
Menjadi seorang gadis yang sempurna adalah kewajibannya, menjadi seorang pendamping adalah tanggung jawabnya, namun tidak ada yang Althea dapat dari semua itu, bahkan tidak dengan cinta dari tunangannya.
*Brakk!!
Semua benda berterbangan di mana-mana, mata merah bercahaya yang memancarkan amarah menatap kecewa pada seorang laki-laki berambut pirang, pandangan matanya teralihkan oleh seorang gadis bergaun merah muda yang ada di belakang laki-laki itu.
Seraya memegang pedang berlumuran darah yang berlambangkan keluarganya Althea mendekati raja dan ratu yang baru saja naik tahta, senyuman yang sebelumnya tak pernah ia tunjukkan dari bibir ranum itu, mengarah tajam pada pasangan manusia yang ada di hadapannya.
Althea mengibaskan pedangnya yang penuh darah kemudian memasukkan nya kedalam sarung pedang yang berada di sebelah kirinya, Althea membungkuk kearah Raja dan Ratu seakan-akan memberikan hormat pada keduanya.
"Duchess Altheana Lunar De Amarylis menghadap matahari dan bulan kerajaan," ucap Althea seraya tersenyum membuat dirinya benar-benar terlihat seperti iblis.
"Iblis!" Ucap sang ratu tiba-tiba meneriaki Althea, bukannya merasa sedih akan hinaan itu Althea bangkit dan menatap ratu dengan tatapan kasihan.
__ADS_1
"Kasar sekali perkataan yang mulia ratu ini, seperti nya yang mulia ratu harus mulai belajar tata Krama," kata Althea dengan nada merendahkan, membuat sang ratu berambut hitam itu gemetar tidak karuan, rasa takut memenuhi dirinya, gelisah dan seakan-akan akan mati jika salah bergerak sedikit saja.
Raja yang melihat sang istri gemetaran meminta kesatria di belakangnya untuk melindungi sang ratu.
"Mau apa kau kembali Thea!" Teriak raja pada gadis berambut perak dihadapannya itu.
Althea memiringkan kepalanya dan menaruh jari telunjuknya di bibir, Thea? Mengapa raja yang terhormat bisa melakukan hal tidak terpuji dengan memanggil nama bangsawan seenaknya, terlebih yang ia panggil adalah mantan tunangannya.
"Thea? Anda tidak boleh sembarangan memanggil nama bangsawan yang mulia, terlebih bangsawan yang memiliki darah iblis dalam tubuhnya," ucap Althea seraya menyeringai bagai iblis.
"Aku hanya menyapa yang mulia dan mengambil apa yang seharusnya jadi milik ku mungkin, kamu seharusnya tau apa yang akan kamu dapatkan bila mengganggu keluargaku," kata Althea yang tiba-tiba sudah berada di belakang raja.
"Kamu tidak sopan!! Kamu harus di hukum karena mengancam keluarga kerajaan," teriak ratu dari pojok ruangan, kesatria berusaha mencegah ratu untuk mengatakan itu namun ratu tidak mendengarkan perkataannya dan berhasil membuat tatapan tajam Althea mengarah padanya.
__ADS_1
"Heh, istri mu ini berani juga ya 'mantan tunanganku' suruh dia belajar tata Krama sebelum aku yang mengajarinya dengan caraku, kamu mengerti kan 'yang mulia' aku pergi dulu, semoga kamu bahagia dengan kehancuran yang akan menimpamu,"
Althea melangkahkan kakinya keluar dari ruang singgasana kerajaan, diikuti harimau putih yang berada di belakangnya.
Sinar bulan purnama merah menyinari rambut perak milik Althea, angin kencang membuat jubah berlambang keluarga nya berkibar, siapa pun yang membuat masalah dengan nya tidak akan Althea lepaskan meskipun itu adalah orang yang sangat dicintainya.
Altheana Lunar De Amaryllis putri Duke Amaryllis yang memiliki kecantikan luar biasa, Rambut perak dan mata berwarna keunguan membuat nya tampak sempurna, Althea sedari kecil sudah disiapkan untuk menjadi pendamping putra mahkota namun suatu rahasia besar membuatnya tidak bisa mengekspresikan rasa cintanya pada sang putra mahkota.
Althea tidak pernah menginginkan posisi ratu, kekayaan atau kekuasaan yang hanya dimiliki keluarga kerajaan yang ia ingin kan hanya satu, putra mahkota yang mencintai Althea apa adanya, dengan segala kekurangan, kelebihan dan rahasia yang dimilikinya.
"Kalian yang memintaku menjadi antagonis, karna itu jangan menyesal bila aku benar-benar mengusik hidup kalian."
..
__ADS_1
halo semua ini novel pertama ku yang temanya time travel, mohon di maafkan bila ada kesalahan kata atau apa ya semoga suka.
-Ran.nace