
Key POV.
Melihat wanita itu tertidur,rasanya begitu tenang saat melihatnya,entah mengapa jantung ini selalu terlonjak kaget saat berada disisinya,mungkinkah benar rasa yang aku alami saat ini adalah perasaan cinta.
"Ga-ga!aku gaboleh jatuh cinta sama dia,tujuanku hanya memenuhi permintaan orang tuaku,selepas dia melahirkan anak,akan ku
urus surat perceraian nanti," gumamku dalam hati.
"Hei bangun," ucapku sambil mengoyangkan tubuhnya.
"Ahh," ucapnya sambil membuka mata.
"Ayo pulang," ajakku berdiri dari ranjang.
Drttt...Drttt...Drttt...
Nomor tidak dikenal calling.
Aku hanya mengabaikan telefon yang berdering,karna prinsipku tak ingin berurusan dengan orang yang tidak penting.
"Telfonnya kenapa ga diangkat?" tanyanya sambil melirik ponselku.
"Ga penting,ayo pulang," ucapku sambil meninggalkannya.
Wanita itu menurut,mengekoriku menuju basemant dimana mobilku terparkir disana.Hingga telfonku berdering lagi untuk yang kesekian kali.
"Siapa tau penting," ucapnya sambil melirikku mengemudi.
"Angkat," ucapku sambil menyodorkan handphone padanya.
Kirana POV.
Aku menerima handphonenya dan mulai mengangkat telfon.
"Sayang lama sekali sih kamu angkatnya," ucap wanita itu disebrang sana.
*Sayang?siapa wanita ini?
__ADS_1
"Sayang kenapa kamu diam saja*!" ucap wanita itu lagi dengan nada tinggi.
"Maaf anda siapa?" tanyaku berani.
Pria itu sesekali melirik kearahku saat berkemudi.
"Saya Nanda Primata pacarnya Key Dirgantara Adhitma,kamu asistennya kan?cepat berikan telfonnya pada Tuanmu," ucapnya lugas.
"Pacar?jadi selama ini dia masih berhubungan dengan wanita lain?" ucapku dalam hati.
"Sepertinya pacarmu mencarimu," ucapku sambil memberi hanphone miliknya.
"Pacar?" tanyanya yang masih berkemudi.
"Iya dia pacarmu,ah namanya Nanda," ucapku sambil beringat-ingat.
Key POV.
"Dasar wanita ******!mau ngapain lagi sih dia,ganggu hidupku terus," ucapku dalam hati sambil mematikan telfonnya.
Kirana POV.
Aku hanya memalingkan wajahku untuk menatap luar jendela,entah perasaanku gelisah saat ini.
Setibanya dirumah,aku langsung menaiki anak tangga menuju kamar,hari ini begitu melelahkan,entah batinku atau tenagaku yang terkuras.
"Key besok papa akan membuat peresmian mengenai pengangkatan jabatanmu dan pengunduran papa dari perusahaan," ucap Papa saat makan malam.
"Terlalu cepat pah," ucap pria itu dengan santai.
"Kamu sudah berkeluarga,lagipula papamu ini sudah lanjut usia,hanya mampu melihat kalian berbahagia dengan perencanaan cucu untuk papa dan mama," ucap Papa melihat Key yang sedang makan.
"Ya mama setuju,biarkan papamu ini menikmati masa tuanya,kamu anak satu-satunya menjadi tanggung jawab sebagai penerus papa," timpal Mama.
Pria itu hanya diam,melanjutkan makannya.
"Kirana sayang,bujuk suamimu sebagai penerus papa,mungkin dengan kamu membujuknya dia akan melakukannya," ucap Mama yang menoleh kepadaku.
__ADS_1
Aku hanya bisa tersenyum,yang jelas mana mungkin dia bakal menuruti perkataanku,walaupun aku istrinya tapi pernikahan ini juga karna kesepakatan orang tua,bukan karna dasar cinta.
"Datanglah besok diacara peresmian itu," ucapku berani sambil melirik pria itu yang terduduk disofa.
"Aku akan datang," ucapnya santai.
"Tapi ada perjanjian antara aku dan kamu," tambahnya sambil berdiri dan menoleh kepadaku.
"Apalagi Tuhan!mengapa dia selalu mengambil kesempatan," gumanku dalam hati.
"Perjanjian apa?" tanyaku penasaran.
"Bacalah!dan tanda tangani surat ini," ucapnya sambil melemparkan map berwarna merah padaku.
Aku mengambilnya dan mulai membaca perkata yang tertera disurat itu,betapa terkejutnya aku.
"Apa maksudnya?"tanyaku geram.
"Tanpa ku jelaskan juga pasti kau tahu kan?apa kau berfikir selama ini aku mulai mencintaimu?" tanyanya dingin.
Aku hanya terdiam,selama ini aku merasa dibodohi olehnya,mengapa aku berfikir dia akan mencintaiku,sudah jelas tujuan awal pernikahan ini hanya permintaan kedua orang tua,tapi mengapa dia seolah-olah mencintaiku dengan memintaku melaksanakan kewajiban seorang istri.
"Keparat!!!kenapa kau membodohiku selama ini," ucapku geram tak terasa hatiku terasa seperti ditusuk oleh belati tajam.
"Aku membodohimu?apa aku rela waktuku terbuang sia-sia hanya karna dirimu?berfikirlah kamu hanya perempuan yang tak punya apa-apa,tugasmu hanya memberiku anak setelah itu kamu pergi dari hadapanku,apa kamu tidak sadar diri?" tanyanya tajam.
Nyes.
**Hayoo siapa yang penasarannn part selanjutnyaaaaaa....
Gimana gimana seru ga?kesel ga? heheheh....
Maaf ya aku sekarang ini gabisa update setiap hari,soalnya aku juga ada pekerjaan yang harus aku lakukan setiap hari...
Tapi aku berusaha buat kalian koooo,jadi kalian semangatin aku dongggg,,,
Jangan lupa vote dan like MA biar aku semangat updatenya,,,
__ADS_1
See u next chapter yaaaa,i love you all💓**