
"Tapi kenapa kita harus mengakhiri hubungan ini?? ".. Tanya naya.. Rasanya sedikit tidak adil..Kenapa hubungan naya dan David harus berakhir seperti ini.. Kenapa di saat naya sudah mencintai David kevin malah datang di kehidupan nya..
" Kanaya aku tau kau tidak bisa memilih antara aku dan juga kevin..Jadi biar aku yang mengalah karena kedudukan kevin lebih tinggi dari pada ku, Aku hanya sebatas pria yang kau cintai. Tapi kevin lebih dari pada aku dia suami sekaligus pria yang kau cintai".. David hanya bisa tersenyum untuk menutupi rasa sedih nya..
"Tidak apa sakit di awal, dari pada sakit di kemudian hari "..
Naya menghela nafas nya, lalu wanita itu menundukkan kepala nya.." Beri aku satu alasan lagi ".. Lirih naya..
" Kanaya cinta tidak harus memiliki. Aku senang karena sekarang kevin sudah berubah.. Dan itu artinya kevin benar benar tulus mencintai mu "..Ucap David..
"Jadi jangan sia siakan lagi,Tuhan sudah memberikan mu kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan mu dengan kevin ".. Ucap David..
Naya menatap lekat wajah David .. Kedua mata wanita itu terlihat berkaca kaca.. Ia benar benar merasa bersalah pada David..
Naya segera memeluk David .. " Baik lah aku menerima keputusan mu.Tapi tolong jangan jauhi aku.. Setidak nya kita tetap bisa menjadi teman kan?? ".. Ucap naya sambil terisak di pelukan David..
" Tentu saja, Aku tidak akan bisa menjauhi mu".. David tersenyum menatap naya.. Senyuman palsu.. Senyuman yang dibuat hanya untuk menyembunyikan rasa sedih nya.
"Mulai sekarang kau tidak harus fokus merawat kevin sampai sembuh.. Untuk urusan pekerjaan kau tidak perlu khawatir.. Aku sudah memiliki sekretaris sementara untuk menggantikan mu ".. Ucap David..
Naya menganggukkan kepala nya..
__ADS_1
*
*
David kembali mengantar naya ke rumah sakit..David hanya mengantar naya sampai di depan pintu ruangan kevin.. David tidak ingin masuk ke dalam ruangan itu.. Ia takut kevin merasa terganggu dengan kehadiran nya..
" David hati hati ".. Naya tersenyum menatap pria itu.. David mengangguk mantap.. Setelah itu David kembali meninggalkan ruangan itu..
Cek.. lek.. Dengan perlahan naya membuka pintu ruangan kevin..
Naya hanya melihat kevin sendirian.. " Di mana Dessy?? ".. Guman naya..
" Naya, kau sudah kembali".. Deddy tersenyum menatap naya..
Kevin menatap naya sekilas lalu ia kembali mengalihkan pandangan nya.. Jujur kevin sedikit kecewa pada naya..Karena naya lebih memilih pergi bersama David..Naya berjalan mendekat ke arah kevin..
"Kevin bibir mu kering, apa kau haus?? ".. Tanya naya.. Kevin menggelengkan kepala nya tanpa menatap naya.."Baiklah ".. Naya segera duduk di samping kevin..
" Kanaya aku keluar dulu ya, aku mau menemui jeff ". Ucap Dessy. Dessy segera keluar dari ruangan kevin..
" Kevin maaf untuk yang tadi".. Ucap naya..
__ADS_1
"Tidak perlu minta maaf".Ketus kevin..
"Kau marah?? ".. Tanya naya..
" Pertanyaan macam apa itu?? ".Bentak kevin .. Kevin menatap tajam naya..Ia benar benar tidak habis pikir dengan naya..
" Kau sudah berjanji tidak akan mengulang perbuatan mu di masa lalu.. Tapi sekarang apa?? ".. Naya segera berdiri dari duduk nya.. Entah kenapa sekarang naya menjadi sensitif ia tidak bisa mendengar kata kasar atau bentakan..
Wanita itu berjalan menuju pintu ruangan itu..
" Aaaahhkkk".. Teriak kevin sambil memegang dada nya.. Kevin terlihat seperti orang yang kesakitan..
"Kevin kau kenapa?? "..Wajah naya terlihat panik dan khawatir..
" Kevin!! ".. Panggil naya..Kevin tersenyum menatap naya..
" Aku minta maaf aku berjanji tidak akan mengulangi lagi ".. Ucap kevin..
Naya mencubit keras pinggang kevin..
Kevin meringis sambil mengusap pinggang nya..
__ADS_1