Menikahi CEO Yang Kejam

Menikahi CEO Yang Kejam
S2 Pekerjaan baru


__ADS_3

Tiga hari Hana berada di New York ...


Hari ini hana berniat untuk mencari pekerjaan. Sebenar nya uang hana cukup untuk membiayai hidup nya berdua dengan mommy nya, namun hana tidak mau bergantung pada uang yang ada.Jadi hana memutuskan untuk mencari pekerjaan.


Hana melamar pekerjaan di beberapa tempat. Namun hana tidak melamar kerja di perusahaan. Hana tidak ada pengalaman kerja, jadi hana melamar pekerjaan di bagian pelayanan..


Hana menyusuri kota itu menggunakan sepeda nya. Pemandangan yang sangat indah.


*


*


Sore harinya, hana memasuki rumah nya dengan senyuman yang mengembang.


Hana mencari cari keberadaan mommy nya. Dan hana menemukan mommy nya sedang berada di kebun pir di belakang rumah nya.


"Mommy!! ".Panggil hana sambil berlari menghampiri mommy nya. Tangan hana tidak tinggal diam. Wanita itu memetik beberapa pir dan memasukan nya ke dalam mulut.

__ADS_1


"Kamu lari lari kayak anak kecil. Kenapa?? ".. Tanya mommy hana .


" Mommy tau tidak. Hana sudah dapat kerja. Hana punya dua pekerjaan, jadi gaji hana nanti juga double ".Ucap hana sambil memeluk mommy nya.


" Ya ampun sayang, badan mommy bau. Kamu main peluk peluk aja ".Riana mengacak pelan rambut hana. " Kali ini ana tidak akan membiarkan dad terus menginjak injak mommy. Ana akan buat dad sadar dengan perlakuan nya pada mommy. Ana benci dad my ".Ucap hana sambil memeluk mommy nya.


Hana tau sebulan sekali dad nya pasti akan datang dan menagih yang penjualan pir pada mommy nya. Padahal jelas jelas kebun pir itu milik mommy hana. Hana sudah tidak tahan lagi saat aunty nya memberi tau pada nya kalau dad nya selalu datang dan memukul mommy nya.


" Shut kamu tidak boleh bicara seperti itu. Dad sayang sama ana, dad cuma tidak suka pada mommy. Jadi hana jangan benci pada dad ya ".Wanita paru baya itu mengelus lembut kepala hana.


"Bule kampret, kau tidak berniat untuk mengajak ku minum. Aku bosan, sudah lama aku tidak minum ".Ucap David pada teman bule nya. Sementara itu pria yang di tanya David hanya menatap nya sambil mengerutkan kening nya.


" Tumben kamu mau minum. Biasa nya aku ajak tidak mau ".Ucap Willy dengan sedikit terbata. Lingkungan nya memaksa willy untuk bisa berbicara bahasa Indonesia.


" Kapan kau mengajak ku??".David menatap sinis pada pria berkulit putih di depan nya.


"Ahh sudah lah aku malas berdebat dengan mu ".Willy memilih untuk mengalah, karena kalau tidak perdebatan ini akan terus berjalan.

__ADS_1


" Tapi kapan kapan saja. Aku sedang sibuk, tunggu aku ada waktu baru kita minum".. Ucap David..


"Tapi...


" Aku yang akan bayar. Dasar bule miskin ".David menatap sinis pada willy. David tau betul kalau di ajak kemana pun pasti alasan willy selalu saja tidak punya uang. Padahal orang tua willy tergolong arang yang berada.


" Thanks bro you my best friend ".. Ucap willy sambil memeluk David dengan erat.


CUP.. Willy mencium pipi David. Setelah itu willy pun berlalu dari ruangan David.


" ****".. Umpat David sambil mengusap pipi nya dengan kasar. "Dasar gila ".Umpat David.


" I love you David ".Teriak willy tepat di depan pintu ruangan David.


" ****..... ".Teriak David yang tak kalah keras.


David bingung kenapa ia bisa mendapat teman gila seperti willy.

__ADS_1


__ADS_2