Menikahi Asistenku

Menikahi Asistenku
Episode 20


__ADS_3

Perusahaan.


"Selamat pagi Tuan Key,ada yang ingin bertemu dengan anda," ucap Griy.


"Siapa?" tanyaku singkat.


"Wanita yang bernama Nanda tuan," ucap Griy memperjelas.


"Mau ngapain lagi sih wanita murahan itu,mungkin udah putus urat malunya," gumamku dalam hati.


"Jangan biarkan dia masuk keruangan saya!" ucapku tegas.


"Baik tuan," ucap Griy yang langsung menutup pintu.


"Maaf anda tidak diperkenankan untuk menemui Tuan Key," ucap Griy pada wanita itu.


"Sebentar saja saya hanya ingin bicara mengenai hal penting," ucap Nanda memohon.


"Maaf saya hanya menjalankan pesan dari Tuan Key," ucap Griy yang membuat wanita itu terdiam.


"Lihat saja kamu Key,aku pastikan kamu akan kembali dan memujaku lagi," gumam Nanda dalam hati.


Wanita itu melengang pergi dari Perusahaan Dirgantara Group dengan hati yang kecewa.


*Drttt...Drttt...Drttt...


"Hallo*?" tanya wanita disebrang sana.


"Nanti antarkan aku makan siang," ucapku padanya lewat sambungan telefon.


"Iya," ucapnya singkat.


Sambungan telefon pun langsung dimatikan,tanpa ada kata kata manis yang terucap.


Kirana POV.


"Heh!sudah seperti raja saja apa-apa tinggal nyuruh," gumamku pelan.


Aku menuruni anak tangga dan menuju kedapur untuk memasak.

__ADS_1


"Kamu lapar lagi sayang?" tanya Mama tiba-tiba muncul ke dapur.


"Oh engga mah,aku masak buat Key makan siang," jelasku sambil memotongi daun bawang.


"Ga salah pilih mantu mamah,Key beruntung banget punya istri perhatian," ucap Mama sambil mengelus kepalaku.


"Mama mau dimasakin juga?" tanyaku.


"Gausah sayang,nanti mama ada acara arisan diluar jadi sekalian makan siang bareng temen-temen mamah," ucap Mama.


Mobil melesat menuju perusahaan,seorang istri mengantar makanan untuk sang suami.


"Selamat siang Nyonya Key," ucap karyawati bagian depan.


"Siang,terlalu berlebihan kamu Griy," ucapku canggung.


"Mari saya antar nyonya,Tuan Key sudah menunggu anda," ucap Griy ramah.


"Jangan berlebihan seperti itu,dulu kita juga teman,kenapa sekarang jadi formal banget sih?" tanyaku pada Griy.


"Maaf nyonya posisi anda sekarang adalah istri dari pemilik perusahaan ini," jelas Griy padaku,yang membuatku terdiam dan melanjutkan berjalan.


"Desiii!" pekikku sambil menghambur ke pelukannya.


"Wah sepertinya bawa makan siang nih buat suami tercinta," goda Desi padaku.


"Ah,iya ini," ucapku sambil menunjukkan kotak berisi bekal makan siang.


"Kalo ada waktu senggang kita main yuk," ajak Desi semangat.


"Ya kamu kan tau sekarang,aku harus ijin dulu ke Tuanmu itu," ucapku malas.


"Hahaha,yang udah bersuami mah beda ya!,yaudah aku kekantin dulu ya,next time kita main oke!," pamit Desi sambil menepuk bahuku.


Aku hanya mengacungkan jempol dan melanjutkan langkahku menuju ruangan.


"Sayang," ucap pria itu sambil berdiri mendekatiku.


"Nih makan siangnya," ucapku sambil menata makan siang.

__ADS_1


"Kamu bawa apa?" tanyanya sambil melihat kotak berisi makanan.


"Aku tadi masak udang balado,capcai,sama goreng sosis sapi,nih makan," ucapku sambil menyodorkan piring berisi nasi.


"Kamu ga makan?" tanyanya saat menyendokan nasi kemulut.


"Tadi aku udah makan sebelum kesini," jelasku.


Setelah selesai makan,aku membereskan peralatan makan yang telah digunakan.


"Kamu pulang nanti bareng aku,tunggu aku selesai meeting," ucapnya setelah meminum jus orange.


"Iya," ucapku singkat.


Pria itu semakin dekat,mengaitkan pinggangku dengan lengannya,hingga lamat-lamat ia mulai ******* bibirku dengan lembut hingga berujung lama,tangannya mulai menuruni anak kancingku yang ingin dibuka.


"Maaf,Tuan mee.." ucap Josep saat berada diujung pintu,melihat adegan kami tadi membuat lidahnya kelu untuk melanjutkan perkataannya tadi.


"Ma-af tuan," ucap Josep sambil menutup pintu.


"Ah sayang," ucapku sambil melepaskan pelukannya.


"Sana meeting," ucapku lagi dengan semburat pipi merah diwajahku.


"Kamu tunggu diruang pribadiku,tekan tombol dibalik pajangan itu,tunggulah sampai aku selesai meeting," ucapnya sambil meninggalkanku.


Aku memencet tombol merah dibalik pajangan itu,betapa terkejutnya aku melihat ada pintu dibalik lemari kaca yang berisi beberapa dokumen,aku mulai masuk dan terdapat tempat tidur yang cukup luas,ada sofa,ada televisi,ada kamar mandi,ada rak pakaian,seperti kamar pribadi didalam ruangan kerja,walaupun tak sebesar kamar yang dirumah tapi ini cukup luas dan mewah.


"Keren juga," gumamku pelan.


Aku mulai merebahkan diriku sambil menonton tv,lama kelamaan aku tertidur dikamar itu.


**Hayoooo siapa yang penasaran part selanjutnya,,,,


Jangan lupa vote dan like MA ya biar aku cepet cepet buat updatenyaaaa hehehehe.......


Jangan lupa untuk komen,biar aku semangatttt terus.....


See u next chapter,i love you all💓**

__ADS_1


__ADS_2