Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 38


__ADS_3

"Hari ini mama dan papa serta tante Kiki harus terbang ke Jerman,karna ada sesuatu hal yang harus kami selesaikan,mungkin sekitar 3 hari kami disana,jaga diri kamu ya sayang dan calon cucu nenek," ucap Mama saat berada dimeja makan untuk sarapan pagi.


"Iya mah,hati-hati ya mah pah dan tante," ucapku pada ketiga orang yang ingin berangkat ke Jerman.


"Jaga istrimu dengan benar jangan sampai cucuku kenapa-kenapa,kamu yang akan jadi tanggungannya," ucap Papa pada Key dan dibalas anggukan olehnya yang tandanya ia mengerti.


"Aku antar ya mah," ucapku saat kami sudah selesai sarapan.


"Kamu dirumah aja sayang,inget lho kamu lagi berbadan dua gaboleh cape-cape," ucap Mama sambil mencium dahiku.


"Dadah nenek,cepet pulang ya," ucapku menirukan suara anak kecil.


"Neneknya doang nih?kakeknya engga?" sindir Papa mertua yang dibalas tawaan oleh semuanya.


"Iya kakek hati-hati juga ya," ucapku menirukan suara anak kecil.


"Sampai jumpa," ucap mereka berjalan meninggalkan pekarangan rumah.


Setelah mobil yang mereka tumpangi keluar,giliran Key suamiku yang ingin berangkat kerja.


"Jaga dirimu baik-baik,kalo ada apa-apa hubungi aku ya," ucap Key sambim memelukku dan mencium dahiku.


"Iya papi,cepet pulang ya papi," ucapku sambil menirukan suara anak kecil.


Key langsung mencubit kedua pipiku dengan gemas,tanpa sadar Adinda sedari tadi melihat kami sedang bermesraan.


Aku langsung mundur karna malu,dan Key menaiki mobilnya menuju perusahaan.


Aku menaiki anak tangga menuju kamar,hari ini sepertinya sepi,dirumah hanya tersisa aku,Key,Adinda,dan para pembantu lainnya.


Aku membuka handphoneku untuk mengabari teman lama dikantor siapa lagi kalau bukan Santi dan Desi,aku berniat membawakan makan siang untuk Key dan mereka.


Pukul 10.00 aku mulai menuruni anak tangga menuju dapur untuk memasak makan siang.


"Lho nyonya muda ngapain?biar bibi aja yang masak," ucap Bi Inah saat melihatku menyusun beberapa sayuran dan ayam.


"Aku mau masak buat Key dan teman lamaku dikantor bi,bibi bantu aku aja ya buat motong motong ini," ucapku pada Bi Inah dan langsung dikerjakan olehnya.


Beberapa waktu kemudian,makanan makan siang sudah terpacking dengan rapih.


"Kakak ipar mau kemana?" tanya Adinda padaku,sambil melihat setumpuk kotak makan yang tersusun.


"Mau ke perusahaan,antar makan siang untuk Key dan teman lamaku disana," ucapku pada Adinda


"Aku anterin ya kak," ucap Adinda sambil tersenyum padaku.


"Ah gausah,aku minta anterin supir aja,nanti ngerepotin kamu lagi," ucapku sambil tersenyum padanya.


"Yaudah hati-hati kakak ipar," ucap Adinda sambil melambaikan tangannya.


Aku bersama supir menuju perusahaan Dirgantara,membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai disana.

__ADS_1


"Selamat datang Nyonya Key,mari saya antar," ucap Griy saat melihatku tiba diperusahaan Dirgantara.


"Ga perlu Griy,aku bisa sendiri kok,kamu lanjutin aja pekerjaan kamu," ucapku pada Griy dan dibalas anggukan olehnya.


Aku melihat dua orang wanita yang seumuran denganku sedang berfokus kerja.


"Heiii!" ucapku mengagetkan mereka berdua.


"Kirana!" teriak Santi dan Desi berbarengan dan langsung memelukku.


"Nyonya Key sombong males ah," ucap Desi padaku.


"Sombong apanya sih?nih aku buatin kalian makan siang,kurang baik apa aku," ucapku sambil memberikan dua kotak berisi makanan.


"Wahh,thank you Nyonya Key," ucap Santi sambil tersenyum padaku.


"Haha iya deh,Nyonya Key bukan sombong tapi baik hati," ucap Desi padaku sambil tertawa kecil.


"Iya sama-sama tante cantik," ucapku sambil menirukan suara anak kecil.


Santi dan Desi saling menatap dan langsung menatapku dengan mulut ternga-nga.


