
17:30..
Cukup lama kevin berada di tempat itu dengan kondisi tak sadarkan diri.. Kini dengan perlahan kevin membuka kedua mata nya.. Kepala bagian belakang nya masih terasa sakit..
Kevin mengedarkan pandangan nya, Ia berusaha untuk melihat sekeliling ruangan yang minim cahaya itu..
Kevin tersadar dengan sesuatu, Ia sekarang duduk di sebuah kursi dengan kedua kaki dan tangan nya yang terikat dengan erat..Kevin menarik kuat tangan nya berusaha untuk melepaskan tangan nya dari tali itu..
Prok.. prok.. Kevin mendengar suara tepuk tangan dari arah kegelapan itu..
"Tuan muda sudah sadar ".. Ucap Adit.. Adit masih memakai baju dan topeng pengamatan nya..
Di sisi lain,..
" Apa kau bilang!!! ".. Teriakan Dessy menggema di dalam ruangan itu..
Jeff dan David hanya menundukkan kepala nya saat menerima amarah dari Dessy..
" Kau membiarkan kevin pergi sendirian ke tempat berbahaya itu.. Apa kau sudah gila ha!! ".. Teriak Dessy pada jeff..
__ADS_1
" Baru satu hari aku tinggal, tapi masalah nya sudah serumit ini!! ".. Dessy memijat pelipis mata nya..
" Aku ingin ikut bersama tuan muda, tapi tuan muda melarang.. Ini semua demi keselamatan nona naya ".. Ucap jeff..
" Siapa yang menjamin keselamatan naya??.. Kau pikir dengan kevin datang ke sana sendirian naya langsung di bebas kan??.. Kau pikir penculik itu bodoh!! ".. Dessy tidak habis pikir dengan pemikiran jeff.. Padahal wanita itu suka pada jeff karena jeff seorang yang jenius, tapi apa?. Menangani hal seperti ini saja tidak bisa..
"Sekarang juga kita pergi ke sana.. Aku tidak mau tau..Aku mau kevin dan naya selamat walaupun taruhan nya nyawaku sendiri ".. Ucap Dessy..
Dengan perlahan, Adit pun keluar dari kegelapan itu menuju kevin.. Adit sudah mempersiapkan semua nya.. Ia yakin kalau rencana nya kali ini pasti berhasil..
" Siapa kau?? ".. Kevin menyipitkan mata nya untuk melihat siapa pria di balik ke gelapan itu.. " Huu ternyata kau benar benar melupakan aku tuan muda "..Ucap pria itu dengan suara berat nya.. Sebuah senyuman muncul di balik wajah pria itu..
" Ia aku aditya tama.. Seorang yang hidup nya sudah kau buat hancur".. Ucap Adit..
"Sekarang aku ingin melihat bagaimana hancur nya kau"..
Adit membuka ponsel nya.. Lalu ia menunjukkan vidio saat ia menyayat pipi serta tangan naya.. Ntahlah entah itu cuma rekayasa Adit.. Namun vidio itu tampak nyata..
" Apa yang kau lakukan pada naya!! ".. Teriak kevin.. " Itu mari permulaan ".. Adit tertawa dengan keras..
__ADS_1
"Kalau hanya luka sayatan itu belum cukup untuk menutupi rasa sakit ku terhadap luka sayatan di wajah ku, akibat ulah kau" ..Kali ini Adit yang berteriak di depan wajah kevin..
Adit keluar dari ruangan kevin..Ia segera menuju ruangan naya.. "Jangan menangis.. Sejujurnya aku benci melihat seorang wanita menangis ".. Ucap Adit..
" Kak Adit tolong lepas kan kevin!!.. Kak Adit tolong!! ".. Pinta naya dengan wajah sendu..
" Bermimpilah!!"..
"kau tunggu saja.. Lima menit setelah aku keluar dari ruangan ini , Jika kau mendengar suara sesuatu itu artinya kevin sudah tiada".. Bisik Adit di telinga naya..
Naya yang geram berusaha untuk melepaskan tangan nya dari ikatan itu.. Setelah berusaha cukup keras, akhirnya naya berhasil melepaskan tali dari tangan nya..
Adit berjalan ke dalam ruangan kevin dengan senjata api di tangan nya.. Senjata api yang sudah siap melesat menembus dada dan kepala kevin..
Adit mengarahkan senjata itu ke arah kepala kevin..Jari telunjuk Adit mulai bergerak.. Kevin menutup mata nya..
Dorr...
" Akhhh"..
__ADS_1
Suara tembakan dan suara teriakan menyatu di dalam ruangan itu..