Menikahi CEO Yang Kejam

Menikahi CEO Yang Kejam
Sadar


__ADS_3

Naya terusik dengan tidur nya saat merasakan sesuatu bergerak menyentuh kepala nya..


Dengan perlahan wanita itu pun membuka kedua mata nya..


Naya mengerjapkan kedua matanya untuk menyesuaikan dengan cahaya lampu di ruangan itu.. Dengan perlahan naya mengangkat kepala nya..


Naya terdiam menatap pria di depan nya..


Naya kembali mengerjapkan mata nya untuk memastikan kalau apa yang di lihat nya bukan mimpi..


Kevin sudah sadar.. Bibir pucat pria itu tertarik dan menampakkan sebuah senyuman.. "Maaf sudah membuat tidur mu terganggu ".. Ucap kevin dengan suara lirih..


" Kevin kau sudah bangun ".. Wanita itu menatap pria di depan nya..


"Kau datang,Maaf karena aku sudah mengganggu waktu mu ".. Suara pria itu terdengar halus bahkan nyaris tidak terdengar..


" Diam lah jangan banyak bicara.. Kau itu sedang sakit.. Nanti kalau kau banyak bicara malah semakin sakit ".. Ketus naya dengan raut wajah yang sulit di baca..


" Kau tunggu sebentar, aku akan panggilkan dokter ".. Naya segera berdiri dari duduk nya..

__ADS_1


Namun langkah naya terhenti saat kevin menahan tangan nya.. " Tidak perlu, Duduk lah aku ingin bersama mu sebentar saja ".. Ucap kevin..


Mau tidak mau naya pun kembali duduk di samping kevin.. " Kau itu bodoh,Kenapa tidak dari awal kau periksakan kondisi mu ha??".. Ucap naya dengan suara yang sedikit meninggi..


"Aku tidak punya waktu untuk hal itu..Aku juga tidak tau kalau ternyata aku mempunyai penyakit jantung ".. Lirih kevin.. " Kau sudah membuat orang orang di sekitar mu khawatir..Terutama Dessy kau tidak tau bagaimana khawatirnya Dessy pada mu ".. Ucap naya..


" Hei jangan menangis ".. Kevin mengangkat tangan nya dengan perlahan, Lalu ia menghapus air mata yang mengalir dari sudut mata naya.." Aku tidak menangis".. Naya menghapus air mata nya dengan kasar..


Kevin terdiam sesaat lalu pria itu memejamkan kedua mata nya menahan rasa sakit yang kini kembali menghampiri nya.. " Kevin kau kenapa?? "..


Kevin tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan naya..


Naya segera berjalan keluar untuk memanggil dokter..Tak lama sepasang dokter spesialis jantung dan juga beberapa orang perawat masuk ke dalam ruangan kevin..


" Kevin bertahan lah!!".Batin naya.. Rasa khawatir kembali menyelimuti wanita itu..


Salah seorang dokter menghampiri Dessy..


"we can't delay it anymore"(Kita tidak bisa menundanya lagi) .. Ucap dokter itu pada Dessy..

__ADS_1


"please do the best for my brother"(Tolong lakukan yang terbaik untuk adik ku).. Ucap Dessy..


Dan malam itu juga kevin di bawa ke ruangan operasi..Karena operasi nya harus dilakukan secepat mungkin..


Kevin tersenyum menatap naya sebelum ia di bawa masuk ke dalam ruangan itu.. Bahkan dalam ke adaan sakit pun pria itu masih bisa tersenyum pada nya..


*


*


" Kanaya!! ".. Panggil Dessy..


Naya segera membalikkan badan nya menatap Dessy..Dessy segera mendekat lalu memeluk naya dengan erat.. " Ayo kita duduk "..


Dessy mengajak naya duduk karena sedari tadi naya terus mondar mandir di depan ruangan kevin..


"Dessy —..


Naya tidak melanjutkan ucapan nya.."Kevin itu kuat, Aku yakin dia pasti sembuh ".. Ucap Dessy.. Tapi sayang nya wanita itu hanya berpura pura kuat di depan naya..

__ADS_1


Drtt.. Drtt..


Naya mengabaikan ponsel nya yang terus bergetar.. Ia tidak peduli lagi dengan benda itu.. Yang ada di pikiran naya sekarang hanya kevin..


__ADS_2