"Lo hamil Na?" tanya Desi padaku,dan dibalas anggukan olehku.


"Wah gila,selamat Kirana ga nyangka bentar lagi punya momongan," ucap Santi memelukku,dan disusul oleh Desi.


"Iya-iya," ucapku sambil melepaskan pelukan mereka berdua.


"Kan biar surprise," ucapku sambil tersenyum pada mereka.


"Tante ga sabar liat kamu lahir didunia," ucap Santi sambil mengelus perutku.


"Iya tante,jangan lupa nanti kasih aku hadiah ya tante," ucapku sambil menirukan suara anak kecil.


"Pasti nanti tante bakal kasih hadiah spesial," ucap Santi sambil melihat kearah perutku.


"Hahaha,yaudah aku mau nganter makan siang dulu buat Direktur Utama yang kaya es," ucapku sambil meninggalkan mereka.


Desi dan Santi yang mendengar perkataanku hanya tertawa.Ya memang benar,julukan untuk suamiku diperusahaan adalah manusia dingin dengan sikapnya yang acuh tak acuh.


Aku menuju ruangan yang dulu aku juluki sebagai kandang macan atau ruangan manager kurang ajar.


"Masuk," ucap Key dari dalam ruangan saat aku memencet bel dari luar.


"Surprisee!!" ucapku sambil tersenyum pada Key yang berada dimeja kerjanya.


"Kamu ngapain disini sayang?" tanya Key yang langsung menghampiriku.


"Emang aku gaboleh kesini?aku cuman anterin makan siang buatan aku," ucapku dengan nada yang cemberut.


"Bukan gitu,kenapa ga ngabarin aku dulu?biar aku jemput atau aku pulang kerumah untuk makan siang,kan kamu lagi hamil aku ga mau kamu cape aja," ucap Key yang langsung memelukku.

__ADS_1


"Iya udah,nih makan aku udah cape-cape buatin makan siang buat kamu," ucapku sambil membuka kotak makanan untuk dihidangkan dipiring.


"Suapin ya," ucap Key manja padaku.


"Dasar Ceo manja," ucapku sambil melihat kearahnya.


"Kan manjanya sama istri sendiri,masa papi gaboleh manja sama mami ya baby," ucap Key sambil mengelus perutku.


"Aaa," ucapku sambil melayangkan sesendok nasi dan lauk kedalam mulutnya,dan diterima lahapan dari Key.


"Nanti aku ada meeting sebentar,kamu istirahat dulu ya didalam,nanti setelah aku selesai meeting kita pulang," ucap Key padaku.


"Aku dijemput supir aja,kan kamu masih kerja," ucapku sambil melayangkan sendok memberi suapan padanya.


"Kan aku Ceo disini jadi aku bebas dong mau ngapain aja,aku juga pengen berduaan sama kamu," ucap Key sambil tersenyum nakal.


"Eh kita ga berdua,kita bertiga," ucapku sambil menunjuk kearah perutku.


"Iya deh iya," ucap Key ngalah padaku.


Setelah selesai menyuapi bayi besar,Key keluar dari ruangan kerjanya.Aku berdiri untuk memencet tombol ruangan pribadi.Seketika pintu terbuka dan Key kembali.


"Lho ga jadi meeting?" ucapku pada Key saat ia kembali memasuki ruang kerjanya.


"Kamu ikut meeting aja,aku ga mau kamu disini sendiri," ucap Key sambil mengaitkan pinggangku dengan tangannya.


"Tapi Key," bantahku namun dicela oleh Key.


"Ga ada tapi-tapian,nanti kamu dibelakang aku," ucap Key sambil memasuki ruang meeting.


Semua mata tertuju padaku,semua menundukkan kepala tanda memberi hormat kepada aku dan Key.


"Maaf saya harus mengajak istri saya,karna saya khawatir jika ia sendirian,terlebih ia mengandung calon bayi kami," ucap Key pada semua orang.


Semua orang yang berada di ruangan meeting memberi ucapan selamat.Aku hanya tersenyum,sebenarnya malu menguntit suaminya saat meeting.


Meeting pun dimulai,aku melihat dengan kagum pada sosok pria yang menjadi suamiku dan calon ayah bagi bayiku,sungguh hebatnya saat menjelaskan presentasi mengenai perencanaan perusahaan.


"Lihat tuh papimu,hebat kan sayang," ucapku dalam hati sambil mengelus perutku perlahan.




**Jangan lupa Like dan Vote MA ya


🤗🤗🤗🤗


Jangan lupa juga buat komen biar aku semangat updatenya😘


See u next chapter guys,i love you all💓**

__ADS_1


__ADS_2