
Mobil melaju dengan cepat,entah mobil ini akan membawa kami kemana,aku pun tak tahu.
"Kamu tidur aja perjalanan masih jauh," ucap Key sambil menyenderkan kepalaku ke bahunya.
Lamat-lamat aku mulai memejamkan mataku menuju mimpi,entah berapa lama aku tertidur hingga kami sampai disebuah daerah terpencil yang sangat asri,ada sebuah danau dengan air yang jernih,ada angsa yang sedang berenang,ada juga rumah sederhana tepat berada didepan danau.
"Key kita dimana?" tanyaku pada Key
"Disini," ucap Key singkat sambil melihat kesekeliling.
"Maksudnya kita sekarang dimana?" tanyaku pada Key dengan tatapan sebal.
"Ya disini," ucap Key dengan ringan sambil menahan tawanya.
"Key!!!" ucapku sambil mencubit perutnya serta mengelitiki pinggangnya.
"Ah iya-iya ampun," ucap Key meminta ampun padaku.
Aku hanya mengerucutkan bibirku,sambil melihat-lihat keindahan disekitarnya.
"Kita sekarang didaerah Jawa Tengah,ini adalah tempat favorite ku bersama nenek," ucap Key sambil menatap kesekeliling.
"Kamu sering kesini?" tanyaku pada Key yang masih menatap ke depan.
"Ya dulu sering,semenjak meninggalnya nenek aku jarang kesini,sesekali hanya melepas penat saat pikiranku benar-benar kacau,dan aku menenangkan diri disini," ucap Key yang sekarang mulai menatapku.
"Maaf," ucapku sambil tertunduk
"Ga perlu minta maaf,aku hanya memenuhi janjiku kepada nenek," ucap Key sambil membelai pipiku.
Aku hanya terdiam sambil melihat sorot matanya yang sendu,aku bisa melihatnya bahwa saat ini ia menginginkan seseorang,seperti menahan kerinduan.
Aku berinisiatif langsung memeluknya,membelai punggung yang tegap itu.
"Apa kamu tahu janjiku terhadap nenek?" tanya Key padaku saat kita berpelukan.
Aku menggelengkan kepalaku,kami masih berpelukan.
__ADS_1
"Janjiku adalah membawa seseorang yang aku cintai seumur hidupku," bisik Key tepat ditelingaku.
Deg.
Aku terdiam kaku,tak berani berkata apapun padanya.
"Dia mencintaiku?apa ini sungguhan?" tanyaku dalam hati.
"Apa aku bisa percaya padamu?bagaimana soal perjanjian itu?" tanyaku ragu ragu,dan ia mulai melepas pelukannya.
"Lupakan saja,setelah waktu terus berjalan entah hati ini selalu merasa tenang saat bersamamu,mungkin memang ini sudah jalannya,ku harap kita bisa memulainya dari awal,mencari kebahagiaan yang sesungguhnya secara bersama-sama.Apakah kau mencintaiku?" ucap Key sambil memegang tanganku.
Saat ini jantungku rasanya ingin loncat,sangat berdebar-debar walaupun kita sudah menikah setelah beberapa bulan,baru kali ini ia menyatakannya.
"Apa dia sedang menembakku?" tanyaku senang dalam hati,rasanya aku ingin jingkrak-jingkrak.Jujur saja aku juga merasakannya,saat bersamanya aku selalu merasa tenang.
"Ya aku mencintaimu," ucapku pelan sambil menatap manik matanya.
Key langsung mengambil sesuatu dari sakunya,ia mengeluarkan sekotak kayu kecil dengan ukiran-ukiran yang bagus,dan mulai membukanya.
"Ini gelang pemberian nenekku,katanya ini buat wanita yang aku cintai seumur hidupku," ucap Key sambil menggaitkan gelang cantik itu ke pergelangan tanganku.
"Bolehkah sesekali kita mengunjungi makam nenek?" tanyaku pada Key.
"Tentu saja,bahkan berkali-kali pun tak menjadi masalah," ucap Key sambil tersenyum padaku.
Key langsung memelukku dan mulai mencium bibirku dengan lembut.
"Terima kasih," ucap Key sambil membelai kepalaku.
"Ayo kita jalan-jalan sama mami dan papi,nanti kalau kamu udah lahir pasti papi ajak kesini," ucap Key sambil mengelus perutku.
Hari ini aku sungguh bahagia,masalah yang kuhadapi saat ini sudah tiada,mungkin benar takdir Tuhan memang indah,hanya diri kita yang mampu mengaturnya,kuat atau tidaknya saat menjalani rintangan serta kesulitan yang melanda.
"Terima kasih Tuhan," ucapku dalam hati sambil menatap langit.
Adinda Pratiwi.
__ADS_1
"Mah aku maunya tetep Kak Key sebagai suami aku nantinya," bantahku pada Mama.
"Dinda kamu harus sadar pria yang kamu cintai sudah memiliki istri bahkan calon anak mereka,sudah lupakan saja buang jauh-jauh rasa cintamu padanya," ucap Mama padaku.
"Jadi wanita itu hamil?ga ga aku ga rela anak itu lahir kedunia ini,yang ada kebahagiaan mereka akan lengkap,aku harus cepat merebut Kak Key dari wanita rendahan itu,tak peduli sebesar apa pun resikonya," ucapku dalam hati dengan tekad.
Aku hanya menangis didepan Mama,membutuhkan belas kasihan dari Mama untuk menolongku.
"Mah hanya Kak Key yang aku cintai,bantu aku mah mendapatkan cintanya,hiks hiks hiks," ucapku sambil menangis dihadapan Mama.
"Adinda diluar sana banyak pria yang lebih baik untukmu,jangan menjadi wanita pengemis cinta yang tak tahu diri.Mama hanya tak ingin kamu menjadi wanita rendahan yang merebut suami orang dan dicap sebagai perusak rumah tangga orang," ucap Mama dengan nada tingginya.
"Baiklah kalau mama ga mau bantu aku,aku yang akan mendapatkannya sendiri,tak peduli apapun," ucapku sambil meninggalkan Mama.
"Jelas-jelas dia yang wanita rendahan,bukan aku," cetusku dalam hati.
**Haiii gimana kabar kalian hari ini?hehehe
Gimana part ini seru ga?wkwkw๐
Jangan lupa Vote dan Like MA ya,karna sangat berarti buat aku,berarti kalian menghargai jerih payah aku๐ญ
Jangan lupa komen biar aku semangat updatenya๐
JANGAN BUDAYAKAN SIDER!!!
See u next chapter guys,i love you all๐๐๐๐๐๐๐๐
Oiya aku mau ngucapin teman terbaik aku yang hari ini ulang tahun๐๐ค.Namanya Elza Bitya Nathaniela.
Happy Birthday to you my baby gurl๐
Semoga apa yang disemogakan tercapai ya,yuk bantuin doain dia semoga apa yang diinginkan cepat cepat dikabulkan๐
__ADS_1
intinya God Bless You๐**