepalaku,aku merasa sangat bahagia,bisa disambut dengan rupa yang indah.Hatiku terasa terenyuh dengan semuanya.


"Ayo kita makan,cacing diperut Papa udah pada demo nih," ucap Papa sambil tertawa dan kami langsung menuju meja makan.


"Ini semua rencana Key sayang," ucap Mama saat dimeja makan.


Aku melirik pria itu sekilas,lalu melanjutkan makan malam.Setelah selesai,semua sibuk dengan urusan masing-masing,aku menaiki anak tangga menuju kamar,dibelakangku ada Key yang membuntutiku.


"Apa tadi kamu suka?" tanyanya yang sekarang berada disampingku.


"Suka," ucapku singkat sambil membenarkan bantal.


"Apa kamu tidak ingin mengucapkan terima kasih padaku?" tanyanya yang sekarang tiduran diatas pahaku.


"Iya terima kasih," ucapku menatap matanya sekilas.


"Hanya terima kasih?" tanyanya yang sekarang menatap jelas ke mataku.


"Serba salah,maunya apa sih dia?" tanyaku dalam hati.


"Iya,lalu apa?kan tadi kamu sendiri yang meminta ucapan terima kasih,sudah aku lakukan kan," ucapku padanya.


"Bagaimana kalau kamu memberiku jatah sebagai ucapan terima kasihmu," ucapnya sambil menyoel pipiku,yang membuat mataku melotot.


"Agh!dasar otak mesum," desisku dalam hati.


"Kalau diam berarti iya," ucapnya yang langsung meniduriku.


"Key!" teriakku saat ia menggelitiki perutku.


Pria itu tertawa dan langsung melanjutkan aksinya.Aku hanya terdiam dan larut dalam permainan panas ini.


Key POV.


"Mengapa tubuhmu selalu membuatku candu?" tanyaku dalam hati saat menciumi leher jenjangnya.


Permainan panas pun kembali beradu,hingga sepasang suami istri tidur terlelap hingga esok tiba.


Karina POV.


Aku terbangun dari tidurku,ku melihat kesebelahku,kosong.


"Kemana dia?tumben pagi-pagi banget," ucapku langsung menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi,aku turun ke bawah untuk sarapan.

__ADS_1


"Apa Key sudah memberitahumu?" tanya Mama saat berada dimeja makan.


"Soal apa mah?" tanyaku balik.


"Soal dia pergi ke Singapura karna ada urusan dengan klien,kemungkinan dia akan kembali nanti malam," jelas Mama sambil menatapku.


"Mengapa ia tak pamit denganku?apa aku benar-benar tak dianggap?" tanyaku dalam hati.


"Mungkin aku masih tertidur,jadi dia tak memberitahuku mah," ucapku yang menatap Mama sekilas.


"Apa luka dibahumu sudah kering nak?" tanya Papa padaku.


"Ah,sudah pah," ucapku diselingi dengan senyuman.


Setelah selesai sarapan,aku kembali menaiki anak tangga,aku melihat handphoneku sekilas,berharap ada pesan darinya,nyatanya nihil.


"Yasudah lah," ucapku pasrah sambil melempar handphone kekasur.


Tiba-tiba ada notifikasi dari aplikasi Whatsapp,langsung kusambar handphone dan membukanya.


Desi : Kirana nongkrong yuk! Gue lagi sama Santi nih.


Wah,lumayanlah itung-itung biar ga badmood dirumah terus,lagipula pria itu juga lagi di Singapura.


**Kirana :Yuk!ketemuan dimana?


Desi : Di Mall Prime,sekalian shopping.


Kirana :Oke,see u**.


Setelah berganti pakaian aku turun dan pamit dengan Mama.


"Mah,Kirana mau ketemu temen dulu ya," ucapku sambil menyalimi tangannya.


"Ke Mall Prime ya pak," ucapku pada sang supir.


"Baik nyonya," ucapnya dan langsung melajukan mobil.


Waktu perjalanan sekitar 30 menit,dan sudah sampai tepat dipintu utama.


Key POV.


Ada sebuah pesan masuk dari seseorang.


