
"Gosong ".. Naya menatap nanar pada dua potong paha ayam yang ada di dalam teflon.. Kedua paha ayam itu sudah berubah warna kehitaman..
Naya segera meniris kan kedua paha ayam itu lalu memasukkan nya ke dalam piring..
" Masih bisa di makan ".. Guman naya..
Naya meletakkan ayam gosong nya di meja makan..
Naya kembali menuju ruang tengah untuk menemui kevin.. " Bagaimana bisa kevin menemukan keberadaan ku??.. Bagaimana ini?? ".Guman naya.
Naya melihat kevin dari arah yang agak jauh..Kalau bisa ia ingin menghilang dari tempat itu.. Ia merasa takut pada kevin.. Naya takut kevin berbuat sesuatu pada nya, Seperti berencana membunuh nya..
Kenapa naya harus berfikir negatif pada kevin??.. Ya secara naya sudah tau kalau ibu nya penyebab adik kevin meninggal.. Naya takut kevin datang untuk balas dendam..
__ADS_1
" Aku belum siap mati ".. guman naya dengan pelan..
Naya kembali ke dapur, Naya memindahkan minyak di dalam teflon ke tempat lain.. Lalu naya membawa pen panas itu menuju ruang tengah.. " Awas saja kalau dia berani macam macam pada ku ".. Ucap naya..
Naya berdiri tepat di samping kevin dengan teflon panas di tangan nya.. Naya menatap pria yang sedang berbaring sambil menejamkan mata nya di atas sofa.." Enak sekali dia tidur, Seperti orang yang tidak bersalah ".. Batin naya dengan tatapan kesal nya..Tatapan naya terhenti tepat di bagian wajah kevin.. Naya menatap intens wajah itu..
" Kenapa wajah nya pucat sekali?? ".. Batin naya..Terlihat dari bibir kevin yang sangat pucat.. Entah lah mungkin penglihatan naya salah, Secara lampu di ruangan itu terang, Mungkin karena efek cahaya lampu..
" Kenapa kau menatap ku seperti itu "..
Namun naya dengan cepat memukul tangan kevin dengan teflon panas.. " Ahh".. Ringis kevin, Kevin segera menarik tangan nya yang terasa panas..Naya juga ikut terkejut, Ia tidak sengaja melakukan hal itu.. Pikiran negatif naya membuat dirinya tanpa sadar sudah menyakiti pria di depan nya..
"Tunggu sebentar ".. Naya segera berlari menuju dapur dengan membawa teflon di tangan nya.. Naya segera mengambil semangkuk air.. Naya kembali berlari menuju ruang tengah..
__ADS_1
Naya mencelupkan tangan kevin dengan perlahan ke dalam mangkuk yang berisi air itu..
" Maaf aku tidak sengaja " .. Ucap naya datar..
"Tidak apa, Ini belum sebanding dengan kaki mu yang tersiram kuah sup panas ".. Jawab kevin..
DEG... Naya terdiam, Ia kembali teringat dengan kejadian beberapa bulan lalu..
" Kenapa kau kesini?? ".. Naya kembali bertanya dengan raut wajah datar.. " Tidak ada, Aku hanya ingin bertemu dengan istri ku ".. Jawab kevin.. " Mantan istri ".. Ralat naya .. " KAU MASIH ISTRI SAH KU, KARENA AKU TIDAK PERNAH MENANDATANGI SURAT CERAI ITU ".. Ucap kevin.. " Ohh".. jawab naya dengan acuh..
"Tapi aku tidak mau menjadi istri mu, Setelah ini kau bisa pergi dari apartemen ku ".. Ucap naya.. " Tidak mau ".. Jawab kevin berbohong.. " Aku tidak peduli "..Guman naya..
" Kau tidak berniat merawat tangan suami mu ini sampai sembuh?? ".. Kevin menatap intens wajah naya.. " Tidak ".. Jawab naya dengan cepat, Seketika pikiran buruk naya tentang kevin hilang..
__ADS_1
Kevin segera menarik tangan nya.. " Ya sudah aku akan pulang sekarang ".. Ucap kevin..