
Udara pagi mulai menelusup masuk lewat ventilasi udara,membuat udara yang dikamar semakin dingin,aku mengerjap mataku berkali kali saat aku melihat ada seorang pria yang kukenal berada disampingku yang sedang tertidur dengan tenang.
"Oiya lupa,kan aku udah nikah ya sama dia," ucapku pelan dan langsung bangun dari tempat tidurku.
Aku menuju kamar mandi,setelah selesai mandi aku melihat pria itu sudah terbangun.
"Bapak mau langsung mandi?" tanyaku yang sedang menggantung kimono.
Pria itu hanya menggangguk,mungkin kesadarannya belum penuh saat terbangun dari tidurnya.
Aku bergegas menuju kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuknya.
"Pak air hangatnya udah siap," ucapku.
"Siapkan baju santai untukku dan buatkan roti bakar nanti aku turun," ucapnya yang langsung meninggalkanku.
Aku langsung menyiapkan baju untuknya dan turun untuk membuatkan roti bakar.
"Lho,kenapa ga bibi aja yang buat roti bakarnya sayang," tanya wanita paruh baya yang sekarang menjadi mertuaku.
"Gapapa tante," ucapku sambil membolak balikkan roti bakarnya.
"Kok tante?mama dong," ucap Bella.
"Ah,i-ya mah," ucapku malu.
Pria itu turun,langsung menuju meja makan aku memberikan sepotong roti bakar dengan selai kacang favoritenya.Aku duduk disampingnya,menyantap roti tawar dengan selai stoberi kesukaanku.
"Kalian kapan bulan madu?" tanya papa mertuaku yang berada dimeja makan.
"Duh,****** aja kalo aku beneran bulan madu sama dia," ucapku dalam hati.
"Besok pah," ucap pria itu yang membuatku kaget.
"Hah?besok?" tanyaku kaget.
"Ini orang bener-bener sinting,kenapa ngasih taunya dadakan sih," celotehku dalam hati.
"Suamimu itu udah ngebet,mau ngasih cucu ke mama sayang," ucap Bella padaku.
Aku melanjutkan menyantap roti tawar stoberi dan minum segelas susu.Aku langsung menaiki anak tangga dan menuju kamar,aku duduk disofa sambil memainkan ponselku.Aku mendengar suara pintu dibuka,aku menoleh ternyata pria itu yang masuk.
__ADS_1
"Pak kenapa bulan madunya besok?kan saya belum prepare," tanyaku cepat.
"Bukannya kamu udah janji bakal nurutin apapun permintaan saya," ucapnya santai sambil duduk disampingku.
"Ya,tapi pak-," bantahku tapi disela olehnya.
"Nurut," ucapnya pendek yang mengambil ponselku.
Tiba-tiba ponselku dibanting olehnya,seketika ponselku hancur layarnya.
"Lho pak,kenapa dibanting itu kan hp saya," ucapku yang menaikkan volume suara.
"Hp jadulmu itu ga pantes disini,malu-maluin saya aja,kamu beli baru sana yang baru launching," ucapnya santai.
"Dipikir beli hp baru bayarnya make daon apa," desisku dalam hati.
"Uang saya ga cukup pak,buat beli hp baru apalagi yang keluaran model terbaru," ucapku pelan.
"Siap-siap sana!" ucapnya yang langsung meninggalkanku.
"Mau kemana kita pak?" tanyaku yang mengekori pria itu.
Buru-buru aku mengganti pakaianku,aku sekarang sedang turun bersama dengan suamiku menuju parkiran mobil,ia langsung melajukan mobilnya yang membelah jalanan ibukota.
Mobil yang kutumpangi berhenti dipakiran mall terkenal,sudah dua kali aku pergi kesini.
"Ngapain kesini lagi?apa dia mau belanja?" tanyaku heran dalam hati.
Aku hanya mengekori pria itu dan memasuki toko handphone.
"Saya mau beli handphone dengan model terbaru," ucap pria itu pada karyawan toko.
"Ini pak,silahkan transaksinya dibagian depan," ucap karyawan itu.
Setelah melakukan pembayaran,handphone model terbaru dimasukkan kedalam paper bag dan diserahkan ke pria itu.
"Nih!sebagai ganti hpmu yang ku banting tadi," ucapnya sambil menyodorkan paper bag itu padaku.
"Terima kasih banyak pak," ucapku senang mendapatkan handphone baru.
"Lagi baik dia," ucapku dalam hati.
__ADS_1
Aku berjalan beriringan dengannya,banyak pasang mata perempuan yang menatap kearah sebelahku,ya suamiku,ku akui memang dia memiliki paras tampan.
"Kirana!" teriak seorang pria yang berada dibelakangku,sontak aku langsung menoleh kebelakang.
"Arga," ucapku saat pria yang bernama Arga berada tepat didepanku.
"Gimana kabar kamu?kita nongkrong dicafe yuk,biar lebih enak ngobrolnya," ajak Arga.
"Duh,sebenernya pengen nongkrong bareng Arga,tapi ada manusia kutu kupret disebelahku," ucapku dalam hati yang menatapnya sekilas.
Tiba-tiba Key menarik pinggangku dan menciumi rambutku.
"Sayang,kita kan mau siap-siap buat bulan madu besok," ucap Key manja.
"Hah?apa apaan dia?seperti anak kecil yang merengek minta balon," ucapku bingung.
"Maaf Arga kali ini aku gabisa,mungkin next time ya," ucapku pada Arga.
Terlihat aura kecewa pada wajah Arga,tetapi jika aku pergi bersama Arga,pasti Key akan marah,sudah terlihat dengan sikap manjanya tadi yang menyuruhku untuk menolak ajakan Arga.
Tanganku langsung ditarik oleh Key,menuju arah parkiran.
Key POV.
Yang kurasakan saat ini adalah panas,hatiku yang tak tenang,merasa gelisah,akibat ulah pria tadi yang berani mengajak istriku.
"Mengapa aku tak suka jika cunguk itu berdekatan dengan pria lain selainku?apa aku mulai cemburu?" tanyaku dalam hati.
"Ah tidak mungkin aku cemburu," tepisku dalam hati.
"Aghhh,lihat saja kau," kacauku dalam hati.
Aku mulai menginjak pedal gas untuk menjalankan mobilku menuju rumah.
**Hayo hayoooo siapa yang ga sabar nunggu eps selanjutnya......
Jangan lupa vote MA ya,dan komen juga buat authorrrrr...
Biar authorrr semangatt buat update setiap hariiii hehehehehe.
See u next chapther,love u all**
__ADS_1