XXX : Lapor Tuan Muda,Nyonya Kirana pergi ke Mall Prime.


"Wah mulai berani dia,mentang-mentang aku ga dirumah,lihat saja nanti Kirana," ucapku dalam hati.


**Key : Terus pantau dia,pastikan dia baik-baik saja dan jangan sampai buat dia curiga.


XXX : Baik Tuan Muda**.


"Mari kita menemui klien Pak,beliau sudah menunggu," ucap Josep padaku.


"Setelah selesai,saya ingin kembali ke Indonesia secepatnya," ucapku dan langsung meninggalkan Josep.


"Baik pak," ucap Josep mengerti,ia harus mengurus waktu bertemu dengan klien dan masalah penerbangan yang dipercepat,untungnya menggunakan pesawat pribadi.


Kirana POV.


"Kiranaaa!!!" teriak Desi dan Santi saat melihatku berada dilantai dasar.


Aku langsung memeluk mereka.

__ADS_1


"Kangen," ucap Santi saat kami melepaskan pelukannya.


"Sama aku juga," ucapku sambil tersenyum.


"Lo udah sembuh kan na?" tanya Santi padaku.


"Ko kalian tau,aku sakit?" tanyaku bingung.


"Gue aja tau dari Santi,kan dia yang udah donorin darahnya buat elo," ucap Desi padaku.


"Ko gabilang si san,astaga makasi banget udah nolongin aku," ucapku sambil memeluk Santi.


"Iya sama-sama na," ucap Santi melepaskan pelukannya.


"Yaudah yuk!" ajak Desi dan kami pun berjalan beriringan.


Kami memasuki toko yang berisi aneka pakaian wanita,dengan bermacam model ada yang harganya standar ada juga harga yang melejit.


"Agh ga jadi deh,harganya gila," ucap Santi saat memegang sebuah dress dan langsung dikembalikan ketempat semula.


Aku langsung mengambilnya dan melihat harganya,awalnya aku terkejut dengan harganya,tapi setelah dipikir-pikir kartu yang diberikan oleh pria itu pasti isinya banyak,dan pastinya cukup untuk belanja alias hura-hura.


"Ambil aja," ucapku sambil menyodorkan dress itu kepada Santi.


"Uang gue ga cukup na," ucap Santi padaku.


"Dia udah nolongin aku,gantian aku yang nolongin dia," ucapku dalam hati.


"Udah ambil aja,aku yang bayar," ucapku pada Santi yang membuatnya kegirangan.


"Wah,Nyonya Key duitnya banyak nih pasti," goda Desi padaku sambil mencolek bahuku.


"Kamu juga Des,ambil apa yang kalian mau,aku yang bayar," ucapku pada Santi dan Desi yang membuat mereka semakin bersemangat.


Setelah selesai membayar belanjaan,kamipun mencari tempat makan untuk makan.


"Makasi ya Kirana,lo baik banget sumpah," ucap Desi sambil tersenyum padaku.


"Iya gue juga makasi banyak na,kalo ga ada lo,mungkin dress impian gue gabakal kebeli nih," ucap Santi sedih padaku.


"Sama-sama," ucapku pada mereka sambil tersenyum.


Setelah berada ditempat makan,kami pun memesan makanan sesuai selera masing-masing.Tak membutuhkan waktu lama,makanan sudah berada dimeja kami.


"Selamat makan," ucap salah satu pelayan restoran.


"Asik!yuk serbu!" ucap Desi bersemangat dan langsung melahap makanannya.


Aku hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya Desi.


Ada seorang wanita yang berjalan kearah meja kami,dan tiba-tiba...


Byurrr...


**Hallo gais?gimana seru ga? hehehe...


Siapa yang penasaran sama part selanjutnya???


Jangan lupa like dan vote MA ya biar aku semangat nulisnyaaa.....


Jangan lupa juga komennn disetiap episode biar aku rajin updatenya hehehhee....


Kira kira siapa sih?yang guyur Kirana? coba tebak hehhehe

__ADS_1


See u next chapter gais,lov u all💓**


__ADS_2