
"Kami berhasil mengeluarkan peluruh nya, untung nya peluruh itu tidak sampai menembus jantung nona Hana. Namun ada beberapa hal yang harus saya sampaikan. Setelah melakukan rontgen, Nona hana ternyata mengalami patah tulang pada bagaikan tulang belakang dan tulang punggung. Mungkin penyembuhan nya membutuhkan waktu yang lumayan lama." Ucap Dokter paru baya itu pada David.
David hanya bisa menghela nafas nya, "Saya akan mendatangkan dokter dari luar untuk membantu penyembuhan pada istri saya." Ucap David dengan raut wajah yang sulit di tebak.
Setelah perbincangan singkat dengan dokter itu, Kini David kembali ke ruangan hana. Atau lebih tepat nya di depan ruang UGD. Hana masih dalam proses untuk di pindahkan ke ruang rawat. David benar benar sedih mendapati keadaan istri nya saat ini, hanya saja David tidak ingin memperlihatkan keadaan nya pada siapa pun.
Tiga puluh menit menunggu, kini akhirnya David bisa bersama dengan Hana di dalam ruang rawat wanita itu. Bukan hanya David, di sana sudah ada Mom dan Dad charlen. Mom David benar benar sedih mendapati keadaan menantunya saat ini. "Andai saat itu mom tidak membiarkan hana pergi sendiri, mungkin semua ini tidak akan terjadi pada menantuku." Guman mommy sambil memeluk menantu kesayangan nya itu.
"Dav, kau sudah menemukan pelaku nya?." Tanya dad charlen pada David. "Dia bunuh diri setelah berhasil menembak hana." Jawab David sambil memejamkan mata nya, agar cairan bening tidak keluar dari mata nya. David tidak ingin Dad charlen melihat sisi lemah nya. "Menangis saja jika kau ingin menangis, jangan di tahan!." Bisik dad Charlen. Sedetik setelah ucapan dad charlen, air mata David pun banjir di pipi nya.
__ADS_1
"Mom, dad aku merasa gagal menjadi seorang suami. Seharus nya aku lebih cepat menyadari nya dan menyelamatkan istri ku. Aku tidak tega melihat hana seperti ini!." Isak Tangis David terdengar pilu. Mom charlen hanya bisa memeluk putra nya dengan erat, untuk menenangkan perasaan David.
Di tengah huru hara, mereka tidak sadar kalau wanita yang terbaring di atas bangsal itu perlahan membuka mata nya. "David!." Panggil nya dengan suara lirih. Seketika pandangan mereka semua tertuju pada wanita itu.
"Hana" Ucap dad dan mom charlen, serta David secara bersamaan.
"Sayang ini mommy nak, beritahu mommy yang mana yang sakit." Ucap mom charlen sambil mendekat pada menantunya itu. "Sejak kapan nama mom berubah jadi David?." Sindir dad charlen, karena yang di panggil hana adalah David, namun yang datang mala mom charlen.
"Mommy di mana David?." Tanya hana pada mom charlen. Tadi hana ingat betul sebelum pingsan ia melihat David memangku nya. Hana yakin kalau itu semua nyata, bukan mimpi belaka. "Nak tenang dulu, hana baru sadar tenang dulu ya." Ucap mom charlen.
__ADS_1
"Mom di mana David mom?, Tadi hana melihat David mom." Ucap hana dengan suara yang masih lirih. Sesak itulah yang hana rasakan saat ini. Hana takut kalau semua itu hanyalah halusinasi nya. Hana menggenggam dada sebelah kiri nya saat merasakan sesak.
"Hana! "
DEG...
Rasa nya seperti mimpi, Akhirnya hana bisa mendengar suara yang begitu ia rindukan.
"Ini aku, David." Ucap David sambil mendekat pada hana. Ya, tadi David pergi ke toilet untuk membersihkan wajah nya. David tidak ingin hana melihat mata sembab serta jejak air mata nya.
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART..