
"Hana!! ".Panggil David sambil berjalan memasuki kamar nya. Namun David tidak menemukan keberadaan hana. David segera berjalan menuju balkon apartemen nya, jika hana tidak ada di kamar itu artinya hana ada di balkon. Dan benar saja, David menemukan hana yang sedang berdiri di dekat pembatas balkon. " Hana!! ".Panggil David. Hana pun membalikkan badan nya menatap ke arah David.
" Ya ".Jawab hana.David memberikan sebuah paper bag berukuran sedang pada hana.
" Apa ini?? ".Tanya hana sambil melihat isi di dalam paper bag itu." Malam ini kau pakai dress itu".Ucap David. "Memang nya mau kemana?? ".Tanya hana sambil menutup kembali paper bag nya.
"Rekan kerja mengadakan acara di sebuah hotel. Mereka semua membawa istri nya".Ucap David. "Lalu apa hubungan nya dengan ku?? ".Tanya hana dengan wajah polos nya. David gemas sekali melihat wajah polos itu. "Ya ampun hana apa kau lupa, kau itu istri ku. Tentu saja aku membawa ku pertemuan itu".Guman David sambil melihat pelipis mata nya.
" Ohh iya aku lupa".Hana tersenyum kikuk saat mengetahui maksud dari David memberikan dress itu kenapa nya.
__ADS_1
"Bisa bisa nya kau lupa".Ucap David sambil menarik gemas pipi hana. " David sakit tau".Hana menepis tangan David dari pipi nya.
"Ayo masuk, kau itu melamun terus. Nantik kemasukan baru tau".Ucap David. Hana hanya menatap malas pada David. " Kemasukan apa?? ".Guman hana. David tidak menjawab pertanyaan hana. Setelah hana masuk David pun mengunci pintu balkon nya. " Kemasukan ghost, mana tau kau tiba tiba lompat dari balkon".Guman David. "Segila gila nya aku tapi aku masih waras untuk lompat dari balkon".Ucap hana.
*
*
Hana menatap pantulan diri nya dari kaca. Jujur ini untuk pertama kalinya hana memakai dress sebagus itu. Dress nya tidak terlalu terbuka, dan tidak tertutup juga. Sangat pas dengan hana. Hana memakai hells yang tidak terlalu mencolok. Tapi hana tidak tau ada harga yang fantastis di balik heels sederhana itu.
__ADS_1
Polesan make up tipis di wajah semakin menambah kecantikan hana. Setelah di rasa siap. Hana pun keluar dari kamar nya. Sementara David sedari tadi menunggu hana di ruang tengah sambil sesekali menatap jam di pergelangan tangan nya.
" David".Panggil hana. Mendengar nama nya di panggil, David pun membalikkan badan nya. David begitu terkesima melihat penampilan hana yang terlihat cantik dan elegan. David terus menatap lekat pada hana. Kalau saja hana tidak memanggil nya, mungkin sampai sekarang David masih menatap nya.
"Bagaimana??. Tidak ada yang aneh kan??" Tanya hana rasa percaya diri nya hilang saat melihat tatapan dari David. "Tidak".Jawab David. " Kenapa dia bisa secantik itu" Batin David. Kalau bisa David ingin menatap hana lebih lama lagi. "David".Hana menepuk pelan pundak David karena pria itu terus saja melamun.David pun tersadar lari lamunan nya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih Tiga puluh menit, akhirnya mereka sampai di depan sebuah hotel yang terlihat sangat mewah. David mendekat kan lengan nya pada hana. " Kau itu kenapa?? ".Tanya hana. Hana menggeser posisi nya. " Ya ampun hana kau itu sangat tidak peka".David menarik yang hana dan merangkul kan tangan hana pada lengan nya.
"Kita harus bersikap seperti pasangan suami istri yang romantis".Ucap David.
__ADS_1
HAI KAKAK KAKAK SEMUA JANGAN LUPA MAMPIR DI CERITA AUTHOR YANG SATU INI YA " SETITIK RASA PENYESALAN ".