
Perusahaan.
Pria tampan yang menjabat sebagai manager diperusahaannya sendiri melewati anak karyawannya yang sudah bejejer untuk menyambut kedatangannya.
"Selamat pagi pak," ucap mereka serentak.
Pria itu hanya menunjukkan wajah datar dan langsung melewati barisan menuju ruang kerjanya.
"Walaupun ga senyum tapi tetep ganteng,duh meleleh hati eneng," ucap salah satu karyawati.
"Hush,dia udah punya istri," ucap karyawati lainnya.
"Pak ini berkas yang akan kita bahas," ucap Josep selaku kaki tangan pria itu.
Ruang meeting dipenuhi dengan wakil dari perusahaan lain yang menaruh saham di perusahaan Dirgantara Group.Key yang memimpin meeting tersebut dan mulai menjelaskan proyek yang akan dilaksanakan dibeberapa negara.
"Saya setuju,Pak Key memang hebat," ucap salah satu pria paruh baya yang mewakilkan perusahaan lain.
Semua orang bertepuk tangan dan mulai meninggalkan ruang meeting.
"Josep saya ingin pulang dan kamu urus semuanya," ucap Key.
"Maaf pak,ada berkas yang harus ditanda tangani dulu," ucap Josep.
Setelah selesai mentanda-tangani berkas tersebut,pria itu segera keluar dari perusahaannya.
Key.
"Wanita itu sedang apa ya?" ucapku dalam hati sambil melajukan mobil menuju rumah.
Kirana.
"Berhubung pria itu pulangnya malam,aku mau kerumah ibu ah,kangen sama ibu," ucapku pelan yang mulai mengganti pakaianku.
"Mau kemana nak?" tanya Mama.
"Mau kerumah ibu mah,aku kangen sama ibu," ucapku sambil menciumi tangan Mama.
"Supir tolong antar Kirana," ucap Mama pada supir.
Saat aku ingin keluar tiba-tiba aku terkejut pria itu sudah kembali.
"Mau kemana kamu?" ucapnya dingin.
"Kerumah Ibu pak," ucapku yang berhenti tepat dihadapannya.
__ADS_1
"Masuk kekamar!" ucap tajam pria itu.
"Key sudahlah biarkan istrimu mengunjungi orang tuanya,lagipula dia kan mertuamu," ucap Mama yang menghampiri kami.
"Nanti akan ku antar mah," ucap pria itu yang langsung meninggalkanku dan Mama.
"Sabar ya sayang," ucap Mama sambil mengusap kepalaku.
"Gapapa mah,aku keatas dulu ya," ucapku pada Mama.
Aku menaiki anak tangga,mengikuti pria itu berjalan menuju kamar.
"Siapkan makan siang untukku dan bawa kesini," ucap Key.
Aku terdiam dan langsung kembali menuruni anak tangga menuju dapur.
"Non biar bibi aja yang masak," ucap Bi ina padaku.
"Gapapa bi,biar aku aja ini juga kewajiban seorang istri," ucapku pada Bi ina.
"Tuan pasti sangat beruntung dapet istri kaya non,udah baik terus cantiknya kebangetan," ucap Bi ina.
"Ah bisa aja bibi nih," ucapku.
"Silahkan pak," ucapku padanya.
Pria itu langsung bangkit dari ranjang dan menuju sofa untuk memakan makanan yang kubawakan.
"Permisi pak," ucapku sambil mengangkat piring kotor.
"Duduk!" ucapnya tajam.
Seketika aku langsung menaruh nampan yang berisi piring kotor,dan duduk disampingnya.
"Kamu itu istriku bukan pelayan ataupun asisten lagi,jadi berhenti panggil aku pak dan ganti jadi aku kamu," ucapnya tajam yang menatapku.
"Lalu,aku harus panggil bapak dengan sebutan apa?" tanyaku polos.
"Ya kamu panggil aku suami atau sayang," ucapnya ketus.
"Ba-ik su-ami," ucapku masih terbata.
"Tidak cocok,panggil aku dengan sebutan sayang," bantahnya yang mulai mendekatiku.
"Iya sa-yang," ucapku yang masih terbata.
__ADS_1
Cup.
Pria itu tiba-tiba mendaratkan ciumannya dibibirku,sontak pipiku langsung memerah seperti tomat.
"Dengar baik-baik nyonya Key,anda sekarang sudah mempunyai suami,jika anda pergi kemanapun,minta izinlah pada suami dahulu sebelum pergi," ucapnya dengan bahasa baku yang menyindirku.
"Iya pak,maafkan saya," ucapku yang menunduk.
"Ulangi!" ucapnya yang mulai meninggi.
"Ah iya,panggil dia sayang,bodoh!" batinku dalam hati.
"Iya sayang maafkan aku," ucapku pasrah.
"Nah gitu dong," ucapnya yang langsung mengelus puncak kepalaku.
Pria itu langsung mengendongku menuju ranjang.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" tanyaku kaget.
"Melakukan apa yang terjadi semalam," ucapnya yang langsung menindihku.
Deg.
"Ibu tolong aku!aku gamau kalo sampe gabisa jalan," bantinku dalam hati.
"Sayang aku mau kerumah ibu," ucapku sambil memegang tangannya yang mulai menggrayangi kemana mana.
"Nanti aku antar setelah aku meminta jatah ya," ucapnya yang langsung menciumi bibirku dengan lembut.
Aku tak bisa menolak,walaupun pernikahan ini karna perjodohan,aku tetap melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri yang memenuhi keinginan suami.
Diteriknya matahari,ada dua buah insan yang sedang memadu kasih dengan saut-sautan suara desahan.
Setelah sampai pada kenikmatan keduanya pun tertidur pulas karna kelelahan bercinta.
**Hayoo gimanaaaaa seru ga?wkwkwkwk
Jangan lupa like dan komen MA ya,
Karna aku butuh banget like dan komen komen kalian biar aku semakin semangat buat updatenyaaaa...
Maaf kalo author suka typo atau salah nulis atau salah namaa,maklum manusia hehehe...
See u next chapter gaisss,love you alll💓**
__ADS_1